KEDIRI KOTA– Kasus dugaan penganiayaan terhadap Ta, 11, siswa kelas V SDN Pakunden 1 dikhawatirkan memberikan dampak psikologis kepada teman-temannya di sekolah. Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Kediri kemarin melakukan langkah antisipasi dengan menggelar trauma healing.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan mental dan psikis para siswa dan guru, terutama bagi teman-teman sekelas Ta. Pasalnya, peristiwa yang menimpa Ta tersebut cukup mengundang perhatian dari masyarakat luas. “Intinya untuk me-recovery psikis sekolah. Terutama guru dan anak-anaknya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri Cevy Ning Suyudi kemarin.
Cevy menyebut, sampai saat ini kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Ta masih dalam tahap proses hukum. Selain itu, Ta sendiri juga masih menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo Surabaya. “Karena itu kami ingin berikan pembelajaran yang menyenangkan. Kami terjunkan 14 tutor untuk membantu recovery,” sambung Cevy.
Untuk diketahui, kemarin sekitar pukul 07.00 siswa SDN Pakunden 1 mulai dari kelas I hingga VI mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran menyenangkan yang digelar di halaman sekolah. Kegiatan itu dipandu oleh tutor English Massive (Emass). Kegiatan di antaranya diisi dengan cap tangan pada kain putih sepanjang sekitar tiga meter. Di antara cap tangan tersebut tertulis pula ‘Get Well Soon’.
Seperti diberitakan, Ta sendiri diduga dianiaya oleh teman-temannya saat sedang bermain bola di halaman sekolah. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/1) lalu. Akibat peristiwa itu, Ta harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, salah satu tutor Emass Sailendra menerangkan berbagai permain dan pembelajaran yang dilakukan timnya kemarin selain ingin membangkitkan lagi semangat para anak-anak hingga guru SDN Pakunden 1. Para tutor juga menekankan pada setiap kegiatan dibalut dengan arti sebuah sahabat yang kental. “Mulai kelas I hingga VI kegiatannya sama yang juga temanya kita arahkan pada menjaga sahabat. Kita maksudkan agar kejadian yang dialami teman kita (TA, Red) itu tidak terulang lagi disini,” ungkapnya.
Pria berkacamata ini mencontohkan beberapa kegiatan yang mengandung arti sahabat, di antaranya seperti membuat yel-yel untuk melatih kekompakan sesama anggota tim. Tidak hanya itu, di akhir kegiatan dilakukan aksi simbolis membubuhkan telapak tangan berwarna wani di kain putih sebagai tanda dukungan pada TA. “Dengan kain yang bertuliskan Get Well Soon kita galangkan dukungan pada sahabat kita agar cepat sembuh. Karena saat sambil menempel tangan itu ke kain itu sambil mereka berdoa,” terang Sailendra.
Lukman, salah satu teman TA di SDN Pakunden 1, mengaku senang dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolahnya kemarin. Dia berharap agar TA segera bisa masuk sekolah lagi dan bertemu dengan teman-temannya. Selain itu dia juga mengaku kangen karena beberapa hari TA tidak masuk sekolah karena sakit. “Dia (TA, Red) teman yang pendiam, tapi baik. Semoga cepat sembuh dan masuk sekolah,” ungkapnya polos.
Editor : adi nugroho