NGANJUK – Dukungan partai politik (parpol) kepada pasangan Desy Natalia Widya dan Atok Ilah dipastikan bertambah. Ini setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan untuk mendukung Desy sebagai bakal calon bupati (Bacabup) Nganjuk.
Dengan keputusan tersebut, Desy-Atok kini mengantongi 11 kursi di legislatif. Jumlah itu didapat dari Partai Golkar sebanyak 6 kursi, Partai Nasdem 4 kursi, dan PKS 1 kursi.
Ketua DPD PKS Kabupaten Nganjuk Sajuri mengatakan, pemberian dukungan kepada Desy-Atok diputuskan DPP pada Jumat malam lalu (5/1). Keputusan itu dibuat setelah Partai Golkar di kantor DPP, Slipi, Jakarta. “Alhamdulillah sudah ada keputusan. Kami dukung Desy dan Atok,” kata Sajuri kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Dibanding kandidat lain, menurut Sajuri, Desy paling mudah diajak berkomunikasi. Setiap kali diajak berdiskusi, dihubungi lewat telepon maupun di-whatapps (WA) selalu nyambung. “Itu yang membuat Desy berbeda dengan kandidat lain,” ungkapnya.
Di samping pertimbangan itu, Sajuri menambahkan, Desy juga bersedia menandatangani kontrak politik dengan PKS. Sehingga atas dasar itu, DPP tidak ragu untuk memberikan dukungan kepada mantan praktisi perbankan asal Kecamatan Tanjunganom itu.
Setelah keputusan itu, Sajuri mengatakan, DPD akan bergerak untuk menyosialisasikan kepada pengurus di bawah. Karena itulah, pihaknya bakal fight memenangkan pasangan Desy-Atok. “Kami siap mensupport penuh,” kata pria asal Desa Waung, Kecamatan Baron ini.
Untuk diketahui, peta koalisi pemilihan bupati (Pilbup) Nganjuk sudah terbentuk. Dipastikan ada tiga bacabup yang diusung oleh gabungan parpol. Pertama, Novi Rahman Hidayat dan Marhaen Djumadi yang diusung PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Kedua, Siti Nurhayati (Hanung) dan Bimantoro Wiyono yang dicalonkan Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Terakhir adalah Desy Natalia Widya dan Atok Ilah yang mendapat dukungan dari Partai Golkar, Partai Nasdem dan PKS.
Saat ini, tinggal Partai Demokrat yang belum masuk dalam koalisi. Sebelumnya partai berlambang mercy itu memberikan rekom kepada pasangan Suryo Alam dan Mukhasanah. Namun karena Partai Golkar menjatuhkan pilihan kepada Desy, otomatis Partai Demokrat gagal mengusung pasangan tersebut.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk Fauzi Irwana mengaku, belum mendapat instruksi dari DPP terkait turunnya rekom Partai Golkar kepada Desy. Karena itulah, partainya belum memutuskan untuk berkoalisi dengan partai mana. “Kami masih tunggu keputusan DPP. Mau netral atau gabung dalam koalisi,” kata Fauzi.
Editor : adi nugroho