Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Usai Gagal Finis di Assen, Veda Ega Pratama Siapkan Taktik Baru Hadapi Moto3 Jerman 2026

Miko • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:20 WIB
Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Sinyal Positif Karier di Moto3 2026
Veda Ega Pratama Dapat Sponsor Liqui Moly, Sinyal Positif Karier di Moto3 2026

 

JP Radar Kediri – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama bertekad bangkit pada seri Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring setelah gagal menyelesaikan balapan pada putaran sebelumnya di Assen, Belanda.

Insiden crash yang dialami Veda di Moto3 Belanda membuat peluangnya meraih poin penting sirna. Akibat gagal finis tersebut, pembalap Honda Team Asia itu turun ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 musim 2026 sehingga membutuhkan hasil positif di Sachsenring untuk kembali masuk persaingan papan atas.

Evaluasi Usai Kecelakaan di Assen

Balapan di TT Circuit Assen sebenarnya diawali dengan cukup menjanjikan. Veda mampu menjaga ritme dan bersaing di kelompok depan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan yang memaksanya mengakhiri balapan lebih awal.

Hasil tersebut menjadi pukulan bagi pembalap asal Indonesia itu, terlebih sebelumnya ia berhasil menunjukkan perkembangan performa sepanjang musim dengan beberapa kali finis di barisan depan dan bahkan naik podium pada musim debutnya.

Meski demikian, Veda memilih menjadikan kegagalan di Assen sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai beban menjelang seri berikutnya.

Fokus Latihan Jelang Moto3 Jerman

Menghadapi Moto3 Jerman, program latihan Veda difokuskan pada peningkatan teknik pengereman, kestabilan motor saat memasuki tikungan, hingga pengendalian motor ketika kehilangan traksi.

Persiapan dilakukan di Sirkuit Alcarràs, Spanyol, yang dinilai memiliki karakter lintasan cukup mewakili sejumlah sektor teknis di Sachsenring. Selain latihan di lintasan aspal, Veda juga menjalani sesi flat track untuk meningkatkan kontrol motor dalam berbagai kondisi balap.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi kesalahan yang sempat terjadi pada balapan sebelumnya sekaligus meningkatkan konsistensi sepanjang race.

 

Sachsenring Bukan Lintasan Asing

Sachsenring bukanlah sirkuit baru bagi Veda Ega Pratama.

Pada musim 2025, ia pernah mencatatkan hasil impresif di lintasan sepanjang 3,67 kilometer tersebut dengan memenangi salah satu balapan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pengalaman itu menjadi modal penting karena Veda sudah memahami karakter sirkuit yang didominasi tikungan teknis dan perubahan elevasi.

Karakter Sachsenring yang mengutamakan kelincahan motor serta akurasi saat menikung dinilai cukup sesuai dengan gaya balap Veda.

Persaingan Diprediksi Semakin Ketat

Moto3 musim 2026 berlangsung sangat kompetitif. Selisih poin antarpembalap di papan atas masih relatif rapat sehingga setiap seri memiliki pengaruh besar terhadap posisi klasemen.

Bagi Veda, meraih finis dan kembali mengumpulkan poin menjadi target utama untuk menjaga peluang bersaing di kelompok depan klasemen sementara Moto3 2026.

Peluang Bangkit Masih Terbuka

Meski gagal finis di Assen, performa Veda sepanjang musim menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan untuk bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3.

Dengan persiapan yang lebih matang, pengalaman positif di Sachsenring, serta evaluasi menyeluruh dari Honda Team Asia, pembalap berusia 17 tahun itu berharap dapat kembali tampil kompetitif dan mengakhiri akhir pekan Moto3 Jerman 2026 dengan hasil yang lebih baik.

Balapan di Sachsenring pun menjadi momentum penting bagi Veda Ega Pratama untuk membuktikan bahwa kegagalan di Assen hanyalah batu loncatan menuju kebangkitan pada paruh kedua musim Moto3 2026.

Editor : Mahfud
#moto3 2026 #veda ega pratama #Honda Team Asia #Moto3 Jerman 2026 #Moto3 Sachsenring