Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Alihkan Karyawan ke Divisi yang Lain

adi nugroho • Selasa, 6 Februari 2018 | 02:24 WIB
alihkan-karyawan-ke-divisi-yang-lain
alihkan-karyawan-ke-divisi-yang-lain


KEDIRI KOTA- Lesunya bisnis pasar ritel juga berdampak pada karyawan di sektor tersebut. Keputusan paling buruk adalah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sedangkan kemungkinan lain bisa dengan mengalihkan karyawan ke divisi yang lain.


Seperti yang dilakukan oleh pihak manajemen Ramayana Kediri misalnya. Sejak supermarket Robinson ditutup tahun lalu, manajemen harus mencari solusi untuk penataan karyawannya.


“Kebetulan majanemen memutuskan mengalihkan karyawan supermarket ke department store,” kata Manajer Merchandise Control Department Ramayana Kediri Riawanto kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Saat supermarket dinyatakan tutup, menurut dia, tidak sepenuhnya karyawan diberhentikan. Pihak manajemen memindahkan mereka ke department store. “Misalnya untuk kasir, kami buat jadwalnya bergiliran,” sambung Riawanto seraya menyebut bahwa total karyawan Ramayana Kediri sampai saat ini mencapai sekitar 200 orang.


Dengan demikian, penutupan supermarket Robinson sebenarnya tidaklah terlalu berpengaruh pada kebutuhan karyawan di Ramayana Kediri. Termasuk dengan kondisi ritel yang sedang lesu seperti saat ini, jumlah karyawan di Ramayana Kediri masih relatif tidak ada pengurangan.


Lain ceritanya dengan manajemen Pasaraya Sri Ratu yang memang benar-benar harus memberhentikan para karyawannya. Dengan ditutupnya department store maka tidak ada lagi unit usaha pasar modern tersebut yang tersisa.


“Mau bagaimana lagi. Memang harus diberhentikan,” kata Manajer Department Store Pasaraya Sri Ratu Hengky Indra Prasetya.


Menurut Hengky, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dan pertemuan dengan dinas terkait dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri sebelum benar-benar memberhentikan para karyawan. Tujuannya, untuk memastikan bahwa hak-hak para karyawan bisa terpenuhi sesuai dengan aturan yang ada.


Seperti diberitakan, Pasaraya Sri Ratu harus memberhentikan sekitar 90 orang karyawannya setelah pada 31 Januari 2018 lalu unit usaha department store resmi ditutup. Sedangkan untuk Ramayana, meskipun terjadi penurunan pengunjung dan penutupan supermarket Robinson, memilih untuk tetap mempertahankan para karyawannya.


Sementara itu, para pengusaha di Kediri masih optimistis penutupan pasar ritel tersebut tidak akan terlalu berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di wilayah Kota Kediri. Karena masih ada kemungkinan para karyawan tersebut diserap ke sektor lainnya.


“Selain itu, jumlah karyawan yang ada tidaklah terlalu besar,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Kediri Muhammad Solikhin.


Dia mengatakan, sudah saatnya Kota Kediri fokus pada bisnis start up, terlebih Pemkot Kediri juga menyatakan komitmennya untuk memfasilitasinya. Bisnis tersebut, lanjut Solikhin, relatif lebih aman dalam menghadapi berbagai gempuran ekonomi.


“Karena itu, para karyawan tersebut bisa beralih menjadi pengusaha yang mandiri dan memulai bisnis tersendiri,” tandasnya.


 

Editor : adi nugroho
#ritel