Memberi makan kelinci dengan wortel? Tentu bukan hal aneh. Tapi, bagaimana bila kelinci-kelinci imut itu diberi makanan berupa daun bambu? Hal inilah yang jadi eksperimen dari Leonaldo Ismoyo Jati.
Ahmad Musthafa Al Qahhar
Budi daya kelinci sudah tidak asing lagi di masyakat. Termasuk di Kediri. Meningkatnya kebutuhan daging kelinci membuat muncul peternak-peternak hewan pemakan wortel ini.
Salah satunya adalah Leonaldo Ismoyo Jati. Mahasiswa jurusan peternakan Universitas Islam Kadiri. Saat ini, pemuda yang karib disapa Dodo ini sudah memiliki kelinci sebanyak 40 ekor.
“Kelinci-kelinci ini dijual sebagai pedaging. Untuk bahan pembuatan abon,” jelas mahasiswa semester tujuh ini.
Kelinci-kelinci itu ditempatkan Dodo dalam kandang di halaman samping rumah. Beberapa unit kandang dia miliki. Satu unit terdiri dari empat kotak ukuran 50 cm x 60 cm. Di tiap kotak itulah seekor kelinci dia tempatkan.
Dodo kemudian menggemukkan kelinci itu hingga memenuhi berat dan ukuran yang diinginkan. Sebelum dia sembelih sebagai bahan membuat abon daging kelinci.
Nah, yang menarik adalah cara Dodo membesarkan ukuran kelinci pedagingnya. Tentu dengan memberi makan. Tapi, bukan dengan wortel maupun rumput layaknya kelinci lain. Dodo memberi makan kelinci piaraannya itu dengan daun bambu jenis petung.
“Masih dalam proses penelitian. Tapi sudah saya terapkan,” terang Dodo.
Eksperimen yang dia lakukan bukan tanda dasar. Ilmunya dia peroleh dari dosennya, Mubarok Akbar. Menurutnya, daun bambu petung memiliki serat kasar. Yang bagus untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi kelinci pedaging.
“Tapi tidak semua daun bambu. Yang baik jenis daun bambu petung ini,” jelas Dodo.
Menurut Dodo, daun bambu petung memiliki kandungan karbohidrat yang berlimpah. Dengan pengolahan, sangat baik sebagai pakan kelinci.
Proses pengolahannya pun tak memakan waktu lama. Daun bambu petung yang sudah kering dihaluskan. Dijadikan tepung dengan menggunakan mesin penghalus. Setelah lembut kemudian dipres. Setelah sebelumnya dicampur dengan sedikit konsentrat.
Memang, Dodo mengakui, upayanya itu masih sebatas eksperimen. Namun, ternyata, bagus dan cocok dia terapkan di ternak miliknya sendiri. Nah, karena belum pernah diteliti secara keilmuan, Dodo pun ingin melakukannya. Menjadi bahan penelitian untuk skripsinya semester depan.
“Dari praktiknya bagus. Makanya saya buat judul untuk penelitian dalam skripsi,” terangnya.
Dodo menjabarkan, daun bambu petung bermanfaat bagi peningkatan berat badan kelinci. Sebab, setiap daun bambu petung kering terdapat kandungan karbohidrat. Dalam prosesnya karbohidrat tersebut menjadi lemak yang bisa menambah bobot tubuh kelinci.
Dengan metode baru yang kini dia uji cobakan itu, Dodo pun bisa lebih mudah merawat kelinci-kelincinya. Dia tak perlu lagi mencari rumput untuk pakan. Dia juga tak perlu membeli ampas tahu ataupun konsentrat yang banyak. Yang berarti bisa memangkas biaya perawatan kelinci.
Apalagi daun bambu petung relatif mudah ditemukan di sekitar rumahnya, di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. “Daun bambu petung mudah dicari. Dan tak perlu membeli,” ujarnya.
Editor : adi nugroho