JP Radar Kediri – Bertambahnya usia merupakan bagian alami dari kehidupan. Namun, kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi tubuh dan seberapa cepat tanda-tanda penuaan terlihat.
Penuaan tidak hanya ditandai dengan munculnya kerutan atau garis halus. Kulit yang terlihat kusam, tubuh lebih mudah lelah, perubahan pada rambut, hingga menurunnya konsentrasi juga dapat muncul seiring bertambahnya usia.
Faktor genetik memang memiliki pengaruh. Meski begitu, pola hidup tetap menjadi bagian penting yang dapat diperhatikan.
Beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana justru dapat membuat tubuh lebih cepat mengalami berbagai tanda penuaan.
Dilansir dari English Jagran, berikut delapan kebiasaan yang perlu diperhatikan jika ingin menjaga tubuh tetap sehat dan terlihat segar.
Baca Juga: Belum Nikah Tapi Terdaftar Desil 6-10, Ternyata Penyebab dan Solusinya
1. Jarang Menggunakan Sunscreen
Paparan sinar matahari berlebihan menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit. Paparan ultraviolet dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan memicu munculnya noda maupun garis halus.
Karena itu, penggunaan sunscreen dapat menjadi bagian dari rutinitas, terutama ketika banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Niat Istirahat Lima Menit, Malah Satu Jam: Kenapa Kita Sulit Berhenti Scrolling?
2. Memiliki Pola Tidur yang Berantakan
Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan menjalankan berbagai proses pemulihan. Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak konsisten dapat membuat wajah terlihat lebih lelah dan kurang segar.
Kualitas tidur yang buruk juga dapat memengaruhi konsentrasi dan fungsi kognitif. Membuat jadwal tidur yang lebih teratur serta mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur dapat membantu membangun kebiasaan istirahat yang lebih baik.
Baca Juga: Mix and Match Kemeja Kotak-Kotak untuk Hijabers Kediri, Ini Yang Wajib Kamu Tiru!
3. Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula
Makanan dan minuman tinggi gula sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Pola makan dengan asupan gula yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap peradangan dan berbagai masalah kesehatan apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Membatasi konsumsi makanan atau minuman tinggi gula dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun pola makan yang lebih seimbang.
4. Makan Sambil Terdistraksi
Menonton video atau menggulir media sosial sambil makan mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun, terlalu banyak distraksi dapat membuat seseorang kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
Akibatnya, jumlah maupun kualitas makanan yang masuk ke tubuh bisa kurang terkontrol. Cobalah makan dengan lebih perlahan dan memberikan perhatian pada makanan agar asupan lebih terjaga.
Baca Juga: Me Time Bukan Berarti Menjauh, Mengapa Waktu Sendiri Penting untuk Menjaga Pikiran?
5. Kurang Minum Air
Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, seseorang dapat mengalami dehidrasi yang antara lain ditandai dengan rasa lemas, haus, sakit kepala, atau menurunnya konsentrasi.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, tergantung aktivitas dan kondisi lingkungan. Karena itu, biasakan mencukupi kebutuhan minum sepanjang hari.
6. Membiarkan Stres Berlarut-larut
Stres yang berlangsung terus-menerus tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik.
Tekanan berkepanjangan dapat mengganggu tidur, membuat tubuh lebih mudah lelah, serta memengaruhi pola makan dan aktivitas sehari-hari.
Mengelola stres melalui aktivitas yang menenangkan, olahraga, atau menulis jurnal dapat menjadi pilihan.
Baca Juga: Jangan Langsung Bereaksi Saat Emosi Naik, Jeda Sejenak Bisa Bantu Mengelolanya
7. Terlalu Lama Membungkuk di Depan Layar
Penggunaan ponsel dan komputer dalam waktu lama dapat membuat seseorang terus berada dalam posisi membungkuk atau menundukkan kepala. Kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan istilah tech neck.
Postur yang kurang baik dapat meningkatkan ketegangan pada leher, bahu, dan punggung. Memberikan jeda, melakukan peregangan, serta menyesuaikan posisi layar dapat membantu mengurangi ketegangan akibat terlalu lama berada di depan perangkat.
8. Mengonsumsi Alkohol Secara Berlebihan
Konsumsi alkohol berlebihan dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan tubuh, termasuk fungsi hati. Alkohol juga dapat berkontribusi terhadap dehidrasi dan mengganggu kualitas tidur.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Membatasi konsumsi alkohol atau menghindarinya dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat.
Baca Juga: Apa Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja? Perubahan Tidur Patut Diwaspadai
Awet Muda Bukan Hanya Soal Perawatan Kulit
Menjaga tubuh agar tetap sehat dan terlihat segar tidak cukup hanya dengan mengandalkan produk perawatan kulit.
Kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, mengelola stres, memperhatikan postur, dan melindungi kulit dari paparan matahari juga perlu diperhatikan.
Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, seseorang tidak hanya berupaya mempertahankan penampilan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia.
Editor : Shinta Nurma Ababil