JP Radar Kediri – Keributan harian sering kali jadi alasan orang menggantungkan latihan olahraga. Jadwal kuliah, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari membuat kesulitan untuk menyisihkan waktu berolahraga semakin terasa. Padahal, menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu harus dilakukan sepanjang hari.
Tren kebiasaan berolahraga belakangan ini menunjukkan bahwa olahraga mulai dianggap sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. Laporan Year in Sport 2025 dari Strava menunjukkan bahwa masyarakat semakin beragam dalam memilih jenis kegiatan fisik yang mereka lakukan. Selain lari, jalan kaki juga menjadi salah satu aktivitas yang sering direkam pengguna Strava.
Baca Juga: Gaya Pelari Kalcer, Tren Mix and Match Outfit Lari yang Estetik dan Nyaman untuk Anak Muda
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki bisa jadi pilihan untuk tetap bergerak meskipun sibuk. Orang tidak harus selalu pergi ke pusat kebugaran atau melakukan latihan yang terlalu berat untuk mulai membentuk kebiasaan berolahraga.
Misalnya bagi mahasiswa, waktu untuk berolahraga bisa dimasukkan di antara kegiatan perkuliahan. Menggunakan jalan kaki untuk pergi ke kampus, memilih naik tangga daripada lift, melakukan peregangan setelah duduk terlalu lama, atau berjalan-jalan santai di sore hari bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap bergerak.
Tren olahraga kini semakin mendekat ke kehidupan sosial orang-orang. Laporan Strava mencatat bahwa lebih dari separuh pengguna pada tahun 2025 mencatat lebih dari satu jenis aktivitas, dan aktivitas berjalan kaki menduduki peringkat kedua sebagai jenis aktivitas yang paling sering dicatat.
Baca Juga: Tips dan Trik Memilih Outfit Lari, Tetap Stylish dan Nyaman Digunakan!
Di Indonesia, berolahraga tidak selalu harus dilakukan sendirian. Komunitas olahraga, seperti kelompok lari atau jalan kaki, bisa menjadi tempat untuk berolahraga dan bertemu orang lain. Laporan Strava sebelumnya mencatat partisipasi klub lari di Indonesia naik 83 persen pada tahun 2024.
Akhirnya, olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan latihan yang berat atau memakan waktu yang lama. Yang paling penting adalah cara seseorang menemukan kegiatan yang bisa dilakukan terus-menerus dan cocok dengan situasi serta kesibukannya.
Dengan mengalokasikan sedikit waktu untuk bergerak setiap hari, aktivitas fisik bisa menjadi hal sederhana yang bisa diikuti dalam rutinitas sehari-hari. Karena itu, menjaga tubuh tetap bergerak bisa dimulai dari hal kecil—bahkan hanya dengan berjalan kaki saja.
Penulis: Anjani Salma Kholida
Kampus: Universitas Islam Tribakti