KEDIRI KABUPATEN- Langkah cepat dilakukan manajemen Bank BRI. Mereka segera memproses pengembalian uang nasabahnya yang raib. Setidaknya, 33 nasabah yang melaporkan kehilangan uang telah diganti. Sementara, sisanya masih dalam proses.
Menurut Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan, pihak Bank BRI sudah melakukan pengembalian uang kepada 33 nasabah Kantor Cabang Unit (KCU) Ngadiluwih. Mereka ini adalah korban yang melaporkan kasusnya pada Senin (12/3). Sementara, untuk 54 nasabah yang baru melaporkan kehilangan uang sehari setelahnya, pengembalian uangnya masih dalam proses.
“Kemungkinan hari ini (kemarin, Red),” terang Erick.
Elvina Akhiru, nasabah asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadiluwih, mengatakan uangnya sudah kembali seperti semula. Yakni senilai Rp 1,5 juta. Sama seperti sebelum mendapat notifikasi SMS misterius. “Uangnya sudah kembali seperti semula,” ujar Elvina.
Hal serupa juga dikatakan oleh nasabah yang lain. Di antaranya adalah Mujiyat. Nasabah asal Desa Ngadiluwih ini sempat kehilangan uang sebanyak Rp 10 juta. Namun, saat ini telah diganti oleh pihak bank.
Sementara, Atik Rohmawati, mengatakan belum mendapat penggantian dari bank. Warga Perumahan Proborini Asri ini memang baru melapor kehilangan uang pada Selasa (13/3). “Masih proses kata petugas bank,” sebutnya.
Sementara itu, Bank BRI menegaskan telah melakukan upaya untuk menjaga transaksi nasabahnya dari kejahatan duplikasi kartu melalui skimming. Sistem keamanan dari segi teknologi informasi (IT) menjadi fokus utama mereka saat ini. Dengan melakukan enhancement keamanan di teknologi e-channel BRI. “Kenyamanan nasabah menjadi fokus kami. Dan kami pun mengimbau agar nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan dalam menggunakan layanan Bank BRI,” kata Sekretaris Perusahaan Bambang Tribaroto, melalui press release yang diterima Jawa Pos Radar Kediri.
Menurut Bambang, interaksi dengan nasabah adalah hal fundamental bagi bank. Karena itu BRI akan memberikan edukasi kepada nasabah. Terutama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam transaksi perbankan.
Menilik pada dugaan skimming yang terjadi di Kediri, Bambang menjelaskan bahwa Bank BRI telah menyelesaikan investigasi internal secara cepat. Dan seluruh dana nasabah yang hilang telah dikembalikan secara penuh.
Bambang menerangkan, BRI terus mengimbau nasabah agar mengganti PIN secara berkala untuk melindungi transaksinya. Juga, BRI sudah menampilkan tayangan pada layar ATM. Berupa imbauan untuk menutupi dengan tangan saat memasukkan PIN. Nasabah juga diimbau mengaktifkan SMS notifikasi sehingga dapat langsung mengetahui apabila terjadi kejanggalan transaksi pada rekening. Juga, nasabah diminta meng-install BRI Mobile yang memiliki fitur disable card. Yang memungkinkan nasabah menon-aktifkan rekening langsung dari handphone.
Sementara itu, ahli IT dari Politeknik (Poltek) Kediri Andika Kurnia mengingatkan agar nasabah lebih peduli dan sadar dengan kondisi rekening banknya. Sehingga, kejadian menjadi korban penipuan ini tidak akan terulang.
Menurut Andika, kasus usaha penipuan seperti yang dialami para nasabah Bank BRI di Ngadiluwih bisa dicegah jika nasabah lebih awas dalam melakukan transaksi keuangan. Khususnya saat pengambilan di mesin ATM. Kasus seperti skimming ini bisa dicegah kalau nasabah mengecek kondisi mesin ATM. “Cek bagian keypad dan bagian memasukkan kartu ATM,” saran Andika.
Kedua posisi tersebut, jelas Andika yang paling rentan disisipkan tempelan skimmer dan kamera kecil. Jika mesin clear dari tambahan alat, kedua tempat itu dalam posisi kuat. “Karena hanya ditempelkan, kalau dipegang dan digoyang-goyangkan pasti bergerak-gerak,” jelasnya.
Saran selanjutnya adalah memilih mesin ATM yang ada penjaganya. Biasanya di lokasi bank bersangkutan atau di tempat-tempat ramai. Andika menjelaskan bahwa biasanya pelaku membutuhkan waktu cukup lama untuk menempelkan tambahan peralatan dan aksesoris untuk merekam data. Karena itu, para pelaku akan lebih nyaman memilih mesin ATM yang berada di tempat sepi yang minim pengawasan.
Jika terpaksa menggunakan mesin ATM di tempat sepi, Andika menyarankan pengecekan intensif dilakukan terlebih dulu sebelum memulai pengambilan uang.
Untuk mencegah penipuan dengan cara lain, satu saran yang diberikan untuk para nasabah. Yaitu secara periodik mengganti nomer PIN dari kartu ATM. Ini untuk mencegah pelaku menggunakan rekaman data yang lama.
Sementara itu, dugaan adanya duplikasi data kartu ATM melalui mesin ATM kembali muncul. Menurut seorang petugas dari kepolisian, ada salah satu ATM yang ternyata disisipi alat berupa laser di mesin ATM. Laser itulah yang menurut sumber itu digunakan untuk menduplikasi data nasabah.
“Meskipun saat itu bahkan kita ada di luar negeri, laser pendeteksi itu bisa melakukan penyedotan uang. Karena PIN-nya sudah direkam,” ujar polisi yang enggan disebutkan namanya ini.
Namun, informasi ini masih sulit dicari konfirmasinya. Saat Jawa Pos Radar Kediri mencoba menanyakan pada petugas yang memeriksa salah satu mesin ATM di Ngadiluwih, mereka enggan berkomentar. Petugas itu menyarankan agar meminta konfirmasi langsung ke Pimpinan Cabang BRI.
Sampai saat ini, pihak Polres Kediri terus menyelidiki kasus tersebut. Mereka bekerjasama dengan Polda Jawa Timur. “Masih dilakukan penyelidikan,” aku Kasatreskrim AKP Hanif Fatih.
-
Editor : adi nugroho