Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Serambi Lirboyo, Wadah Alumni yang Punya Puluhan Ribu Follower

adi nugroho • Jumat, 9 Maret 2018 | 17:35 WIB
serambi-lirboyo-wadah-alumni-yang-punya-puluhan-ribu-follower
serambi-lirboyo-wadah-alumni-yang-punya-puluhan-ribu-follower


Meskipun bukan akun resmi dari Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, ternyata akun Instagram ini justru punya banyak pengikut. Jumlahnya bahkan mengalahkan akun-akun resmi dari ponpes yang ada di Kelurahan Lirboyo tersebut.


 


MOHAMMAD SYIFA


 


“Wong wedok kui kudu ngalim dewe, ojo dadi bunyai Mudhof ilaih, surgo nunut neroko katut,”. Begitulah bunyi caption salah satu foto di akun Instagram @serambilirboyo yang diunggah kemarin. Tidak hanya mengunggah foto dan caption singkat, dalam setiap unggahan foto selalu diikuti dengan berbagai keterangan.


Keterangan itu bisa berupa hadits atau penjelasan-penjelasan dari berbagai kitab. Temanya bisa beragam. Mulai dari fiqih sehari-hari hingga isu-isu menarik lainnya.


Namun, unggahan yang paling utama dari akun tersebut sebenarnya adalah terkait dengan kegiatan yang ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo. Tidak hanya kegiatan belajar-mengajar di pondok, melainkan hal-hal unik lainnya yang terjadi di pondok yang mungkin jarang diketahui oleh masyarakat luas.


“Akun serambilirboyo hanyalah akun biasa. Mboten spesial,” ujar Ahmad Fahrurrozi, admin atau pengelola akun @serambilirboyo kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Fahrurrozi sendiri awalnya sebenarnya ‘malu-malu’ dan enggan mengungkap identitasnya saat wartawan koran ini hendak mencari tahu siapa pengelola akun tersebut. Lelaki yang juga merupakan alumni Ponpes Lirboyo 2011 tersebut ingin apa yang dia lakukan benar-benar tidak diketahui orang lain.


Menurut dia, akun media sosial tersebut sengaja dibuat dari ide yang sangat sederhana. Yakni bermula dari adanya rasa cinta terhadap pesantren, masyayikh, dan rasa eman. “Eman  kalau dawuh dari para masyayikh Lirboyo tidak disebarluaskan,” sambung alumni yang kini tinggal di Magelang tersebut.


Menurut dia, ada banyak akun-akun yang sebenarnya membagikan petuah dari para ulama. Namun, akun @serambilirboyo ini mengkhususkan untuk menyebarluaskan dawuh dari ulama Lirboyo. Harapannya, agar orang tua yang melihat pesan-pesan itu akhirnya tertarik untuk memondokkan anaknya.


Lantas, kapan akun tersebut mulai dibentuk? Menurut Fahrurrozi, awalnya dia hanya membuat akun Facebook yang saat ini sudah dikelola langsung oleh pihak pondok. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, muncul Instagram. Dari situlah lantas berinisiatif untuk membuat akun @serambilirboyo.


Menariknya, kata Fahrurrozi, akun tersebut sebenarnya bukanlah akun resmi yang dibuat oleh pengurus pondok. Melainkan, hanyalah akun untuk mewadahi para alumni yang sekiranya ‘kangen’ dengan suasana di pondok. “Kalau pengurus pondok dan lembaga punya akun tersendiri,” tandas lelaki 29 tahun itu.


Menariknya, dari pantauan wartawan koran ini, justru akun @serambilirboyo ini memiliki jumlah follower yang lebih banyak dibanding akun-akun Lirboyo lainnya. Akun @serambilirboyo kini punya 84.900 pengikut. Angka itu lebih besar jika dibandingkan akun @pondoklirboyo yang mencapai 22.900 pengikut.


Selama ini, hanya Fahrurrozi yang mengelola sendiri akun tersebut. Kendati demikian, dia punya rekan-rekan yang ada di Ponpes Lirboyo yang rutin untuk ‘setor’ foto-foto. Karena itulah, meskipun dikelola dari jauh, akun tersebut selalu mendapatkan foto atau gambar yang update.


Akun itu sendiri mulai dibuat pada 2016 lalu. Saat itu dibuat satu hari jelang peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 20 Oktober. Dari situlah lantas akun tersebut terus meningkat jumlah pengikutnya. “Kebetulan sejak masih di rumah, saya memang sudah suka dengan media sosial,” lanjutnya.


Bagi dia, ada rasa suka tersendiri bisa mengelola akun tersebut. Pasalnya, sejak kecil dia memang sudah bercita-cita untuk mondok. Karena itulah, pada tahun 2000 dia langsung mondok di Lirboyo dan ternyata kerasan hingga lulus di 2011.


Ke depan, Fahrurrozi berharap agar akun tersebut bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Terutama dalam hal menyebarkan kebaikan kepada masyarakat, terutama para alumni Lirboyo.

Editor : adi nugroho
#kediri #lirboyo