Berlangganan Banyak Platform Streaming, Ini Cara Hitung biar Enggak Boros

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:52 WIB
Ilustrasi Hitung total biaya bulanannya tetap sesuai anggaran.
Ilustrasi Hitung total biaya bulanannya tetap sesuai anggaran.

JP Radar Kediri – Nonton film atau series sekarang tidak lagi identik sama TV kabel. Semua orang tinggal buka HP, tinggal pilih mau nonton di platform apa. Tapi justru di situ masalahnya. Saking banyak pilihan dan konten menarik, banyak yang akhir nya langganan lebih dari satu platform sekaligus, dan tidak sadar totalnya sudah membengkak tiap bulan.

Kalau dilihat satu-satu, harga langganannya memang keliatan murah. Tapi begitu ditotal, tiga sampai empat platform tambah langganan musik, jumlahnya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Kebanyakan orang baru sadar pas cek mutasi rekening di akhir bulan, terus bingung sendiri kenapa saldonya cepat habis.

Biar tidak kejadian begitu terus, langkah paling gampang adalah bikin daftar semua langganan yang masih aktif, lengkap sama harga dan tanggal tagihannya. Termasuk langganan-langganan kecil yang biasanya otomatis kepotong sendiri lewat auto-debit, mulai dari Netflix, Disney+, Viu, Prime Vidio, sampai  Spotify, YouTube Premium, atau iCloud.

Baca Juga: Sebelum Ditangkap KPK, Gatot Sudah Mengajukan Cuti Sejak Senin

Setelah daftarnya lengkap, tinggal dijumlah semua. Kalau ada yang langganan tahunan, tinggal dibagi 12 dulu, baru digabung sama tagihan bulanan yang lain. Dari situ bakal ketahuan berapa sebenarnya total pengeluaran buat hiburan digital tiap bulan.

Idealnya, angka ini tidak lebih dari 5 persen dari gaji bersih. Nah, kalau totalnya sudah kelihatan, coba dibandingkan sama seberapa sering platform itu benar-benar dipakai. Caranya gampang, tinggal bagi harga langganan bulanan dengan jam nonton dalam sebulan.

Misalnya platform yang harganya Rp120 ribu tapi ditonton 30 jam sebulan, berarti cuma sekitar Rp4 ribu per jam. Tapi kalau ada platform yang harganya cuma Rp60 ribu, sementara cuma ditonton dua jam sebulan, itu justru jadi Rp30 ribu per jam.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juli 2026 di Angka Rp2.635.000, Naik Berapa? Cek Sekarang

Mahal murahnya harga di kertas ternyata belum tentu sesuai kenyataan. Platform yang jarang dibuka kayak gini biasanya jadi yang pertama layak dicoret. Trik lain yang lumayan ampuh adalah gantian langganan tiap bulan, bukan aktif semua platform terus-menerus.

Fokusnya bukan di platformnya, tapi di serial atau film yang mau ditonton. Bulan ini misalnya lagi seru-serunya nonton series di satu platform, ya sudah langganan itu dulu sampai tamat, terus langsung matikan perpanjangan otomatisnya begitu selesai bayar.

Bulan depan baru pindah ke platform lain. Cara ini bikin pengeluaran tidak terus-terusan jalan padahal kontennya sudah tidak dipantau lagi. Selain rotasi, jenis paket yang dipilih juga sering jadi sumber pemborosan.

Baca Juga: Harta Kekayaan Sudaryono Kepala BGN Baru, Hartanya Naik Berlipat Sejak Jabat Wamentan

Tidak sedikit orang ambil paket paling mahal cuma karena gengsi, padahal nontonnya sendirian doang lewat HP. Kalau memang cuma dipakai sendiri, paket Mobile atau Basic sudah lebih dari cukup, dan bedanya ke kantong bisa lumayan jauh dibanding paket Premium yang buat banyak layar.

Sebaliknya, buat aplikasi yang memang dipakai tiap hari kayak Spotify, paket tahunan biasanya lebih hemat, soalnya diskonnya bisa setara beberapa bulan gratis. Ada juga opsi lain yang sering luput, yaitu paket bundling dari provider internet atau kartu seluler yang sudah termasuk langganan streaming.

Kadang harganya justru lebih murah dibanding bayar satu-satu. Kalau tidak mau ribet urus paket bundling, bisa juga patungan lewat family plan resmi bareng keluarga atau teman dekat, jadi biaya per orang jauh lebih ringan. Ini lebih aman ketimbang pakai akun sharing ilegal yang risikonya diblokir sewaktu-waktu.

Baca Juga: Hot News! KPK Amankan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heru Hernanda Terkait Dugaan Kasus Suap

Satu hal yang sering dilupakan: sesekali cek ulang langganan yang masih aktif. tidak jarang ada yang sudah lama tidak dibuka tapi tetap saja kepotong tiap bulan karena lupa dibatalkan. Kalau kuota internet juga jadi pertimbangan, kualitas video ikut ngaruh, soalnya nonton di 4K jelas lebih boros data dibanding SD, jadi bisa diturunin dulu kualitasnya kalau kuota lagi menipis.

Intinya, asal mau sedikit teliti menghitung dan rajin mengevaluasi langganan, nonton hiburan digital tetap bisa jalan terus tanpa bikin dompet menjerit di akhir bulan.

Penulis : Satria Sinak
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
langganan platform harga nonton film