KEDIRI KOTA- Rumor politik baru muncul. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabarnya bakal memunculkan nama Aizzudin Abdurrahman sebagai salah satu kandidat dalam pemilihan wali kota (pilwali) Kediri nanti.
Kabarnya, salah seorang ketua dalam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) itu akan diplot sebagai cawali. Dan akan dipasangkan dengan calon dari Partai Golkar Sudjono.
Seberapa kuat rumor politik itu bakal jadi kenyataan? Rais Syuriah DPC PKB Kota Kediri Muzer Zaidib, belum berani memastikan. Pihaknya masih menunggu kepastian dengan turunnya rekomendasi dari DPP PKB. Namun dia memberi sinyal bahwa nama Aizzudin termasuk salah satu nama yang berpeluang.
“InsyaAllah termasuk itu (Aizzudin, Red). Tetapi saya belum bisa memastikan disetujui atau tidak,” terang Muzer Zaidib.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil dari rapat yang digelar intensif oleh internal partai. Seluruh pengurus dan kader sepakat untuk mengusung nama menantu dari Kiai Anwar Iskandar, pengasuh Ponpes Al Amin, Ngasinan, tersebut. Namun, semuanya akan bermuara pada rekomendasi DPP.
“Kita lihat hasilnya di tanggal 5 Januari nanti,” tandasnya.
Aizzudin Abdurrahman adalah salah satu ketua PBNU dalam kepemimpinan Said Aqil saat ini. Namun, harus diakui, popularitasnya di Kota Kediri masih rendah. Karena dia tidak begitu dikenal oleh masyarakat. Karena itulah, PKB juga sudah merumuskan cara bagaimana memopulerkannya. Salah satunya adalah melalui ketenaran dari Gus War, ayah mertuanya. Selama ini pengasuh Ponpes Al Amin Ngasinan tersebut sudah dikenal oleh masyarakat.
“Memang harus dikenalkan ke masyarakat. Kalau tidak kenal jadi tidak sayang,” katanya.
Saat ini, PKB memiliki empat kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri. Karena itu, mereka perlu melakukan koalisi agar bisa mengusung calon sendiri. Kemungkinan besar PKB akan menggandeng Sudjono dari Partai Golkar.
“Dari lobi-lobi politik dengan PKB, para kiai akhirnya sepakat mengusungnya (Sudjono, Red) di posisi AG 2 (wakil wali kota, Red),” beber pria yang juga anggota DPRD Kota Kediri tersebut.
Meskipun dari DPC PKB Kota Kediri telah satu kata, Muzer menegaskan bahwa apa yang diusulkan tersebut bisa jadi tidak disetujui DPP PKB. Karena itu dia mewanti-wanti agar tidak terlalu membesar-besarkannya dulu. Setidaknya sebelum ada keputusan yang bersifat tetap.
“Dalam politik, hitungan detik pun bisa mengubah semuanya. Jadi nanti dilihat dulu hasilnya,” kilahnya.
Sementara itu, Sudjono, yang sebelumnya meminang PKB untuk ikut mengusungnya mengaku gembira dengan kabar tersebut. Pasalnya selama ini memang ada keinginan kuat agar dia bisa diusung para kiai sepuh. Meski dicalonkan sebagai bacawali pria dari Partai Golkar tersebut merasa tidak ada masalah.
“Fine-fine saja. Saya senang tetap bisa maju dari PKB,” tegasnya
Editor : adi nugroho