Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Melihat Kampung Kelir di RW 01 Kampungdalem, Kota Kediri

adi nugroho • Minggu, 7 Januari 2018 | 02:02 WIB
melihat-kampung-kelir-di-rw-01-kampungdalem-kota-kediri
melihat-kampung-kelir-di-rw-01-kampungdalem-kota-kediri


Berbagai kegiatan pemberdayaan dan inovasi dilakukan setiap kelurahan di Kota Kediri. Salah satunya di Kelurahan Kampungdalem. Para pemudanya semangat mewarnai lingkungannya sehingga dicanangkan sebagai kampung kelir sekaligus budaya.


 


DINA ROSYIDHA


 


Kini suasana RW 01 Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota Kediri semakin semarak. Meski dari luar terlihat seperti gang biasa, tampilannya berbeda ketika telah memasuki kawasan pemukiman di dalamnya.


Rumah-rumah warganya sebenarnya biasa saja, seperti rumah pada umumnya. Namun yang membedakan adalah warna-warni coretan di dinding gang. Sepanjang gang dengan panjang sekitar 500 meter, ada banyak gambar-gambar bertema kebudayaan.


Itulah yang membuat suasana gang menjadi tidak membosankan. “Memang perlu waktu relatif lama, sekitar empat bulan sejak September (2017),” terang Rohmat Setyo Rianto, Lurah Kampungdalem, kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Tidak hanya sekedar wall graffiti. Beberapa daya tarik lain di RW 01 adalah suasana asri dan lapang. Jalan gang yang sebenarnya hanya selebar dua meter diperlebar menjadi tiga meter. Bahu jalan gang diberi bangku-bangku panjang sebagai tempat anak muda berkumpul.


Apalagi ada fasilitas free wifi sehingga semakin memikat anak zaman now yang tidak bisa lepas dari dunia maya. Tampilan gang semakin indah dengan adanya tanaman markisa yang merambat di sekitar dinding bergambar. Makanya tidak mengganggu pengguna jalan karena berada di pinggir.


“RW 02 ini memang masuk kluster kampung budaya di sini. Ada empat RT di sana,” tambahnya saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat kemarin (5/1).


Sebenarnya dulu belum ada rencana dari kelurahan untuk mengecat kawasan kampung budaya.  Namun ada proyek kampung kelir dari anak-anak pramuka di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri. Sama seperti di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota.


Namun ternyata dari warga sepakat bahwa pengecatan tidak sekedar mengecat dinding warna-warni. Tetapi dengan menggambar mural di sepanjang dinding gang. Sayang tidak banyak yang memiliki keterampilan wall graffiti.


Makanya kemudian dua pemuda sekitar pun turun gunung. Wawan yang mantan anak punk langsung menunjukkan kebolehannya menggambar di atas kanvas raksasa berupa dinding gang. Tidak sendirian, pemuda yang akrab disapa Guk Wan tersebut dibantu rekannya, Faris.


“Yang nyeket (membuat sketsa, Red) mereka berdua, tetapi yang membantu mewarnai warga lainnya terutama bapak-bapak,” terang Yakobus Miranto, ketua RT 02 RW 01 Kampungdalem.


Meski banyak yang membantu, proses penggambaran sendiri sempat terkendala. Salah satunya adalah faktor hujan yang seringkali mengguyur dengan intensitas tinggi. Tidak hanya itu, seringkali Guk Wan dan Faris kehilangan ide menggambar.


“Saking banyaknya yang digambar jadi bingung mau apa lagi,” kata Miranto saat ditemui di kantor kelurahan.


Kalau sudah begitu, para pemuda tersebut hanya ngopi-ngopi  saja sambil cangkrukan. Bukan berarti berbincang tanpa arah, seringkali tema obrolan mereka tidak lepas dari proyek yang sedang mereka kerjakan.


“Pernah sampai seminggu libur nggambar karena ide buntu,” tambah pria yang sudah dua periode menjabat sebagai ketua RT tersebut.


Dan biasanya kegiatan menggambar baru dilaksanakan sekitar pukul 20.00 WIB. Baru berhenti ketika sudah tengah malam yakni pukul 01.00. Miranto pun tidak jarang ikut begadang bersama para pemuda tersebut sambil membantu mengecat bagian-bagian yang bisa dikerjakannya.


“Kita sampai menghabiskan sekitar 300 kilogram cat,” tambahnya kepada wartawan koran ini.


Kini suasana lingkungannya semakin semarak. Anak-anak muda memiliki kegiatan yang positif dan terarah. Makanya Miranto sendiri senang dengan penentuan RW 01 sebagai kampung budaya.


“Tidak semua warga adalah budayawan, tetapi kita terbuka dengan kegiatan-kegiatan budaya jadi senang ada banyak kegiatan positif di lingkungan,” tandas Miranto.


 


 

Editor : adi nugroho