Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gali Keterangan dari Orang Terakhir yang Sewa Playstation

adi nugroho • Jumat, 2 Februari 2018 | 03:19 WIB
gali-keterangan-dari-orang-terakhir-yang-sewa-playstation
gali-keterangan-dari-orang-terakhir-yang-sewa-playstation


KEDIRI KABUPATEN– Polisi terus menggali fakta demi mengungkap kasus pembunuhan Achmat Wahyu Sobirin, penjaga warnet dan rental playstation (PS) di Dusun Jimbun, Desa Pule, Kandat. Kemarin, penyidik mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang sempat bertemu pemuda lajang asal Desa Mondo, Kecamatan Mojo tersebut.


Terutama mereka yang terakhir bertemu sebelum Wahyu ditemukan tewas dengan jasad terbakar di ladang tebu Desa/Kecamatan Kandat, Rabu sore (24/1). Pemeriksaan saksi dilakukan di Mapolsek Kandat.


“Hari ini (kemarin, Red) kita baru dapatkan dua saksi. Mereka merupakan pelanggan terakhir rental PS Juventus (tempat korban bekerja),” terang anggota Polres Kediri yang enggan namanya disebutkan.


Dia menerangkan, dua saksi ini adalah warga Desa Pule, Kecamatan Kandat. Dua saksi pria ini tinggal dekat dengan tempat rental PS tersebut.


Dari pengakuan keduanya, pada Selasa itu (23/1) mereka bermain game PS hingga tengah malam, pukul 00.00.


Waktu itu, menurut anggota polisi ini, setelah jatah sewa bermain game habis keduanya pun pulang. Mereka sempat melihat Wahyu yang masih bekerja menjaga dan melayani persewaan PS. Tidak ada yang mencurigakan. Kondisi Wahyu masih baik-baik saja.


Dia melayani dua saksi seperti biasa. Itu karena memang sudah langganan sewa game komputer di tempat rental yang berada di perempatan Jimbun tersebut. “Saksi mengaku pulang tengah malam,” ujar sumber koran ini.


Ketika pulang, lanjut petugas ini, kedua saksi tersebut masih melihat Wahyu mulai menutup warnet dan rental PS tersebut. Tidak hanya itu, kepada petugas yang meminta keterangannya di Mapolsek Kandat, kedua saksi ini juga mengaku, sempat melihat dari kejauhan bahwa Wahyu baik-baik saja.


Setelah itu, kedua saksi mengatakan, tidak mengetahui apa yang selanjutnya dilakukan oleh korban. Yang pasti, setelah menutup tempat rental PS milik Hendra, 31, warga Desa/Kecamatan Ngadiluwih itu, Wahyu pun pergi.


Namun, ternyata pemuda ini tidak pulang ke rumahnya di Mondo, Mojo. Dia ditengarai bertemu dengan seseorang yang dikenalnya. “Sayang kami belum bisa menjurus pada siapa orang terakhir yang bersama korban setelah dua saksi yang bermain PS-an pulang dari tempat kerja korban,” paparnya.


Walaupun begitu, dia menyatakan, pihaknya telah memperoleh beberapa petunjuk. Perkembangan penyelidikan polisi pun kian mendekati pada saksi kunci untuk mengungkap kasus pelik ini.


Terutama, yang mendekatkan kepada orang yang terakhir bersama korban. Orang ini adalah yang ditemui Wahyu setelah warnet tutup. Dari saksi tersebut, petugas meyakini bakal bisa mendapatkan petunjuk ke mana kepergian penjaga rental PS tersebut.


“Terus kita cari orang yang terakhir bertemu korban. Ini saksi-saksi kita mendekat ke arah saksi kunci itu,” ujarnya.


Terkait dengan upaya penyelidikan kasus itu, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih Wicaksono menerangkan bahwa pihaknya kini masih mendalami temuan-temuan timnya. Termasuk mendalami keterangan para saksi yang telah mereka periksa.


Pihaknya masih terus mencari orang terakhir yang ditemui korban sebelum ditemukan tewas. “Kita masih dalami keterangan-keterangan saksi. Sejauh ini memang pelakunya belum tertangkap,” tegasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan ini berawal dari penemuan mayat di kebun tebu Desa/Kecamatan Kandat. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 14.30 Rabu sore (24/1). Adalah Karni, 58, warga Kandat, yang kali pertama menemukannya ketika mencari rumput ke kebun tanaman tebu milik Masamah.


Saat itu, dia melihat sosok jasad di sela tebu tengah ladang. Kondisinya sungguh mengenaskan. Mayatnya telentang dengan kaus putih hangus terbakar. Jenazah itu tanpa celana. Hanya terdapat celana dalamnya yang tak terpakai sempurna. Sebab, melorot hingga di bagian paha.


Terdapat luka bakar pada kemaluannya. Bagian dubur hingga kedua tangannya gosong seperti terbakar. Di wajahnya terdapat luka memar, tepatnya di bagian mulut. Begitu pula di bagian mata. Penemuan mayat yang belakangan dikenali sebagai Wahyu itu kemudian dilaporkan ke polisi. Petugas lalu membawanya ke RS Bhayangkara Kediri untuk otopsi.


Hingga kemarin, motif pembunuhan penjaga rental PS tersebut masih gelap. Namun, kabar yang berkembang menyebut sejumlah spekulasi yang menyebabkan Wahyu dibunuh. Di antaranya, indikasi pemuda ini menjadi korban perampokan. Ini lantaran barang milik korban seperti handphone (HP), dompet, dan motor Jupiter Z juga hilang.


Tak hanya itu, di tempat kerjanya pun playstation (PS)-3 hingga uang Rp 1,5 juta di laci warnet juga raib. Akan tetapi dugaan motif lain, seperti dendam atau indikasi asmara sesama jenis, ikut mencuat. Indikasinya, pelaku diduga kuat telah mengenal korban. Selain itu, tidak ada kerusakan di tempat kerja Wahyu.


Terkait motif pembunuhan ini, polisi pun belum memastikan. Fokusnya kini mereka terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap pelakunya.


 


Temuan Fakta Baru Pembunuhan Wahyu


-         Wahyu masih bekerja menjaga rental PS hingga Selasa tengah malam (23/1)


-         Wahyu sempat melayani dua penyewa PS yang bermain game hingga pukul 00.00


-         Ketika penyewa PS pulang, keadaan Wahyu masih baik-baik saja


-         Setelah lewat tengah malam, Rabu dini hari (24/1), Wahyu menutup warnet


-         Dari jalan perempatan Jimbun, dua saksi penyewa PS sempat melihat Wahyu meninggalkan tempat kerjanya


-         Setelah itu, tujuan kepergian Wahyu belum diketahui. Hingga akhirnya dia ditemukan tewas pada Rabu sore di area kebun tebu Desa Kandat


 


 


 


 


 


 

Editor : adi nugroho
#kandat #pembunuhan