KEDIRI KOTA - Kelayakan konsumsi parsel-parsel di berbagai swalayan Kota Kediri cukup bagus. Setidaknya, hingga kemarin, tidak ditemukan makanan yang kedaluwarsa di dalam paket parsel tersebut. Hanya, beberapa kaleng penyok masih ditemukan dalam parsel tersebut.
Setidaknya itu yang ditemukan oleh Tim Satgas Pangan Kota Kediri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa supermarket di Kota Kediri. Di dua supermarket besar, Hypermart dan Transmart, Tim Satgas Pangan tak menemukan makanan kedaluwarsa dalam paket parsel yang dijual.
“Untuk hasil sidak parsel hari ini (kemarin, Red) tidak kami temukan bahan pangan yang berbahaya atau kedaluwarsa,” terang Yetty Sisworini, kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Kediri.
Kemarin, beberapa pejabat langsung mengikuti sidak. Selain Yetty, juga ada Kepala BI wilayah Kediri Djoko Raharto dan Ketua BPS Kota Kediri Ellyn Brahmana.
Menurut Yetty, beberapa temuan tim adalah kaleng penyok. Seperti yang mereka dapati pada kaleng kemasan biscuit. “Seperti ini masih layak konsumsi. Karena dia tidak kedaluwarsa. Dan masih layak konsumsi,” ujarnya sambil menunjukan letak kepenyokan kemasan biskuit tersebut.
Ia juga menegaskan bila kemasan kaleng yang penyok disebabkan beberapa faktor. Seperti benturan dan tekanan saat proses pendistribusian barang. Sehingga kemasan barang mengalami perubahan bentuk fisik.
Dalam kegiatan tersebut, tim sidak gabungan tidak hanya mengecek kondisi makanandan minuman dalam parsel. Mereka juga melihat tanggal kedaluwarsa makan dan minuman yang terletak disepanjang etalase supermarket.
“Dari hasil sidak, kami cukup puas dan lega. Karena barang yang dijual masih layak konsumsi,” terang wanita berkerudung ini.
Bagi Yetty, yang juga tergabung dalam Tim Satgas Pangan ini, kegiatan sidak parsel merupakan agenda tahunan. Yang dilaksanakan setiap bulan puasa, menjelang Lebaran.
“Karena kami mengkawatirkan masyarakat tertipu dengan tatanan kemasan parsel. Tanpa memperhatikan kedaluwarasa,” ujarnya. Dari hasil penemuan tersebut, Tim Sidak Pangan juga akan mengagendakan sidak parsel yang tersedia di toko-toko kecil di luar supermarket.
Yetty juga berharap agar konsumen cerdas dan selalu berhati-hati dalam membeli barang. “Jadi konsumen itu yang cerdas. Teliti dulu, sebelum barang dibeli,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Toko Hypermart Sandra Kariana juga mengkonfirmasi terkait temuan tim sidak gabungan. “Bila ada kemasan kaleng yang penyok, barang bisa ditukar. Karena returnable,” ujarnya sambil tersenyum.
Perempuan berambut sebahu ini juga menegaskan bila tidak ada unsur kesengajaan untuk kemasan biskuit yang penyok yang dikemas dalam parsel. “Ini juga di luar keinginan kami dalam men-display parsel. Untuk kemasan yang penyok akan kami ganti,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho