JP Radar Kediri - Saat ini fenomena doomscrolling sedang marak-maraknya. Doomscrolling adalah kebiasaan membacara atau melihat informasi negatif melalui ponsel dan media sosial secara terus menerus.
Informasi yang muncul ini biasanya berupa berita bencana, konflik, kejahatan, masalah ekonomi, hingga berbagai peristiwa yang menimbulkan kecemasan.
Walaupun informasi yang dibaca membuat perasaan tidak nyaman, seseorang sering kali tetap scroll layar untuk mencari berita lebih banyak.
Kebiasaan buruk ini biasanya dilakukan tanpa disadari, khususnya saat seseorang sedang mempunyai waktu luang atau saat beristirahat.
Mulanya, seseorang mungkin hanya ingin mengetahui salah satu peristiwa yang muncul, namun, saat berita yang didapat ternyata menuju informasi negatif lainnya sehingga waktu yang digunakan menjadi lebih lama dari yang direncanakan.
Doomscrolling sangat berbeda dengan kegiatan mencari informasi yang masih dibilang wajar. Seseorang yang mencari informasi biasanya memiliki tujuan dan berhenti ketika sudah mendapatkan jawaban.
Sementara itu, doomscrooling akan membuat sesorang cenderung terus membaca tanpa batas yang jelas, bahkan saat informasi tersebut sudah mulai mengganggu pikiran dan emosi seseorang.
Penyebab Doomscrolling Sulit Dihentikan
Keinginan untuk mengetahui perkembangan terbaru adalah salah satu penyebab doomscrolling. Saat peristiwa besar terjadi, seseorang merasa harus terus memantau berita agar tidak kehilangan informasi penting.
Baca Juga: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati: 5 Kebiasaan Sehat Setiap Hari.
Perasaan takut tertinggal inilah yang membuatnya memeriksa media sosial secara berulang, meskipun belum tentu ada informasi terbaru yang benar-benar diperlukan.
Manusia lebih mudah tertarik dengan berita negatif. Informasi tentang ancaman, bahaya, atau konflik bisa menimbulkan rasa penasaran sekaligus kewaspadaan.
Seseorang kemudian merasa ingin untuk terus membaca karena menurutnya semakin banyak informasi yang diketahui, semakin siap pula dirinya menghadapi kemungkinan buruk.
Selain itu, hal yang membuat doomscrolling sulit dihentikan adalah sistem rekomendasi di sosial media tersebut. Ketika seseorang sering membuka konten tertentu, platform bisa saja menampilkan semakin banyak konten serupa.
Hal ini mengakibatkan halaman media sosial penuh dengan informasi negatif yang akan terus mengarahkan pengguna menuju berita berikutnya.
Dampak Doomscrolling terhadap Kehidupan
Doomscrolling ini bisa memengaruhi kesehatan mental karena seseorang terus menerima informasi yang menimbulkan rasa takut dan khawatir.
Jika hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, kebiasaan ini bisa meningkatkan kecemasan, stres, dan perasaan tidak berdaya.
Seseorang juga bisa menganggap bahwa dunia selalu dipenuhi masalah karena informasi yang dilihatnya didominasi oleh peristiwa negatif.
Kebiasaan scrolling tanpa batas juga bisa mengganggu produktivitas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk hal positif seperti bekerja, belajar, atau menyelesaikan kegiatan lain malah habis untuk membaca berita.
Baca Juga: Membentuk Self Confidence Bukan Hal Mustahil, Terapkan 5 Kebiasaan Ini Biar Kamu Gak Minder Lagi
Setelah berhenti, seseorang mungkin akan merasa lelah secara mental sehingga sulit mengembalikan fokus pada tugas yang perlu dikerjakan.
Doomscrolling yang biasanya dilakukan sebelum tidur akan mengurangi kualitas istirahat. Cahaya layar dan isi berita yang mengganggu pikiran membuat seseorang lebih sulit merasa tenang.
Akibatnya, waktu tidur menjadi lebih singkat, tubuh akan cepat merasa lelah bahkan di pagi hari, serta suasana hati bisa terganggu sepanjang hari.
Cara Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling
Cara untuk mengurangi doomscrolling adalah menentukan waktu khusus untuk membaca berita dan membuka media sosial.
Seseorang bisa mengatur batas waktu penggunaan aplikasi serta mematikan notifikasi yang tidak penting.
Batasan ini bisa membantu pengguna memperoleh informasi tanpa harus terus menerus memeriksa ponselnya.
Seseorang juga harus memilih sumber informasi yang jelas dan terpercaya. Membaca berita dari beberapa sumber utama akan lebih bermanfaat dibandingkan dengan scrolling unggahan yang belum diketahui kebenarannya.
Setelah memperoleh informasi yang dibutuhkan, ponsel bisa diletakkan dan perhatian akan teralihkan oleh kegiatan lain.
Menghentikan doomscrolling tidak harus dilakukan secara mendadak. Kebiasaan ini bisa dikurangi secara perlahan dengan mengganti waktu menggunakan ponsel dengan aktivitas lainnya seperti, olahraga, membaca buku, mendengarkan musik, atau berbicara dengan terdekat.
Tujuan ini bukan untuk menghindari berita sepenuhnya, tetapi memabangun kebiasaan mengonsumsi informasi secara lebih sehat dan terkendali.
Penulis : Ulyatul Ula
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Editor : Shinta Nurma Ababil