Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tomoro Coffee

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 13 Maret 2024 | 16:49 WIB
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner

Ini lah brand tempat ngopi dengan pertumbuhan paling cepat di Indonesia: Tomoro Coffee. Pertama kali hadir pada Agustus 2022, dalam kurun waktu setahun, sudah memiliki 200-an gerai di seluruh Indonesia. Di antaranya di kawasan Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, Makassar, Jogja dan Malang. Di Malang Raya, hingga kini sudah ada 9 gerai; 8 di Kota Malang dan 1 di Kota Batu.

Tomoro Coffe juga pasang target tinggi. Mereka berambisi untuk membuka dua gerai setiap hari, hingga nanti mentargetkan ingin membuka hingga 400 gerai.

Apa yang bisa kita pelajari dari Tomoro Coffee?

Dalam konteks marketing, setidaknya kita bisa belajar dua hal dari Tomoro Coffee. Pertama, terkait dengan jenis bisnis. Mereka sadar, bahwa bisnis kopi di Indonesia begitu banyaknya, dan semakin menjamur setiap tahunnya. Ini adalah jenis bisnis “red ocean”. Artinya, harus bersiap-siap untuk berkompetisi dengan keras, karena tingkat persaingan yang sangat tinggi.

Dilansir dari voi.id, berdasarkan hasil riset TOFFIN (perusahaan penyedia solusi bisnis barang dan jasa di industri HOREKA), jumlah kedai kopi di Indonesia per Agustus 2019 mencapai lebih dari 2.950 gerai. Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 1000 gerai. Jika diasumsikan setiap tahun kenaikannya 1000-an, maka saat ini bisa jadi jumlahnya sekitar 6.000-an gerai. Angka ini akan semakin besar jika turut memperhitungkan kedai-kedai kopi independen di berbagai daerah.

Nah, karena bermain di “red ocean” yang sarat dengan tingkat kompetisi tinggi, maka Tomoro Coffee menyadari, bahwa mereka harus punya “atribut” atau “value” yang khas, yang merupakan keunggulan produk dan membedakan dengan brand-brand lainnya.

Di antara “atribut” yang diciptakan Tomoro Coffee adalah dari sisi kualitas produk. Mereka menetapkan standar tinggi untuk produk kopinya. Mulai dari pemilihan biji kopi yang hanya berasal dari 100 persen biji kopi arabika. Mereka menerapkan 33 proses dan tahapan dalam menyajikan kopi. Setidaknya terdapat lebih dari 100 biji kopi single-origin (kopi yang berasal dari satu sumber, yaitu kopi dengan jenis sama, berasal dari daerah yang sama, satu wilayah yang sama, bahkan satu tanaman yang sama), dan lebih dari 1000 sampel kopi telah disortir, dan telah dicicipi sebanyak lebih dari 1000 kali oleh para professional.

Lalu Tomoro Coffee juga menggandeng “World Barista Champion” Dale Harris dan “Indonesia Barista Champion” Muhammad Aga. Digandengnya dua orang penting di industri kopi itu adalah untuk menciptakan racikan atau proses yang lebih ketat, agar cita rasa biji kopi meningkat ke level selanjutnya.

Tak hanya menggunakan biji kopi berkualitas serta proses pengolahan yang tepat, Tomoro Coffee juga menggunakan teknologi tinggi. Salah satu contohnya, mereka menggunakan mesin espresso super tradisional buatan Swiss di semua gerai Tomoro. Mesin tersebut terintegrasi dengan sistem telemetri yang dapat memeriksa kondisi setiap mesin kopi secara real time, dan menjaga konsistensi rasa.

Para juara barista yang direkrut tadi juga menerapkan standar tinggi dalam menggunakan biji kopi. Yakni, biji kopi yang digunakan harus segar, yaitu 7-10 hari sejak tanggal pemanggangan untuk mendapatkan kualitas rasa yang optimal.

Tomoro Coffe juga punya varian khas: “Master S.O.E Series” yang diciptakan secara khusus oleh dua juara barista tadi. Varian ini menggunakan kemasan “Black Cup” dengan teknologi anti tumpah. Ini menjadikan “Master S.O.E Series” sebagai kopi eksklusif dengan kualitas terbaik ditawarkan dengan harga terjangkau.

Pelajaran kedua dari Tomoro Coffee adalah, mereka benar-benar menjalankan kaidah “positioning” dengan sangat baik. Saya teringat dengan apa yang pernah disampaikan oleh Hermawan Kartajaya dalam sebuah seminar yang pernah saya ikuti, bahwa positioning adalah “the strategy to lead your customer credibly”. Yaitu, mengarahkan pelanggan Anda secara kredibel. Jadi, positioning itu tak lain adalah upaya kita untuk membangun dan mendapatkan kepercayaan di mata pelanggan. Sehingga lantas muncul kaidah dalam positioning: “semakin kredibel produk Anda di mata pelanggan, maka semakin kukuh pula positioning Anda”.

Di mata pangsa pasar (customer), positioning sangat menentukan produk, merek, dan perusahaan Anda. Positioning seperti dikemukakan Michael Porter, merupakan core dari strategi marketing.

Nah, Tomoro Coffee ingin mem-positioning-kan dirinya sebagai tempat ngopi yang berkualitas, dengan jenis kopi berkualitas, dipilih dan disortir dengan standar tinggi, diolah dengan mesin canggih, diracik oleh para juaranya barista level dunia dan Indonesia, dan dikemas dengan model kemasan kekinian. Bagaimana menurut Anda, yang pernah ngopi di Tomoro Coffee? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)j

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #jawapos #on wednesday #marketing #Tomoro Coffee