KEDIRI KABUPATEN – Setelah tiga hari dilakukan pencarian di seputar Sungai Brenggolo hingga penyisiran Sungai Brantas, akhirnya jasad Ari Sulistiyo, 26, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo ditemukan di Bendungan Gerak Waruturi Gampengrejo. Dia ditemukan kemarin pagi (8/2) sekitar pukul 08.00 oleh petugas bendungan saat mengecek debit air.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, penemuan ini bermula saat salah satu petugas bendungan pagi itu hendak melakukan pengecekan rutin di sekitar bendungan. Saat mengecek bendungan sisi timur, petugas terkejut saat melihat mayat tengkurap dengan menggunakan kaus kuning. Mengetahui hal itu kemudian petugas meminta bantuan petugas lain untuk bekoordinasi dengan Polsek Mojo. “Petugas bendungan menghubungi kami. Langsung kami meluncur ke sana,” ujar Kapolsek Mojo AKP Wahana melalui Kasi Humas Polsek Mojo Aiptu Aditya.
Bersama dengan Tim SAR gabungan, petugas pun langsung datang dan mengevakuasi santri asal Desa Bobang, Kecamatan Semen yang ada di bendungan tersebut. Kemudian setelah diangkat, jenazah Ari oleh petugas langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan visum. “Setelah dibawa ke rumah sakit dan dilakukan pengecekan. Dipastikan bahwa identitas mayat yang ditemukan di bendungan itu adalah santri yang hilang itu,” ungkapnya.
Untuk diketahui, insiden nahas ini terjadi Selasa sore saat Ari beserta ketiga santri asal Gresik yaitu Kusuyi, 23, Junaidi, 20, dan Luk’ayi, 23, mandi di sungai sekitar Dam Brenggolo. Saat awal mereka mandi, arus sedang tenang. Namun beberapa saat tiba-tiba arus sungai deras dan menyeret keempat santri Lirboyo tersebut. Beruntung Junaidi dan Luk’ayi berhasil menyelamatkan diri. Namun nahas Kusuyi tidak bisa diselamatkan dan ditemukan tewas pada Selasa sore. Sedangkan jasad Ari baru kemarin pagi ditemukan.
Editor : adi nugroho