KEDIRI KABUPATEN – Tetap tenang saat Anda mengalami masalah hingga depresi. Jangan sampai melakukan hal nekat sepeti dilakukan dua warga Kabupaten Kediri ini.
Karena depresi, dalam satu hari saja yaitu Minggu (28/1) ada dua orang nekat tewas gantung diri. Keduanya yaitu Totok, 50, warga Desa Tunglur, Kecamatan Badas dan Sanirah, 80, warga Desa Babadan, Kecamatan Ngancar.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menerangkan kejadian gantung diri dalam sehari ini pertama kali diketahui pada korban Totok. Bermula Minggu (28/1) pukul 02.00, Totok pamit pergi dari rumah untuk mencari angin segar.
Namun ditunggu hingga pukul 06.00, dia tidak kembali ke rumah. “Merasa khawatir, anak korban pun mencoba mencari bapaknya,” terang Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Mukhlason.
Setelah mencari ayahnya hingga pukul 09.00, anak korban akhirnya terkejut saat mengetahui Totok ayahnya tewas tergantung di depan teras rumah kosng milik Darmi.
Takut melihat ayahnya tewas gantung diri dengan menggunakan tali tampar warna biru, dia langsung meminta tolong warga sekitar langsung diteruskan ke pihak kepolisian. “Menurut keluarga, korban menderita sakit jantung dan sering opname di RS HVA Pare. Diduga akibat sakitnya ini korban jadi nekat gantung diri,” ungkapnya.Tidak hanya itu saja, Totok diduga mengalami tekanan psikis karena sering dimintai anaknya uang.
Nenek Sanirah juga nekat mengakhiri hidupnya dengan melakukan gantung diri.
Sanirah tewas dengan menggunakan tali centing warna putihnya. “Kalau Sanirah ini ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 12.00,” terang mantan Kapolsek Kras ini.
Sanirah nekat mengakhiri hidupnya saat keadaan rumahnya dalam keadaan sepi. Saat tidak ada orang selain dirinya itulah kejadian itu berlangsung. Sanirah diketahui tewas pertama kali oleh anaknya saat pulang dari berkebun di ladang. Anaknya terkejut saat mengetahui ibunya tewas tergantung di gawang pintu kamar. “Anaknya pun langsung lapor ke warga sekitar kemudian diteruskan ke kami. Saat itu juga kami pun langsung menerjunkan petugas lengkap dari Inafis juga,” ujarnya.
Dari pemeriksaan petugas Inafis, kedua korban yang bunuh diri itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Dari temuan tersebut dipastikan tewasnya Totok dan Sanirah murni gantung diri. Sehingga keluarga keduanya pun telah pasrah tidak menuntut siapa-siapa terkait dengan hal ini. “Petugas kami telah melakukan penyelidikan terkait hal ini,” tegas Mukhlason.
Editor : adi nugroho