Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Keluhkan Kondisi Lantai Dua Pasar Kandangan

adi nugroho • Rabu, 7 Maret 2018 | 02:16 WIB
pedagang-keluhkan-kondisi-lantai-dua-pasar-kandangan
pedagang-keluhkan-kondisi-lantai-dua-pasar-kandangan



KEDIRI KABUPATEN - Kondisi lantai dua Pasar Kandangan ternyata sangat memprihatinkan.  Pedagang tidak hanya menghadapi sepinya pembeli, tetapi juga atap bocor dan banyaknya kotoran burung yang berbau tidak sedap. Kondisi itulah yang membuat pedagang enggan meneruskan sewa.


“Kami semua yang harus memberesi. Nambal kios bocor sampai pasang jala,” tutur Nuning, 45, salah satu pedagang di lantai dua.


Jala itu digunakan untuk mencegah kotoran burung yang bersarang di atap kios jatuh ke dalam toko. Kalau tidak begitu bau busuk yang menyengat mengganggu para pedagang dan pembeli.


Tak hanya itu, para pedagang juga harus berupaya sendiri mengundang para pembeli agar mau naik ke lantai dua. Disebutkan oleh Nuning, para pedagang di lantai dua harus membeli pagar di sekitar tangga agar jalan masuk tidak tertutupi parkir kendaraan. Untuk membeli pagar itu, mereka harus merogoh dari kantong sendiri.


Karena itulah, Nuning meminta pemerintah membedakan kondisi para pedagang di lantai satu dengan lantai dua. “Kalau lantai satu itu biar sepi tetap ada pembeli yang lewat. Tapi, kalau lantai dua, sepi ya sepi. Tidak pernah ada yang lewat,” keluhnya.


Bahkan, seringkali selama tiga minggu tidak ada pembeli yang melewati. Inilah yang membuat para pedagang menjadi keberatan. “Kalau bisa (omset) muter, pasti kami membayar cicilan (angsuran) dengan lancar,” tegasnya. Karena kondisi yang tidak menentu inilah dia memilih tidak melunasi tunggakan. Dan memilih berjualan di luar pasar.


Seperti diketahui, di Pasar Kandangan, terjadi penyegelan 70 tempat jualan yang terdiri dari kios dan los. Nilai tagihan sewa kios yang tertunggak diperkirakan mencapai Rp 770 juta. Beberapa pedagang bahkan tidak mau membayar sejak pertama kali mendapatkan tempat jualan pada 2004 lalu.


Pembayaran angsuran ini dimulai sejak Pasar Kandangan dibangun pada 2004 dengan menggunakan pinjaman dana dari Kementerian Keuangan. Setiap pedagang diberi tenggang waktu selama 10 tahun untuk melunasi sewa tempat jualan tersebut. Tenggang waktu itu berakhir pada 31 Desember 2017 lalu.


Besaran tunggakan ini memperpanjang daftar tunggakan sewa kios yang harus ditanggung dari pasar-pasar yang ada di Kabupaten Kediri. Data dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, total terdapat Rp 1,2 miliar dari enam pasar. Yaitu Pasar Pamenang Pare, Pasar Sayur Pare, Pasar Bogokidul Plemahan, Pasar Wates, Pasar Pare Lama, Pasar Gringging, dan Pasar Kras.


Mengenai kondisi Pasar Kandangan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Didi Eko Cahyono mengatakan kalau pihaknya masih akan menelaah dan berdiskusi dengan tim-tim dari dinas terkait. Mengenai kondisi para pedagang di Pasar Kandangan, Didi mengaku sudah menerima informasi. Hanya saja, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi dengan pemenuhan retribusi dari para pedagang yang ada.


“Kami saat ini masih meneruskan program sebelumnya,” terangnya.


Yang dimaksud Didi adalah sebelumnya pengelolaan pasar berada di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Saat itu diputuskan untuk tidak ada lagi perpanjangan angsuran tempat jualan di Pasar Kandangan. Sementara mulai Januari 2018, pengelolaan baru di bawah Dinas Perdagangan.


 


 


Kondisi Lantai Dua Pasar Kandangan


-         Atap Kios Bocor Parah


-         Penuh Kotoran Burung


-         Hanya sekitar 15 Tempat Jualan yang Buka


-         70 Kios dan Los Disegel


 

Editor : adi nugroho
#kediri