Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tukar Uang Baru Ricuh

adi nugroho • Senin, 28 Mei 2018 | 19:44 WIB
tukar-uang-baru-ricuh
tukar-uang-baru-ricuh


KEDIRI KABUPATEN – Antusiasme masyarakat untuk menukar uang baru pada Ramadan ini cukup tinggi. Kemarin, mereka beramai-ramai menukarkan uangnya dengan uang baru pecahan di bawah Rp 50 ribu di lapangan seberang Terminal Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem.


Sayangnya, sejumlah pengantre berlaku tidak tertib. Mereka berebut nomor antrean. Sehingga ada yang tak kebagian. Hal itu menyebabkan suasana ricuh. Namun petugas Brimob Kediri yang berjaga di sana segera menertibkan. 


Menurut Kepala Tim Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Wilayah Kediri Beny Wicaksono, kericuhan terjadi karena ada yang mengambil nomor antrean lebih dari satu bank. Saat penukaran itu memang ada delapan mobil kas keliling dari BI, dua bank syariah, dan lima bank konvensional yang memberi pelayanan. “Kalau yang antre konsisten mengambil nomor di satu bank saja, tidak akan terjadi kericuhan seperti ini,” ujarnya.


Kemarin, pelayanan baru dimulai sekitar pukul 15.10. Namun, warga sudah menanti sejak pukul 13.00. Berbeda dengan suasana kali pertama pada Sabtu lalu (19/5) di tempat sama, kemarin jumlah peminatnya lebih banyak.


Sampai sekitar pukul 14.00 sejatinya suasana masih tertib. Petugas pun mulai mengarahkan warga untuk antre dengan berbaris di lapangan dekat Terminal SLG. Namun ketika mobil bank layanan kas keliling memasuki lapangan, beberapa orang keluar dari barisan. Mereka bergegas menuju kendaraan itu. Di sanalah awal kericuhan terjadi.


“Saya kesal, sudah antre sejak jam 13.00 siang tapi malah tidak dapat nomor antrean,” terang Sutiyah, warga Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.


Dia mengaku, sudah tertib antre dengan berbaris. Namun ternyata nomor gilirannya diambil orang lain. Itu terjadi saat situasi ricuh. Ke depan, ibu dua anak ini berharap, agar kericuhan tidak terjadi lagi. Sehingga penukaran uang baru tertib. “Kalu seperti ini terus ya yang ibu-ibu kalah dengan bapak-bapak yang badannya gede,” paparnya pada Jawa Pos Radar Kediri.


Untuk diketahui, pihak bank membatasi nominal penukaran. Setiap orang hanya dijatah maksimal Rp 3,7 juta. Itu terdiri atas pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu.


Pada periode kedua kemarin, Beny mengatakan, BI menyediakan dana Rp 3,3 miliar untuk penukaran uang baru dengan layanan kas keliling. “Tidak perlu berebut untuk mendapat nomor antrean. Bila tidak dapat, silakan tukar uang baru di bank-bank pada 28 Mei serentak,” pungkasnya sambil tersenyum. 

Editor : adi nugroho
#uang