Baru-baru ini saya diundang mengunjungi salah satu cabang dari “Fitness Plus” yang ada di Kota Malang. Ini adalah tempat fitness yang langka. Karena melayani para pelanggannya selama 24 jam. Di Indonesia, setahu saya, tempat fitness yang buka 24 jam sangat jarang. Salah satunya ada “Anytime Fitness” yang ada di Jakarta. Ini pun merupakan franchise dari Amerika Serikat.
Sedangkan “Fitness Plus”, asli Indonesia. Sejak dibuka pertama kali pada 2018 di Bali, “Fitness Plus” kini sudah punya 13 cabang. Di Bali ada 10 cabang. Selanjutnya masing-masing satu cabang ada di Kota Malang, BSD Tangerang, dan Jogja.
Perwakilan dari manajemen “Fitness Plus” yang mengundang saya mengatakan dengan optimis, pihaknya mentargetkan akan membuka 27 cabang lagi. Sehingga nantinya ditargetkan punya 40 cabang pada 2025. Pararel dengan target itu, sekalian mempersiapkan diri untuk go public alias melantai di bursa saham. Jika ini terwujud, “Fitness Plus” mungkin akan menjadi satu-satunya tempat fitness di Indonesia yang go public.
“Fitness Plus” tak hanya lengkap dari sisi fasilitas (berbagai peralatan fitness, ruangan untuk senam aerobic, hingga sauna). Di tempat ini, juga disediakan para instruktur atau pendamping yang bersertifikat. Di antara mereka ada yang merupakan atlet binaraga yang berprestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional. Ada juga instruktur yang lulusan pendidikan olahraga, baik dari S1 maupun Diploma. Saya sempat dikenalkan beberapa instruktur perempuan.
Konsep “Fitness Plus” didesain dan dikembangkan untuk melayani dan memanjakan para pelanggannya. Kebutuhan apa saja dari seseorang ketika berada di tempat fitness, disiapkan dan dilayani di Fitness Plus. Ini karena founder dari “Fitness Plus” adalah Dith Satyawan, mantan atlet binaraga nasional yang juga seorang fitnesspreneur yang telah menggeluti bisnis pusat kebugaran selama 15 tahun.
Formula bisnis yang dikembangkan oleh Dith dalam mengembangkan “Fitness Plus” mengandalkan strategi marketing yang inovatif, dengan biaya operasional yang efisien. Jadi, di setiap cabang yang dibuka, dia mengajak kerjasama investor.
Sejak awal berdirinya, kinerja keuangan “Fitness Plus” terus bertumbuh dengan sehat. Sehingga, hal ini menarik perhatian LandX, platform crowdfunding berbasis property terbesar di Indonesia, untuk mendukung ekpansi “Fitness Plus” ke kota-kota besar di Indonesia.
Kolaborasi antara “Fitness Plus” dan LandX dimulai sejak Februari 2022. Sejak itu, “Fitness Plus” adalah jaringan mega gym pertama di Indonesia yang go public melalui platform urun dana. Investor dapat membeli saham “Fitness Plus” melalui platform LandX, berdasarkan cabang yang delisting di berbagai area premium di Bali, maupun di kota-kota besar lain di Indonesia.
Saat ini, “Fitness Plus” mampu memberikan dividen dalam range antara 18 – 30 persen bagi pemegang saham yang membeli saham melalui platform urun dana LandX.
Dengan porto folio “Fitness Plus” tersebut, saya meyakini, ke depan bisa akan terus berkembang. Postur bisnisnya sangat prospektif. Apalagi, dalam konteks marketing, “Fitness Plus” punya beberapa nilai plus.
Salah satu nilai plusnya itu adalah potensi kekuatan brand-nya. Mengutip pendapat Philip Kotler, setidaknya ada tiga dimensi yang membuat brand itu menjadi kuat. Dimensi pertama, brand harus punya atribut yang kuat, dimana atribut itu terkait dengan ciri khas, atau pembeda dari yang lain. Dalam hal ini, atribut “Fitness Plus” adalah: “tempat fitness berjaringan yang buka 24 jam”.
Dimensi kedua, brand harus secara kuat menawarkan satu atau beberapa manfaat utama. Dalam hal ini, “Fitness Plus” menawarkan fasilitas peralatan fitness yang lengkap untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari tredmill, mesin eliptis, rowing machine, smith machine, cable machine, squat rack, lat pulldown machine, pek deck machine, hingga sepeda statis. Dengan berbagai peralatan yang beragam dan lengkap itu, sehingga para pelanggan tak akan sampai ngantre jika ingin memanfaatkan peralatan yang diinginkan. Selain itu, di tempat “Fitness Plus” disediakan toilet dan tempat untuk ganti pakaian yang memadai. Juga ada sauna dengan teknologi infra merah.
Dimensi ketiga, brand harus menawarkan sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai perusahaan. Di antara nilai-nilai yang bisa ditawarkan adalah inovatif dan responsive terhadap customer. “Fitness Plus” punya konsep melayani dan memanjakan customer. Karena foundernya adalah orang yang sangat memahami seluk beluk tempat kebugaran, maka dia tahu betul, apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan seseorang ketika berada di tempat fitness. Ini lah yang menjadi nilai dari “Fitness Plus”.
Tiga dimensi dalam membentuk brand itu lah yang menjadi kekuatan dari “Fitness Plus”. Selanjutnya, dibutuhkan konsistensi dalam menjaga dan meningkatkan ketiga dimensi tersebut. Konsistensi ini lah yang akan menentukan, apakah sebuah brand bisa bertahan lama atau tidak. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)
Editor : Anwar Bahar Basalamah