JP Radar Kediri – Nanas dikenal sebagai buah dengan rasa manis dan kandungan vitamin C yang tinggi.
Namun, kandungan gula alami dan karbohidrat di dalamnya dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat setelah dikonsumsi.
Meski begitu, nanas tidak harus dihindari, termasuk oleh orang yang sedang berupaya menjaga kestabilan gula darah.
Ahli diet sekaligus edukator diabetes Vandana Sheth menjelaskan bahwa pengaruh nanas terhadap gula darah dipengaruhi beberapa faktor.
Di antaranya jumlah buah yang dikonsumsi, makanan pendamping, aktivitas fisik, penggunaan obat, serta respons tubuh setiap orang.
Baca Juga: Tips Olahraga Singkat yang Bermanfaat Meski BanyakKesibukan
Kandungan Gula Nanas Perlu Diperhatikan
Dalam satu cangkir nanas segar yang dipotong dadu atau sekitar 140 gram, terkandung kurang lebih 84 kalori, 20 gram karbohidrat, 16 gram gula alami, dan 1,2 gram serat.
Porsi yang sama juga dapat memenuhi sekitar 91 persen kebutuhan vitamin C harian.
Kandungan karbohidrat tersebut dapat membuat kadar gula darah meningkat setelah makan.
Perubahan biasanya mulai terlihat dalam 15–30 menit dan pengaruhnya dapat bertahan selama beberapa jam.
Namun, respons tubuh tidak selalu sama. Dua orang yang mengonsumsi nanas dalam jumlah serupa belum tentu mengalami kenaikan gula darah dengan tingkat yang sama.
Padukan Nanas dengan Protein dan Serat
Salah satu cara untuk membantu mengendalikan respons gula darah adalah memperhatikan porsi sekaligus makanan pendampingnya.
Sheth menyarankan agar nanas tidak dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus tanpa makanan lain.
Nanas dapat dipadukan dengan sumber protein, serat, atau lemak sehat. Sebagai contoh, setengah cangkir nanas bisa disajikan bersama yoghurt tawar dan kacang-kacangan atau biji-bijian.
Kombinasi tersebut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah berlangsung lebih bertahap. Meski demikian, hasilnya tetap dapat berbeda pada setiap orang.
Baca Juga: Olahraga Malam Hari, Solusi Sehat Kaum Perkotaan atau Justru Berbahaya?
Pilih Nanas Utuh dan Batasi Porsinya
Selain memperhatikan makanan pendamping, ukuran porsi juga penting.
Mengonsumsi sekitar setengah hingga satu cangkir nanas dapat menjadi acuan untuk menjaga jumlah asupan tetap terukur.
Konsumsi buah utuh dalam porsi wajar juga perlu dibedakan dari jus buah atau buah kering.
Bentuk olahan tersebut dapat membuat asupan gula dan karbohidrat lebih terkonsentrasi dalam jumlah konsumsi yang sama.
Bagi yang memilih nanas kalengan, Sheth menyarankan untuk memperhatikan label produk.
Pilih nanas yang dikemas dalam air atau jus buahnya sendiri tanpa tambahan gula.
Nanas Tetap Bisa Menjadi Bagian dari Pola Makan Seimbang
Nanas juga mengandung senyawa tumbuhan, seperti flavonoid dan fenolik, serta enzim bromelain.
Senyawa tersebut dikaitkan dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi, tetapi kandungannya tidak menghilangkan pengaruh karbohidrat nanas terhadap gula darah.
Baca Juga: Ingin Perut Lebih Rata? Coba 5 Kebiasaan Sehat di Pagi Hari
Karena itu, rasa manis nanas bukan alasan untuk langsung menghindarinya.
Memperhatikan jumlah yang dikonsumsi, memilih produk tanpa tambahan gula, serta mengombinasikannya dengan makanan yang tepat merupakan langkah yang dapat dipertimbangkan untuk menjaga pola makan tetap seimbang.
Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Antara News