Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenali Gejala Penyakit pada Murai Batu Sebelum Terlambat, Ini Tandanya

Dita Citra Oktaviana • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:12 WIB
Murai Batu (Pinterest)
Murai Batu (Pinterest)

JP Radar Kediri - Murai batu adalah salah satu burung kicau paling populer di Indonesia berkat suaranya yang merdu dan penampilannya yang memukau. Namun seperti makhluk hidup lainnya, murai batu juga rentan terhadap berbagai penyakit yang bisa mengancam keselamatan hidupnya jika tidak ditangani sejak dini.

Mengenali gejala penyakit sedini mungkin adalah kunci utama untuk menolong burung kesayanganmu sebelum kondisinya memburuk. Berikut adalah gejala-gejala penyakit yang paling sering menyerang murai batu dan perlu kamu waspadai setiap saat.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Burung Ciblek, Si Kecil Pemilik Kicauan Tembakan yang Kian Langka

1. Gangguan Sistem Pernapasan

Perhatikan jika murai batumu sering bersin, mengeluarkan cairan dari hidung, atau terdengar suara ngorok saat bernapas. Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi awal infeksi pilek, snot, atau coryza yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur.

Kondisi yang lebih serius adalah ketika burung terlihat sesak napas, terengah-engah, atau mengeluarkan suara napas yang tidak normal. Gejala ini bisa menandakan pneumonia atau radang paru-paru yang membutuhkan penanganan medis segera tanpa penundaan.

Baca Juga: 8 Jenis Burung Kolibri Asli Indonesia yang Menawan dan Sayang untuk Dilewatkan

2. Gangguan Sistem Pencernaan

Salah satu tanda paling mudah diamati adalah perubahan warna dan konsistensi kotoran burung. Kotoran yang encer dengan warna tidak normal seperti hijau terang, putih susu, kuning, atau bahkan berdarah adalah gejala khas diare yang perlu segera ditindaklanjuti.

Selain kotoran, waspadai juga jika burung sering memuntahkan kembali makanan yang belum tercerna. Kondisi ini bisa menjadi tanda megabacteria atau radang proventrikulus yang ditandai pula dengan penurunan berat badan meski nafsu makan tampak normal atau bahkan meningkat.

Baca Juga: Sering Terdengar Tapi Jarang Terlihat, Ini Habitat Asli Burung Srigunting Si Peniru Suara

3. Gangguan Sistem Saraf

Gejala saraf pada murai batu sangat mudah dikenali karena terlihat secara fisik dan cukup mencolok. Kepala yang berputar terus-menerus (tortikolis), tubuh gemetar (tremor), atau kelumpuhan pada sayap dan kaki adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan sekecil apapun.

Gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan penyakit serius seperti Newcastle (tetelo), penyakit Marek, atau avian encephalomyelitis yang dikenal sebagai tremor epidemik. Semua penyakit ini sangat berbahaya dan membutuhkan penanganan dokter hewan sesegera mungkin karena bisa mematikan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Burung Tledekan Gunung: Mitos, Kepercayaan, dan Legenda yang Melekat di Masyarakat

4. Gangguan Kulit dan Bulu

Jika murai batumu sering mematuki bulunya sendiri, bulunya tampak kusam dan rusak, atau kulitnya terlihat kemerahan dan iritasi, kemungkinan besar burungmu sedang terinfestasi kutu atau tungau. Parasit eksternal ini bisa menyebar dengan cepat dan membuat burung menjadi tidak nyaman serta stres berkepanjangan.

Selain kutu, perhatikan juga jika ada keropeng tebal dan berkapur yang muncul di bagian kaki atau sekitar paruh burung. Kondisi ini mengindikasikan infestasi tungau kaki atau muka (scaly mites) yang perlu segera diobati agar tidak menyebar lebih luas dan menyebabkan kerusakan permanen.

Baca Juga: Pesona Poksay Hongkong, Burung Kicau Populer dengan Suara Merdu dan Harga Tinggi

5. Gejala Pertumbuhan Bulu Abnormal

Bulu yang tumbuh pendek, mudah patah, atau tidak berkembang normal bisa menjadi tanda french molt atau penyakit bulu pendek yang cukup umum menyerang burung kicau. Kondisi ini biasanya terlihat setelah masa mabung dan membuat penampilan burung menjadi tidak sempurna.

Meski tidak selalu mengancam jiwa secara langsung, pertumbuhan bulu abnormal mengindikasikan adanya gangguan dalam metabolisme atau kondisi kesehatan burung secara keseluruhan. Segera konsultasikan ke dokter hewan untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Mengenal Burung Prenjak, dari Ciri Fisik hingga Mitos yang Dipercaya

6. Gejala Umum yang Sering Diabaikan

Beberapa gejala umum sering kali dianggap sepele padahal bisa menjadi sinyal awal penyakit serius. Burung yang terlihat lesu, nafsu makannya menurun drastis, berat badannya menyusut, atau bulunya terus mengembang adalah tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi kesehatannya.

Perubahan perilaku juga perlu diwaspadai, seperti burung yang tiba-tiba menjadi lebih agresif, mudah takut, atau memilih menyendiri jauh dari aktivitas seperti biasanya. Jika kamu melihat kombinasi dari gejala-gejala ini, jangan tunda untuk segera membawa murai batumu ke dokter hewan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sebelum terlambat.

Memelihara murai batu bukan hanya soal memberi makan dan merawat bulunya setiap hari. Pengamatan rutin terhadap perubahan perilaku, kondisi fisik, dan kotorannya adalah bentuk perhatian tulus seorang pemilik yang benar-benar peduli pada kesehatan burung kesayangannya.

Baca Juga: Jantan atau Betina? Ini 8 Cara Membedakan Burung Cendet dengan Mudah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.  

Editor : Shinta Nurma Ababil
#gejala penyakit murai batu #penyakit murai batu #perawatan burung #murai batu #burung murai batu