Transmigran tersebut yaitu atas nama Cigit Sasmito. Warga yang berasal dari Desa Mojorembun, Rejoso itu memutuskan untuk mengikuti transmigrasi. Cigit sendiri berangkat bersama istri dan dua anak. “Ingin memulai kehidupan baru,” ujarnya.
Mendengar warganya berpamitan, air mata Kang Marhaen akhirnya tumpah. Dia tak kuasa menahan haru. Karena harus melepas warganya mengikuti transmigrasi. Suasana makin haru saat Cigit berpamitan untuk pulang. Kang Marhaen langsung memeluk erat Cigit. “Hati-hati di jalan. Tetap semangat menjalani kehidupan. Jangan lupakan Nganjuk,” pesan Kang Marhaen dengan mata berkaca-kaca.
Berangkatnya Cigit menuju Kabupaten Bone, Sulawesi Tenggara tersebut karena mengikuti transmigrasi. Yang memfasilitasi adalah Dinas Tenaga (Disnaker) Kabupaten Nganjuk. Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Supiyanto menyebut Cigit telah mendaftarkan diri mengikuti program itu sejak beberapa tahun lalu. Namun karena pandemi Covid-19, maka keberangkatannya harus tertunda.
Akhirnya, tahun ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali membuka program tersebut. Jawa Timur sendiri hanya mendapat 20 kuota untuk transmigrasi. “Salah satunya adalah Pak Cigit ini,” ujar Supiyanto saat mendampingi pelepasan Cigit di rumah dinas Plt Bupati Kang Marhaen.
Supiyanto berharap, Cigit bisa segera beradaptasi dengan lingkungan barunya. Karena suasana di sana sangat berbeda dengan di Nganjuk. “Semoga di sana bisa lebih baik untuk Pak Cigit sekeluarga,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah