JP Radar Kediri - Makan sambil membuka media sosial, menonton video, atau membalas pesan sudah menjadi kebiasaan yang cukup umum. Ponsel yang berada di dekat meja makan membuat perhatian mudah berpindah dari makanan ke layar.
Aktivitas tersebut memang bisa terasa menyenangkan, terutama ketika digunakan untuk menemani waktu makan. Namun, ketika perhatian lebih banyak tertuju pada layar, kita bisa menjadi kurang menyadari apa yang sedang dimakan.
Perhatian Terbagi antara Makanan dan Layar
Saat makan sambil scroll, otak harus membagi perhatian antara makanan dan informasi yang muncul di layar. Fokus dapat berpindah ke video, unggahan, komentar, atau pesan yang sedang dibaca.
Baca Juga: Ingin Tetap Terlihat Muda? 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bikin Tubuh Cepat Menua
Akibatnya, beberapa detail selama makan bisa kurang diperhatikan. Misalnya, rasa makanan, tekstur, kecepatan makan, atau seberapa lama kita sudah duduk menikmati makanan.
Makan kemudian terasa seperti aktivitas yang berlangsung di latar belakang sementara perhatian utama berada pada ponsel.
Makan Bisa Terasa Lebih Cepat
Konten di media sosial dirancang untuk terus berganti. Satu video dapat berlanjut ke video berikutnya, sementara tangan tetap mengambil makanan tanpa banyak disadari.
Kondisi ini bisa membuat waktu makan terasa berlalu begitu saja. Seseorang mungkin baru menyadari makanannya sudah habis setelah perhatian kembali dari layar.
Bukan berarti ponsel selalu harus dijauhkan setiap kali makan. Namun, menyadari bagaimana layar memengaruhi perhatian dapat membantu seseorang lebih mengenali kebiasaannya sendiri.
Baca Juga: Weekend Tanpa Agenda, Kenapa Tidak Melakukan Apa-Apa Kadang Justru Dibutuhkan?
Sesekali Coba Makan tanpa Distraksi
Makan tanpa layar tidak harus dilakukan setiap saat. Cukup mencoba beberapa menit pertama tanpa ponsel bisa menjadi cara sederhana untuk memberikan perhatian lebih pada makanan.
Baca Juga: Niat Istirahat Lima Menit, Malah Satu Jam: Kenapa Kita Sulit Berhenti Scrolling?
Perhatikan rasa, aroma, tekstur, serta suasana ketika makan. Jika sedang bersama orang lain, waktu makan juga dapat digunakan untuk berbincang tanpa harus terus memeriksa notifikasi.
Cara sederhana lainnya adalah meletakkan ponsel sedikit lebih jauh dari jangkauan atau mengaktifkan mode senyap selama beberapa menit.
Tidak Perlu Membuat Aturan yang Terlalu Kaku
Mengubah kebiasaan tidak harus berarti melarang penggunaan ponsel sepenuhnya saat makan. Ada kalanya menonton sesuatu atau membaca informasi memang menjadi bagian dari waktu santai.
Baca Juga: Sering Ambil Screenshot, Benarkah Bisa Bikin Informasi Lebih Mudah Terlupa?
Yang lebih penting adalah mengetahui kapan layar mulai mengambil terlalu banyak perhatian. Jika hampir setiap waktu makan berlalu tanpa benar-benar menyadari makanan yang disantap, sesekali mengambil jeda dari layar bisa dicoba.
Pada akhirnya, makan bukan hanya soal menyelesaikan makanan yang ada di depan kita. Memberikan sedikit perhatian pada proses makan dapat membuat waktu tersebut terasa lebih sadar dan tidak sekadar menjadi aktivitas sambil lalu di antara scroll berikutnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil