Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SMK Karya Wates Antar 3 Siswanya Raih NUN Tertinggi

adi nugroho • Kamis, 31 Mei 2018 | 22:10 WIB
smk-karya-wates-antar-3-siswanya-raih-nun-tertinggi
smk-karya-wates-antar-3-siswanya-raih-nun-tertinggi

Berada di gang kecil. Jalannya pun berlubang di sana-sini. Seandainya tak ada umbul-umbul terpasang, sulit untuk menemukan lokasinya. Tersembunyi di tengah perkampungan. Tapi, ada prestasi hebat dari sekolah ini.


 


ASNAWI


 


Kesederhanaan. Itu yang tergambar dari suasana di sekolah ini. Apalagi, lokasi SMK Karya Wates memang agak jauh dari pusat kota.


Namun, di balik kesederhanaan itu, ternyata SMK Karya menyimpan potensi yang sangat besar. Setidaknya di wilayah Kabupaten Kediri. Mereka berhasil mengantar siswanya meraih nilai ujian nasional dengan skor tinggi. Tertinggi di Kabupaten Kediri untuk kelompok SMK.


Bahkan, yang meraih nilai bagus itu tak hanya satu orang saja. Tak tanggung-tanggung, hingga tiga orang! “Kami dapat nomor satu, dua, dan empat,” kata kepala SMK Karya Wates Dyah Nurhidayati Rahayu dengan nada gembira.


Tak lama berselang, muncul tiga wajah semringah. Tiga siswa itu berurutan masuk ke ruang tamu.


“Ini Mas yang mendapat nomor satu, dua , dan empat,” tunjuk Dyah mengarah ke tiga siswa yang baru masuk itu.


Yang ditunjuk pun mengembangkan senyumnya. Dia adalah Nur Laili, peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi di Kabupaten Kediri. Nilainya mencapai 361. Nur Laili adalah siswa dari jurusan akuntansi.


Kemudian, di sebelahnya, Putri. Dia adalah peraih NUN tertinggi kedua di Kabupaten Kediri. Saat ujian lalu, hasil yang dicapai oleh siswa jurusan administrasi perkantoran ini adalah 341,5.


Terakhir, Wahyu Afifah Ristarivka. Gadis ini menjadi peraih NUN keempat se Kabupaten Kediri. Nilainya adalah 335,5.


Tiga  gadis itu dengan ceria menceritakan upaya yang dilakukan. Dari cara bertutur tiga gadis ini, sudah tergambar tentang kecerdasan mereka.


“Kami diajarkan lebih kepemahaman konsep. Kalau konsepnya sudah paham ke belakang akan lancar,” tutur Nur Laili, menjelaskan proses pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya.


Peran sekolah memang besar dalam mencetak siswa seperti tiga cewek tersebut. Sekolah berusaha memberikan pemahaman tentang konsep dengan baik. Setelah itu, siswa dapat memperdalam melalui berbagai upaya. Termasuk dalam hal belajar secara mandiri.


Ketiga lulusan SMK Karya Wates itu memang punya cara beragam dalam mendalami pelajaran yang mereka dapat dari para guru.Tak hanya konsentrasi saat pelajaran berlangsung. Tapi juga punya cara bagaimana mengulang pelajaran itu hingga benar-benar paham.


Seperti Putri misalnya. Gadis ini punya metode belajar dengan memecah waktunya. “Sebentar belajar malam hari. (Kemudian) memaksimalkan belajar pagi hari selesai salat subuh,” terang Putri, membeberkan rahasia belajarnya.


Belajar di pagi hari sengaja lebih diprioritaskan. Sebab, menurut Putri, dengan belajar usai salat subuh itu, materi yang dia pelajari lebih cepat masuk. Lebih mudah dipahami. Karena di pagi hari itu, menurutnya, otak masih fresh. Masih bagus untuk diisi materi apa saja.


Namun, belajar per individu bukan satu-satunya kunci sukses mereka. Tapi, ada kebersamaan dalam meningkatkan kemampuan. Tentu bukan dengan saling mencontek. Tapi belajar dalam kelompok kecil. Bahkan sebelum ujian berlangsung.


“Biasanya setelah belajar di rumah, sebelum masuk ruang ujian, kami bentuk kelompok kecil. Mereka di kelompok ini saling memberikan pertanyaan tentang materi pelajaran,” ungkap  Wahyu Afifah, melengkapi kiat sukses mereka dalam mengerjakan soal UN dan meraih hasil yang maksimal.


Hasil maksimal yang diperoleh ketiga siswa SMK Karya Wates tersebut berbuah manis. Mereka pun mendapat penghargaan khusus dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jatim wilayah Kediri. Penghargaan itu diberikan oleh Kasi Pendidikan SMA/SMK Sigit Purnomo pada Kamis (24/5) lalu.


“Prestasi ini semoga menjadi penyemangat bagi tim guru untuk lebih termotivasi lagi mencerdaskan anak bangsa. Dan menjadi contoh untuk siswa lain agar bisa berprestasi,” pungkas Dyah.(fud)

Editor : adi nugroho
#kediri #wates