Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jurus Adaptif PT Hero Supermarket

Kurniawan Muhammad • Rabu, 19 Februari 2025 | 15:43 WIB
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner

Sebuah perusahaan, jika ingin terus bertumbuh dan berkembang, harus peka terhadap tanda-tanda, gejala, atau berbagai perubahan yang kurang menguntungkan bagi perkembangan bisnisnya.

Karena jika tidak (peka), dan tidak cepat mengantisipasi secara lebih dini, maka bukan mustahil perusahaan tersebut akan gulung tikar, minimal “babak-belur”.

Dalam hal merespon gejala atau tanda-tanda yang kurang menguntungkan bagi perkembangan sebuah bisnis, kita bisa belajar dari PT Hero Supermarket Tbk (HERO).

Desember tahun lalu mereka melakukan strategi pengalihan bisnis retail swalayannya ke anak perusahaan.

Melalui RUPS Luar Biasa, diputuskan untuk melakukan perubahan nama dari PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk.

Dengan perubahan nama tersebut, PT DFI Retail Nusantara Tbk hanya fokus menangani unit usaha IKEA dan Guardian.

Memang, bisnis retail segmen departemen store atau swalayan, mengalami masa yang menantang sepanjang 2024.

Salah satu penyebabnya adalah adanya peralihan tren konsumen. Selain itu, juga diakibatkan menurunnya daya beli masyarakat.

Ini lah yang rupanya betul-betul disadari oleh PT Hero Supermarket Tbk. Mereka lantas membuat langkah cepat, mengubah nama perusahaan yang semula “berbau” supermarket” menjadi nama yang mengandung makna yang lebih luas, yaitu: PT DFI Retail Nusantara. Dan mereka hanya berfokus pada IKEA dan Guardian.

Ini adalah sebuah keputusan yang menurut saya cukup taktis dan bernas. Mengutip pernyataan Philip Kotler, bahwa seorang marketer harus lah menyadari (tidak boleh terlambat untuk menyadari), bahwa inti dari marketing adalah pembeli, bukan penjual.

Dan untuk memahami pembeli, kata Kotler, marketer perlu mempelajari ilmu perilaku dan organisasional.

Ini lah yang disebut dengan meriset pasar. Dan dalam melakukan riset pasar harus mempelajari aspek tentang demografi, psikologi, kebudayaan, dan pengaruh sosial demi memahami kebutuhan, persepsi, keinginan, dan perilaku customer untuk mengembangkan strategi marketing yang lebih efektif.

Bahwa PT DFI Retail Nusantara hanya berfokus untuk menangani IKEA dan Guardian, karena memang dua entitas bisnis itu sedang sangat sehat performanya.

IKEA, perusahaan multinasional di bidang furnitur dan perlengkapan rumah tangga asal Swedia, adalah perusahaan furniture dengan catatan pendapatan tahunan terbesar di dunia, mencapai USD 44,82 miliar pada tahun 2021.

Estimasi nilai pasarnya ditaksir mencapai USD 67,23 miliar pada 2022. Saat ini, IKEA memiliki sedikitnya 450 gerai di seluruh dunia.

Di Indonesia, IKEA berada dalam naungan PT DFI Retail Nusantara. Dan saat ini baru ada 7 gerai di seluruh Indonesia.

Di awal 2025, pihak IKEA Indonesia menegaskan komitmennya untuk melakukan investasi jangka panjang di Indonesia.

Sedangkan Guardian adalah merek ritel modern terkemuka di kawasan Asia Tenggara yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan. Saat ini, Guardian memiliki lebih dari 345 gerai.

Jadi, dari kisah tentang PT Hero Supermarket Tbk yang berubah menjadi PT DFI Retail Nusantara ini setidaknya kita bisa belajar dua hal: Pertama, jangan remehkan anak perusahaan atau “subsidiary company”.

Sebab, suatu saat, anak perusahaan itu bisa berbalik menjadi bisnis utama dalam perusahaan. IKEA Indonesia dan Guardian, sebelumnya adalah “subsidiary company” dari PT Hero Supermarket Tbk. Tapi, kini keduanya menjadi bisnis utamanya PT DFI Retail Nusantara.

Kedua, perubahan perilaku customer, termasuk daya belinya, harus cepat diantisipasi ketika situasinya mulai mengancam kelangsungan perusahaan.

Jurus cepat merespon alias jurus adaptif terhadap perubahan perilaku customer dilakukan PT Hero Supermarket ketika bisnis supermarket mulai menurun trend-nya, yakni dengan cara mengubah arah fokus dalam berbisnis. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #PT DFI Retail Nusantara Tbk #ikea #belajar marketing #Tips Marketing #pt hero supermarket tbk #PT Hero Supermarket #Guardian #jawa pos