KEDIRI - Menghadapi pekan terakhir dalam penyisihan grup Kompetisi internal PSSI Kabupaten Kediri semua tim mulai tegang. Dan mulai terlihat siapa saja yang akan lolos ke babak selanjutnya. Seperti Gagak Rimang yang berambisi menjadi juara Grup C.
Strategi dan taktik pun dimatangkan untuk menghadapi pekan ini. Rencananya tim Gagak Rimang yang diasuh Zaenal Abidin ini akan menerapkan full pressing.
“Kami cari amannya, harus pressing semua pemain lawan,” terang Zaenal.
Aspek kedisplinan pemain ini yang menjadi perhatiannya. Dikarenakan, dalam setiap laga gaya ini pun sudah diterapkan Zaenal.
Akan tetapi, beberapa kali ia masih menilai ada kekurangan. Untuk melancarkan metode pressing, Zaenal harus beberapa kali memberikan instruksi kepada pemainnya untuk lebih aktif berkomunikasi.
Jika tidak, lanjutnya, akan ada lini yang mudah dimanfaatkan oleh lawan. Apalagi, laga Minggu (12/11) melawan Doko Putra akan menjadi penentu keberlanjutan tim asal Bloran, Canggu, Badas, ini.
Target kemenangan yang diberikan Zaenal ini tidak terlalu muluk-muluk. Sebab, seandainya, tim ini pun imbang maka mereka sudah bisa lolos ke babak selanjutnya. Namun, mereka harus puas menjadi runner up Grup C.
Sedangkan, target awal sejak dimulainya babak penyisihan, mereka ingin menjadi juara grup. Terlebih nanti mengulangi menjadi juara kompetisi internal seperti tahun lalu. “Karena tahun lalu kami sudah bisa sampai ke final, makanya harus bisa mempertahankan gelar,” kata Zaenal.
Tidak hanya itu, Zaenal menyatakan jika kondisi para pemainnya harus dicermati. Sebab, saat ini mulai musim hujan. Sehingga, dikhawatirkan mereka akan kaget dengan cuaca tersebut. Tentu hal tersebut akan berpengaruh kepada kesehatan dan kebugaran pemain.
Meskipun, Zaenal mengakui tim ini agak terseok-seok. Dikarenakan empat pemain yang diasuhnya tidak bisa ikut bermain. Akibat musim ini menyandang status profesional.
Yakni Adi Eko Jayanto, Eka Sama Adi, Arif Frahmana, dan Ahmad Junaidi. Mereka semua musim ini membela tim yang berlaga di Liga 2. Sehingga dalam waktu singkat, Zaenal harus menyiapkan penggantinya saat menghadapi kompetisi internal ini.
Editor : adi nugroho