Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BYD, Tesla, dan Sun Tzu

Kurniawan Muhammad • Rabu, 4 September 2024 | 15:58 WIB
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner

“Investor’s Business Daily”, sebuah media di Amerika yang khusus memberitakan tentang ekonomi, bisnis dan keuangan pada Februari lalu menurunkan sebuah laporan utama tentang BYD (Build Your Dreams) Automobile. Ini adalah sebuah pabrikan dari China yang secara khusus memproduksi mobil listrik. Pada laporan utama itu disebutkan, bahwa BYD saat ini menjadi pesaing beratnya Tesla. Bahkan, pada 2022, penjualan BYD berhasil melampaui Tesla.

Masih menurut laporan utama di “Investor’s Business Daily”, gara-gara Tesla disaingi BYD, pendapatan Tesla anjlok selama beberapa kuartal. Dan gara-gara ada kompetitor BYD yang nggak bisa dianggap remeh, sejak akhir 2022 Tesla melakukan pemotongan harga untuk menopang penjualan. Risikonya margin keuntungan menjadi terpangkas dan labanya menjadi jauh berkurang.

Dalam 3 tahun terakhir ini, BYD memang sedang gencar-gencarnya melakukan ekspansi. Pabrikan yang berdiri sejak 1995 itu, saat ini sudah hadir di lebih dari 400 kota, 70 negara, dan 6 benua.

Pada 2023 BYD sukses menjual mobil listriknya sebanyak 3,02 juta unit di seluruh dunia. Dan hingga semester I tahun ini, telah sukses menjual 1.612.983 unit mobil listrik secara global. Jelas, ini bukan lah capaian yang kaleng-kaleng. Pantas saja, Tesla agak kewalahan dengan agresifitas BYD. Apalagi, dari sisi harga, rata-rata harga unit BYD jauh lebih murah ketimbang harga unit-unitnya Tesla.

Dengan capaiannya itu, bikin BYD sangat percaya diri membangun pabrik di luar China. Pada 4 Juli 2024, BYD membangun pabrik mobil listrik di Thailand dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun.

Di Indonesia, saat ini BYD sedang membangun pabrik di Subang Smartpolitan, Jawa Barat, dengan nilai investasi USD 1 miliar. Kapasitas produksinya sama dengan yang dibangun di Thailand, yakni 150.000 unit mobil listrik per tahun. Pembangunan pabrik itu ditargetkan tuntas pada 2026.

BYD agaknya tak tanggung-tanggung dalam melakukan ekspansi ke Indonesia. Pasar di Indonesia dianggap sangat menjanjikan. Terbukti, pada pelaksanaan GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2024 Juli lalu, salah satu varian BYD yakni BYD M6 (model MPV) paling banyak diminati pengunjung. Sehingga BYD M6 mendapatkan penghargaan “Most Driven Car” dari panitia GIIAS 2024.

Bagaimana BYD bisa sesukses itu dalam melakukan ekspansi bisnisnya? Strategi dan langkah-langkah bisnis yang dilakukan BYD, menurut saya, linier dengan strategi perangnya Sun Tzu. Strategi perang Sun Tzu ditulis dalam 13 langkah sederhana. Mulai dari perencanaan perang hingga intelijen. Namun, kalau kita urutkan ke-13 langkah strategi Sun Tzu tersebut, maka inti sarinya hanya ada tiga langkah. Yakni: mengenali diri Anda degan baik, mengenali musuh Anda, dan mengenali tempat dimana kita bertarung. Tiga langkah tersebut senada dengan teori “positioning” dalam marketing.

Ketiga langkah dari strategi Sun Tzu itu rupanya diterapkan dengan baik oleh BYD. Sebelum bikin produk, mereka mempelajari dan mengenali “musuh utama” yang akan mereka hadapi, yakni Tesla. Dipelajari apa saja kelebihan dan kelemahan Tesla. Dari hasil mengenali dan mempelajari Tesla, BYD lantas membuat rumusan, konsep, dan model untuk produknya, sehingga produk yang akan dibikin itu berbeda dengan Tesla. Salah satu pembeda BYD dengan Tesla adalah harga. Mobil-mobil listrik buatan BYD jauh lebih murah ketimbang Tesla. Begitu juga dengan model mobilnya, BYD lebih variatif dengan fitur yang lebih banyak. BYD berhasil memposisikan dirinya sebagai produk yang berbeda dengan Tesla, dan ini penerapan dari jurus “mengenali diri dengan baik”.

BYD juga menerapkan kaidah “mengenali tempat bertarung” dengan baik. Ini diterapkan BYD dengan cara membuka pasar di negara-negara yang keberadaan kendaraan listriknya mulai menggeliat dan sudah didukung dengan beberapa regulasi. Seperti di Indonesia. Makanya, BYD begitu agresifnya melakukan ekspansi ke Indonesia. Hingga sampai membangun pabriknya di Indonesia. Dalam hal ini, Tesla kalah agresif.

Sun Tzu pernah mengatakan, jika strategi yang dia rumuskan itu diterapkan dalam peperangan, maka “dalam 1.000 perang dipastikan meraih 1.000 kemenangan”. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #opini #tesla #Sun Tzu #byd #jawa pos