Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jadi Perhatian karena Pakai Helm di Lokasi Wisata

adi nugroho • Rabu, 7 Februari 2018 | 03:19 WIB
jadi-perhatian-karena-pakai-helm-di-lokasi-wisata
jadi-perhatian-karena-pakai-helm-di-lokasi-wisata


Bagi anggota komunitas HLN, helm adalah segalanya.  Mereka tidak sekadar mengoleksi pelindung kepala untuk pengendara itu. Para anggota juga ikut mengampanyekan safety riding dengan menggunakan helm full face ke mana pun pergi.


 


ANWAR BAHAR BASALAMAH


 


Video berdurasi 12,26 menit itu merekam kegiatan komunitas Helmet Lovers Nganjuk (HLN) di Objek Wisata Air Terjun Sedudo. Sejumlah pemuda berjaket tengah berkumpul di depan air terjun. Tanpa melepas helm full face (teropong) yang dikenakan, mereka berswafoto. Satu orang di antaranya terus merekam semua aktivitas di sana


Dalam salah satu percakapan di video, anggota HLN ingin melihat ‘wajah baru’ objek wisata di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan itu setelah direnovasi. Sebelumnya, video yang di-upload di youtube pada 30 Januari lalu itu juga mendokumentasikan perjalanan mereka ke Sedudo.


“Kami selalu dokumentasikan lewat vlog,” kata Muchsin Maulana Syifa, anggota HLN membuka pembicaraan.


Kebetulan, Donald, salah satu anggota HLN adalah seorang vlogger. Makanya, setiap kali sunmori –sebutan lain touring- mereka selalu membawa kamera action ke mana pun pergi. Selama perjalanan, kamera ditaruh di dekat helm. “Sudah banyak sunmori yang diunggah ke youtube,” ungkap pemuda 21 tahun ini.


Bisa dibilang, komunitas ini baru seumur jagung. Secara resmi, HLN baru terbentuk pada 10 Desember 2017. Pendirinya tiga orang. Selain Asyif –panggilan Muchsin Maulana Syifa, Tomi dan Hanif.


Pertemuan ketiganya pun tak disengaja. Adalah pedagang stiker helm di


depan Gedung Juang 45 Jl dr Soetomo Nganjuk yang jadi tempat perkenalan. Asyif tertarik dengam helm yang digunakan Tomi. “Helm bagus dan banyak stikernya,” kenang Asyif.


Karena sejak awal menyukai helm, Asyif lalu mengajak Tomi berkenalan. Gayung bersambut. Mereka punya kesenangan yang sama. Sejak saat itulah mereka sepakat membentuk HLN bersama Hanif, teman Tomi. Untuk diketahui, selain di Nganjuk, pecinta helm juga tersebar di beberapa kota lain di Indonesia dengan nama Helmet Lovers.


Untuk menarik pecinta helm lain di Nganjuk, mereka lalu membuat grup facebook (FB) dan instagram (IG). Beberapa kali, Asyif juga menggugah berbagai merek helm teropong di media sosial (medsos). “Respons yang kami terima bagus. Banyak yang gabung,” bebernya.


Sejak berdiri sekitar 3 bulan lalu, jumlah anggota grup FB kini mencapai 300 akun. Sementara anggota yang sering ikut sunmori berkisar 10 – 15 orang. Sanpai saat ini, HLN sudah melakukan sunmori sebanyak tiga kali.


Selain di Air Terjun Sedudo, mereka juga pernah mengunjungi Kweden River Park (KRP) di Kecamatan Ngetos dan air merambat Roro Kuning di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. “Yang lain touring ke luar kota. Biasanya dapat undangan dari komunitas lain,” ungkap pria yang tinggal di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk ini.


Bagi HLN, agenda sunmori adalah momentum yang tepat untuk mengampanyekan misi mereka membentuk komunitas. Salah satunya, mengenalakan safety riding ke mana pun pergi setiap kali berkendara. Makanya, mereka jarang sekali melepas helm begitu di tempat tujuan. Dengan begitu, pengunjung di lokasi tujuan akan tertarik untuk melihat mereka.


Di samping tetap mengenakan helm, mereka juga sudah menyiapkan stiker dari rumah. Mereka lantas membaginya kepada pengunjung. Terkadang, anggota HLN juga menempelkan stiker komunitas di tempat-tempat strategis. “Tentu saja kami izin dulu,” kata pemuda yang bekerja sebagai tata usaha (TU) di SMK PGRI 2 Nganjuk ini.


Menurut Asyif, tidak sulit untuk bergabung menjadi komunitas HLN. Yang penting, mereka punya motor dan helm teropong. Untuk merek helm, tidak menjadi syarat mutlak. Bahkan, setiap anggota punya helm kesukaan masing-masing. “Yang penting helm-nya SNI (standar nasional Indonesia),” imbuhnya.


Beberapa merek helm yang dimiliki anggota HLN di antaranya adalah BMT, INK, NHK, Supermoto, KYT dan AGV. Yang membedakan dengan helm lain, biasanya anggota HLN suka menempelkan stiker-stiker helm dan motor. Sehingga helm menjadi lebih berwarna.


Selain itu, anggota juga suka mengoleksi helm. Di rumah mereka punya lebih  dari 2 helm. Karena itu, mereka sering menggunakannya secara bergantian. Untuk menjaga kesolidan anggota komunitas, mereka juga sering mengadakan kopi darat (kopdar) setiapa akhir pekan.


Biasanya, kopdar digelar di salah satu markas mereka di dekat alun-alun Berbek. Kebetulan, ada rumah anggota yang juga penjual helm beralamat di sana.


Kopdar dimulai sekitar pukul 20.00. Selain kongkow bareng, mereka juga membahas beberapa agenda sunmori. Saat kopdar pula, para anggota menyetorkan uang iuran untuk kebutuhan komunitas. “Kami kopdar bisa sampai dinihari,” urainya.

Editor : adi nugroho
#sedudo #kota angin #nganjuk