KEDIRI, JP Radar Kediri - Cara seseorang berpakaian memang bisa memengaruhi energi dalam tubuhnya. Misalnya ketika mengenakan pakaian colorfull dan penuh motif akan menguggah semangat dan memberi kesan ceria. Tak heran, jika ada tren dopamine dressing yang mulai dianut oleh beberapa orang.
“Selera fashion memang berbeda-beda. Ada yang suka gaya minimalis monokromatik. Tetapi juga ada yang gemar menunjukkan ekspresi gaya yang lebih berani,” ujar Addenda, fashion enthusiast Kediri.
Ya, busana dengan warna-warna cerah dan motif bertabrakan atau yang sering dikenal dengan istilah gaya maksimalis dan dopamine dressing mulai banyak digemari. Fenomena ini seolah menjadi bentuk kebebasan berekspresi para pencinta mode yang ingin memancarkan energi positif melalui pakaian sehari-hari mereka.
Baca Juga: Tips Memilih Outfit Pemilik Kulit Warm Tone, Ini Yang Perlu Kamu Pahami!
Meskipun tren ini tampak menarik, memadupadankan busana bercorak dan penuh warna seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. “Mereka yang berpakaian seperti ini pasti muncul kekhawatiran. Takut terlihat berlebihan, norak, atau kehilangan sentuhan elegan ketika salah memilih kombinasi,” imbuh perempuan berusia 28 tahun itu.
Padahal, dengan pemahaman dasar tentang komposisi warna dan proporsi desain, siapa pun bisa tampil stylish dan menawan tanpa harus membuang karakter aslinya. Kuncinya, dengan menemukan satu warna sebagai benang merah yang mengikat keseluruhan tampilan.
Untuk diketahui, para pakar mode menyarankan agar menggunakan panduan roda warna (color wheel) demi menemukan kombinasi yang harmonis. Seperti memadukan warna komplementer atau warna analog. Dengan adanya satu warna dasar yang sama di antara potongan pakaian yang dikenakan, siluet busana akan tetap terlihat menyatu meski pola desainnya sangat kontras.
Baca Juga: Tren Mix and Match Outfit Bernuansa Warna Netral Semakin Digemari, Ini Alasannya!
“Selain pemilihan palet warna, proporsi ukuran motif juga memegang peranan krusial dalam menciptakan keseimbangan visual. Jika memilih atasan dengan corak bunga atau pola geometris berukuran besar, sebaiknya padukan dengan bawahan bermotif lebih kecil atau bergaris tipis,” tandasnya.
Perpaduan skala motif yang berbeda ini berfungsi untuk mencegah kebingungan visual. Sehingga mata orang yang melihat tetap memiliki titik fokus utama pada keseluruhan outfit.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kehadiran elemen netral di tengah keramaian corak dan warna terang juga diperlukan. Warna-warna dasar seperti putih, krem, abu-abu, atau hitam berperan untuk menetralkan dominasi corak yang mencolok.
Baca Juga: Tips dan Trik Jitu Memadupadankan Outfit Earth Tone, Ini Yang Wajib Kamu Perhatikan!
“Sebagai contoh, memadukan luaran bermotif ramai dan celana merah terang dengan kaus dalaman berwarna putih polos akan membuat keseluruhan gaya pakaian menjadi lebih rapi dan nyaman dipandang,” terangnya.
Selebihnya, yang tak kalah penting adalah aspek kenyamanan dan rasa percaya diri pemakainya. Sepintar apa pun teori padu padan gaya yang diaplikasikan, busana mix and match yang berani akan kehilangan daya tariknya jika pemakai merasa canggung saat mengenakannya.
“Oleh karena itu, gunakan pakaian yang mencerminkan suasana hati dan kenyamanan pribadi,” pungkas perempuan asal Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri itu.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri