“Tetapi juga dimulai dari keputusan sederhana setiap orang dalam memperlakukan pakaian,” kata pria berdarah Betawi itu.
Melalui lima busana yang dipamerkan pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Pos Radar Kediri di Car Free Day Jalan Dhoho, Minggu (19/7) lalu, Embran mengangkat tema yang dekat dengan dunia jurnalistik. Yakni, Headline, Deadline, Editorial, Breaking News, dan Sport News.
Baca Juga: Tampil Fashionable dengan Mix and Match Blazer, Ini Yang Wajib Kamu Ketahui!
Dalam merealisasikan konsep sustainable fashion itu, dia memanfaatkan pakaian lama atau thrift. Untuk mengubah pakaian bekas itu menjadi produk baru, Embran memberi sentuhan newspaper atau koran dan textile craft. Sehingga memiliki nilai estetika dan fungsi yang lebih tinggi. Melalui konsep upcycle itu, material lama diubah menjadi produk baru bernilai lebih tanpa menghancurkan material utamanya.
“Yang diedukasi ke masyarakat adalah bagaimana kita mengapresiasi fashion supaya tidak menjadi limbah, terlebih limbah fashion menjadi limbah terbesar nomor 2 di dunia,” ungkap Embran.
Melalui lima tampilan itu, Embran menggambarkan perjalanan pakaian bekas yang memperoleh kehidupan baru melalui kreativitas. Di sisi lain, pameran ini juga bentuk kampanye mengajak masyarakat mengurangi budaya konsumtif. Setiap koleksi menegaskan bahwa sustainable fashion dimulai dari kebiasaan sederhana. Yakni merawat, menggunakan kembali, dan memperpanjang umur pakaian sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Beberapa detail desain disesuaikan tema, potongan koran juga kita pakai yang terbitan hari itu. Kita juga pilih model baju yang timeless,” terang Embran.
Baca Juga: Mengenal Tren Fashion Kebaya Kutu Baru, Hidupkan Budaya namun Tetap Stylish, Ini Caranya!
Langkah nyata dalam konsep sustainable fashion juga digaungkan melalui pameran itu. Mulai dari reuse, recycle, upcycle, repurpose, repair, reduce, hingga refashion atau redesign. Seluruh konsep itu bertujuan memperpanjang umur pakai pakaian, mengurangi limbah tekstil, serta mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih bijaksana.
Melalui koleksi “NEWSPAPER – Good News & Bad News”, Embran ingin menyampaikan bahwa masa depan dunia mode ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil setiap orang di tiap harinya. Dengan mengenakan kembali, memperbaiki, atau mengubah pakaian lama menjadi karya baru, masyarakat telah menjadi bagian dari gerakan sustainable fashion demi masa depan bumi yang lebih baik. (him/ais)
Editor : Andhika Attar Anindita