KEDIRI, JP Radar Kediri - Kegiatan mendaki gunung atau trekking kini semakin digemari oleh masyarakat sebagai alternatif liburan untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Namun, berbeda dengan sekadar berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, menjelajahi alam bebas menuntut persiapan yang jauh lebih matang, terutama dalam hal pakaian.
Memilih busana trekking tidak boleh hanya berpatokan pada tren fesyen semata atau sekadar terlihat memukau di depan kamera. Elemen paling krusial yang harus selalu diutamakan adalah fungsionalitas, perlindungan, dan keselamatan, mengingat kondisi cuaca di alam liar bisa berubah secara ekstrem dan tak terduga hanya dalam hitungan menit.
Baca Juga: Tips and Trick Memilih Outfit Yoga
Kunci utama dalam berpakaian di alam bebas adalah menerapkan sistem penumpukan atau layering system serta memilih material yang tepat. Aturan yang wajib ditaati adalah menghindari pakaian berbahan katun 100%, karena bahan ini menahan keringat dan sangat lama mengering, yang justru dapat memicu hipotermia saat suhu mendadak turun.
Sebagai gantinya, kenakan base layer berbahan sintetis atau merino wool yang cepat kering (quick-dry). Selanjutnya, gunakan mid layer seperti jaket fleece untuk insulasi panas tubuh, dan siapkan outer layer berupa jaket pelindung tahan angin serta air (windproof dan waterproof) di lapisan terluar.
Untuk area bawah tubuh, pemilihan celana yang fleksibel dan tangguh sangat menentukan keleluasaan Anda saat melintasi medan menanjak atau rintangan berbatu.
Baca Juga: Panduan Memilih Outfit Padel, Ini Yang Wajib Kamu Ketahui!
Celana khusus trekking berbahan nilon campuran yang elastis (stretchable) adalah pilihan paling ideal, sementara celana berbahan jin atau denim wajib dihindari karena sangat kaku dan memberatkan langkah jika terkena air.
Sebagai alternatif praktis, celana model sambungan (convertible) yang bagian bawahnya dapat dilepas menjadi celana pendek sangat disarankan agar bisa dengan mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu siang yang terik dan malam yang dingin.
Lebih lanjut, investasi terpenting dalam outfit pendakian terletak pada alas kaki yang mumpuni. Menggunakan sepatu kets harian atau sepatu lari di jalur pendakian sangat berisiko menyebabkan cedera atau tergelincir di medan tanah basah dan berkerikil. Gunakanlah sepatu khusus trekking yang memiliki bantalan kuat, pelindung pergelangan kaki yang baik, serta sol luar dengan cengkeraman (traksi) tajam. Padukan sepatu tersebut dengan kaus kaki tebal berbahan sintetis atau wol khusus outdoor untuk meminimalisasi gesekan berlebih yang sering kali menyebabkan kaki melepuh.
Baca Juga: Tips dan Trik Memilih Outfit Lari, Tetap Stylish dan Nyaman Digunakan!
Sebagai sentuhan akhir, penggunaan aksesori fungsional sangat krusial untuk memberikan perlindungan ekstra bagi tubuh dari paparan elemen alam. Topi rimba atau topi bertepi lebar berfungsi optimal menjaga wajah dan tengkuk dari sengatan sinar ultraviolet yang jauh lebih kuat di dataran tinggi.
Jangan lupakan buff (syal serbaguna) untuk menghalau debu vulkanik agar tidak terhirup ke saluran pernapasan, serta kacamata hitam pelindung UV. Dengan perpaduan outfit yang tepat dari ujung kepala hingga kaki, keindahan alam dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.
Editor : Mahfud