Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lulusan SMP/MTs Memilih Ambil PIN di Sekolah Tujuan

adi nugroho • Senin, 28 Mei 2018 | 20:22 WIB
lulusan-smpmts-memilih-ambil-pin-di-sekolah-tujuan
lulusan-smpmts-memilih-ambil-pin-di-sekolah-tujuan

KEDIRI KOTA– Setelah memastikan kelulusan dan mengetahui nilai ujian nasional (NUN)-nya, lulusan SMP/MTs langsung berburu personal identification number (PIN). Nomor verifikasi identitas pribadi itu memang menjadi syarat untuk mendaftar ke SMA/SMK negeri penyelenggara program penerimaan peserta didik baru (PPDB).


          Tak heran, sejak Jumat silam (25/5) pasca pengumuman kelulusan, para lulusan SMP/MTs itu berbondong-bondong mencari PIN. Meski sejatinya mereka bisa mengambil nomor verifikasi untuk pendaftaran siswa baru itu di sekolah terdekat dengan tempat tinggal, namun kebanyakan memilih datang ke sekolah tujuan.


Seperti yang dilakukan Nimas Rohmatun Nisa, siswa lulusan MTs Miftahul Ulum Centong misalnya. Pelajar asal Gurah ini memilih mengambil PIN langsung ke SMAN 3 Kediri, Jl Mauni, Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.


“Memang pengin sekolah di sini Mas. Makanya saya ambil PIN-nya di sini juga. Khawatir kalau nggak ngambil di sini, nggak diterima nanti,” ujarnya seusai mengambil PIN di SMAN 3 Kediri, Jumat lalu.


Padahal sebenarnya Nimas juga bisa mengambil nomor verifikasi syarat pendaftaran itu di SMAN Gurah. Sekolah tersebut lebih dekat dengan rumahnya. Namun, tetap saja siswi ini memilih untuk mendatangi ke sekolah tujuan untuk mendaftar nanti.


Selain memang berminat bersekolah di sana, Nimas mengatakan, juga ingin melihat langsung kondisi calon sekolah kelak. Gadis pun mengaku, datang ke sekolah itu sambil jalan-jalan. Dia ingin mengetahui suasana bakal sekolahnya tersebut. “Pengin tahu sekolah ini Mas. Jadi langsung datang saja ke sini,” tegasnya.


  Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di sejumlah SMP sejak Jumat hingga kemarin, terlihat sejumlah siswa lulusannya setelah mengetahui NUN yang dipampang di sekolah langsung berbondong-bondong mendatangi SMA maupun SMK negeri di Kota Kediri pilihannya. “Ya kepingin segera mengambil PIN untuk pendaftaran ke SMK Mas. Saya mau ikut jalur PPDB reguler,” kata Bagas, lulusan SMP Kota Kediri.


Selama dua hari proses pengambilan PIN dibuka mulai Jumat dan kemarin, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jawa Timur wilayah Kediri memang menemukan kecenderungan calon peserta didik datang ke sekolah tujuan. Bukan ke sekolah terdekat dengan tempat tinggal untuk mengambil PIN.


Meski begitu, pada hari kedua pengambilan PIN, kemarin, Kasi Pendidikan SMA/SMK Cabdispendik Jatim wilayah Kediri Sidik Purnomo menyatakan, pengambilan PIN berlangsung lancar. Menurutnya, para calon peserta didik wajib memiliki PIN agar bisa login ke website resmi PPDB SMA/SMK di Kediri.


Sebenarnya, lanjut Sidik, dalam pengambilan PIN calon siswa cukup datang ke SMA/SMK negeri terdekat dengan tempat tinggalnya. Syarat yang harus dibawa adalah kartu keluarga (KK) asli dan fotokopinya. Selain itu, mereka juga harus membawa kartu peserta ujian nasional 2018.


“Sementara ini pantauan masih tertib dan sesuai juknis (petunjuk teknis, Red),” ungkapnya.


Menanggapi kebanyakan calon peserta didik cenderung mengambil PIN di sekolah tujuan, Sidik menjelaskan bahwa sejak awal cabdispendik tidak mewajibkan harus datang ke sekolah tujuan. “Mereka (lulusan SMP/MTs) cukup hanya datang ke sekolah terdekat (dengan rumah). Hal ini sebenarnya untuk mempermudah mereka,” paparnya.


Tidak hanya itu, dari pantauan Sidik juga menemukan beberapa SMA yang kedatangan sejumlah calon peserta didik dari luar zonasi sekolah di Kota Kediri. Di antara mereka dari wilayah kabupaten. Karena mengambil PIN dan akan mendaftar di luar zonanya, Sidik menerangkan, ada pembedaan map yang disiapkan panitia PPDB di sekolah tujuan.


Seperti saat pihaknya menemukan ada pengambil PIN dari wilayah luar Kota Kediri. Waktu itu, ada lulusan SMP dari luar kota yang mengambil nomor verifikasi di SMAN 3 Kediri. Oleh panitia PPDB di sana berkasnya disendirikan. Kemudian, disimpan dalam map bertanda warna merah. “Kalau (calon peserta didik) dalam kota warna (map)nya hijau,” ungkap Sidik.


Sementara itu, ketika memantau di SMPN 1 Kediri pada Jumat lalu, terlihat para siswa melihat hasil ujiannya yang telah keluar dan nilainya dipampang di depan sekolah. “Cukup puas Mas dengan capaian saya,” terang Salsabila Ardelia Pranata, siswa SMPN 1 Kediri, yang mendapatkan NUN tertinggi se-Kota Kediri.


Adapun setelah mengumumkan hasil NUN tersebut, Marsudi Nugroho, kepala SMPN 1 Kediri, menerangkan bahwa para siswanya langsung mendatangi SMA yang mereka inginkan untuk mengambil PIN. Dia pun puas dengan capaian anak didiknya karena dari 20 besar NUN tertinggi di Kota Kediri, 14 siswa di antaranya dari sekolahnya. “Optimistis siswa kami bisa diterima di SMA yang mereka harapkan,” paparnya.


 


Alumnus SMP/MTs Berburu Nomor Verifikasi


-         Para calon peserta didik wajib memiliki PIN agar bisa masuk website PPDB SMA/SMK di Kediri


-         Setelah pengumuman kelulusan, sejumlah siswa lulusan SMP/MTs langsung ambil PIN


-         Kebanyakan mereka cenderung memilih datang langsung ke sekolah tujuan (yang diinginkan) untuk mengambil PIN


-         Tidak banyak yang ambil PIN di sekolah dekat dengan tempat tinggal siswa


-         Siswa yang di luar zonasi pun ambil PIN di sekolah tujuan dari luar zona dekat tempat tinggalnya


-         Alasan calon peserta didik baru karena khawatir tidak diterima jika tak mendaftar di sekolah tujuan


-         Padahal, Cabdispendik Jatim wilayah Kediri tidak mewajibkan harus datang ke sekolah tujuan. Namun calon siswa baru dapat ambil PIN di sekolah yang dekat tempat tinggalnya


 


 


 


 

Editor : adi nugroho
#kediri #pendidikan #ppdb