Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dibunuh! Motor Wahyu Dijual di Tulungagung

adi nugroho • Senin, 5 Februari 2018 | 23:34 WIB
dibunuh-motor-wahyu-dijual-di-tulungagung
dibunuh-motor-wahyu-dijual-di-tulungagung


KEDIRI KABUPATEN– Penyidik masih mendalami pemeriksaan Moh. Ubaitul Anas, 25, tersangka pembunuhan Achmat Wahyu Sobirin, 26, penjaga rental playstation (PS) di Jimbun, Pule, Kandat. Kemarin, proses penyidikan terfokus pada beberapa barang bukti (BB) yang menguatkan motif perampokan dalam pembunuhan sadis tersebut.



          Dari pengembangan penyidikan itu, terungkap sejumlah barang yang dirampok tersangka asal Dusun Ngadirejo, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih tersebut telah dijual. Sementara lainnya ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara.



Di antara barang bukti itu adalah dompet, handphone (HP), kacamata ber-frame cokelat, dan sepeda motor Jupiter Z milik korban, Achmat Wahyu Sobirin. Kemudian, satu unit playstation (PS-3) dan uang Rp 1,5 juta yang dicuri Anas dari rental adalah milik Hendra, 31, pemilik warnet dan rental PS asal Desa/Kecamatan Ngadiluwih.



“Rata-rata barang-barang itu sudah kita temukan Mas. Dan ini kita jadikan BB (barang bukti) dalam kasus tersebut,” terang sumber internal dari Polres Kediri.



Anas sejatinya telah dimintai keterangan oleh petugas Polsek Kandat pada Rabu silam (31/1). Namun, kala itu statusnya masih sebagai saksi. Pemuda ini adalah pelanggan rental yang kali terakhir bertemu dengan Wahyu.



Anas baru pulang sebelum rental itu ditutup pada Selasa tengah malam (23/1). Itu sehari sebelum Wahyu ditemukan tewas terbakar di tengah kebun tebu Desa/Kecamatan Kandat, Rabu sore (24/1). Kondisi jasadnya setengah telanjang, tanpa celana.



Ketika diinterogasi pada pemeriksaan pertama itu, Anas masih mengelak. Dia mengaku setelah main game PS langsung pulang. Polisi pun terus mendalami penyelidikannya. Sampai akhirnya, tim satreskrim menemukan bukti yang menguatkan keterlibatan Anas dalam pembunuhan Wahyu. “Dia (Anas) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat lalu (2/2). Pelaku ini diamankan dari rumahnya,” ungkap anggota polisi ini.



Terkait barang bukti yang menguatkan motif perampokan tersebut, sumber ini menyebut, rata-rata sudah tidak berada di rumah Anas. Saat petugas menggeledah kediaman pemuda yang bekerja serabutan itu tidak menemukannya.



Sebab, sebagian memang telah dijual. Terutama barang yang berharga. Seperti sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah marun milik Wahyu misalnya. Setelah dilacak, petugas akhirnya menemukan kendaraan itu di Tulungagung. “Tersangka telah menjualnya seharga Rp 1,5 juta,” bebernya.



Sepeda motor inilah yang menjadi kunci petunjuk pengungkapan kasus pembunuhan Wahyu. Sebab begitu polisi menemukan keberadaan kendaraan roda dua itu, mereka mendapat informasi yang menjadi titik terang siapa penjualnya.



Temuan barang bukti tersebut mendekatkan penyelidikan petugas pada pelaku pembunuhan. “Selain dari saksi-saksi yang mengarah pada Anas. Kita telusuri asal-usul kendaraan itu hingga mengarah kepada dia juga,” paparnya.



Tidak hanya itu, sumber ini mengungkapkan bahwa tersangka juga mengaku telah mengambil uang di laci meja operator warnet dan rental PS. Hanya saja, uang tunai sebesar Rp 1,5 juta itu terburu habis lantaran telah dibelanjakan Anas.



Kepada polisi, tersangka yang telah memiliki satu anak ini mengaku menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan acara selamatan ibunya pada Kamis (25/1). Selamatan itu memperingati seribu hari meninggalnya ibu Anas. Tepat sehari setelah dia menghabisi Wahyu.



“Uang tunai yang dicuri sudah dia gunakan untuk keperluan selametannya itu,” terangnya.



Lantas bagaimana dengan barang bukti PS-3 dan HP? Apakah juga ikut dijual oleh tersangka? Ketika ditanyakan soal itu, sumber di Polres Kediri ini masih belum membeberkan. Termasuk barang bukti dompet dan kacamata Wahyu. Di mana ditemukan? Dia belum memberikan penjelasan lebih detail.



Termasuk soal celana Wahyu yang tak dikenakannya ketika jasadnya ditemukan. Barang bukti itu sempat hilang. Namun, akhirnya celana ini ditemukan polisi. Lokasinya ternyata juga tidak jauh dari lahan tebu. Namun, agak jauh dari penemuan mayat Wahyu. Jaraknya sekitar 1 kilometer (km) dari TKP.



Diduga kuat tersangka sengaja membuangnya. Upaya itu ditengarai untuk menghilangkan jejak. “Celananya dibuang agak jauh dari TKP,” urainya.



Penemuan celana yang jauh dari TKP inilah yang masih menjadi kecurigaan polisi. Karena jika hanya untuk merampas barang berharga hingga membunuh korban, mengapa Wahyu harus ditelanjangi? Sehingga ketika ditemukan, jasadnya hanya berkaus putih dan bercelana dalam yang telah melorot.



“Untuk masalah ini juga masih kita dalami Mas,” terang sumber koran ini.



Menanggapi penangkapan Anas hingga fokus proses penyidikan mengumpulkan barang bukti ini, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih Wicaksono masih enggan berkomentar lebih jauh. Alasannya, karena hingga kemarin pihaknya masih mengumpulkan keterangan-keterangan dari tersangka. Terutama motifnya melakukan perampokan hingga pembunuhan.



Kendati begitu, Hanif membenarkan bahwa timnya telah menangkap tersangka pembunuhan sadis tersebut. “Iya Mas, tapi lengkapnya nanti saja saat kita rilis kasusnya,” tegas perwira Polri ini.



Seperti diketahui, Anas ditangkap polisi pada Jumat sore (2/2). Dari pengakuannya, dia nekat membunuh Wahyu karena kepepet butuh uang untuk biaya selamatan seribu hari ibunya. Selain itu, dia malu dengan mertuanya jika tidak menggelar selamatan.



Makanya, pada malam kejadian itu – saat Anas menyewa PS di rental yang dijaga Wahyu –timbul niat merampoknya. Niat jahat itu dia wujudkan setelah rental PS Juventus tersebut akan tutup, Rabu dini hari. Berdalih minta tolong diantar pulang, Anas memperdaya Wahyu yang memboncengnya dengan sepeda motor.



Di area persawahan tebu Desa/Kecamatan Kandat, Anas meminta Wahyu menghentikan motornya. Di sanalah dia menghabisi penjaga rental PS tersebut. Wahyu dipukuli bertubu-tubi. Kemudian merampas motor, HP, dan dompetnya. Sadisnya, korban yang masih bujangan itu juga dibakar.



 



Barang Bukti Kasus Mayat Terbakar



Barang                           Temuan Polisi



Motor Yamaha Jupiter Z         Dijual di Tulungagung



Kacamata Wahyu          Ditemukan di TKP lahan tebu



Celana Wahyu               Ditemukan 1 km dari TKP jasad korban



Uang Rp 1,5 juta           Dibelanjakan untuk selamatan ibu Anas



Handphone                              -



Dompet                                   -



Satu unit PS-3                         -                 



 



 



 



Editor : adi nugroho
#kandat #pembunuhan #anak #korban