JP Radar Kediri – Burung srigunting merupakan salah satu jenis burung yang cukup populer di Indonesia karena memiliki suara khas dan kemampuan menirukan bunyi di sekitarnya.
Burung dengan nama ilmiah Dicrurus ini juga dikenal memiliki ekor bercabang yang membuat penampilannya terlihat elegan saat terbang di alam liar.
Srigunting tersebar di berbagai wilayah Asia, terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cukup banyak spesies srigunting, mulai dari yang hidup di dataran rendah hingga kawasan pegunungan berhutan lebat.
Habitat Favorit Burung Srigunting
Burung srigunting mampu hidup di berbagai tipe habitat tergantung spesiesnya. Sebagian besar hidup di hutan hujan tropis, semak belukar, padang rumput, dan kawasan perkebunan yang masih memiliki vegetasi alami.
Baca Juga: Burung Tledekan Gunung: Mitos, Kepercayaan, dan Legenda yang Melekat di Masyarakat
Beberapa spesies lebih menyukai area terbuka dengan pohon-pohon tinggi untuk bertengger. Namun, ada juga jenis srigunting yang lebih sering ditemukan di hutan lebat karena kondisi tersebut lebih aman untuk mencari makan dan berkembang biak.
Hidup di Dataran Rendah hingga Pegunungan
Srigunting termasuk burung yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan. Burung ini umumnya hidup di dataran rendah, tetapi beberapa spesies juga dapat ditemukan di kawasan pegunungan dengan udara yang lebih sejuk.
Sebagian jenis srigunting mampu bertahan hidup hingga ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut. Kemampuan adaptasi tersebut membuat penyebaran burung ini menjadi sangat luas.
Persebaran Burung Srigunting di Indonesia
Di Indonesia, burung srigunting dapat dijumpai di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Setiap wilayah memiliki spesies srigunting dengan ciri fisik dan warna bulu yang berbeda.
Burung ini biasanya terlihat bertengger di pucuk pohon sambil mengeluarkan suara nyaring. Selain itu, srigunting juga dikenal aktif dan lincah ketika berburu serangga di udara.
Baca Juga: Jantan atau Betina? Ini 8 Cara Membedakan Burung Cendet dengan Mudah
Vegetasi yang Disukai
Burung srigunting menyukai habitat dengan pepohonan rindang sebagai tempat bertengger dan mengawasi mangsa. Pohon tinggi membantu mereka berburu sekaligus melindungi diri dari predator.
Selain pepohonan besar, area dengan semak-semak rapat juga menjadi tempat favorit burung ini. Vegetasi yang cukup lebat memberikan rasa aman, terutama saat musim berkembang biak.
Kebiasaan Mencari Makan
Sebagai burung pemakan serangga, srigunting memiliki kemampuan berburu yang cepat dan gesit. Mereka sering menangkap serangga langsung di udara menggunakan gerakan terbang yang lincah.
Makanan utama burung ini antara lain belalang, jangkrik, rayap, dan kupu-kupu kecil. Dalam kondisi tertentu, beberapa spesies juga memakan buah-buahan kecil sebagai pelengkap makanan.
Perilaku Bersarang
Saat musim kawin tiba, srigunting akan mencari lokasi aman untuk membuat sarang. Sarang biasanya dibuat dari ranting kecil dan rumput kering yang disusun di cabang pohon.
Lokasi sarang dipilih di tempat yang cukup tersembunyi agar terhindar dari predator. Burung ini juga dikenal cukup agresif ketika melindungi telur dan anak-anaknya.
Baca Juga: Burung Wambi, Si Pemilik Suara Merdu yang Kini Semakin Jarang Dijumpai
Ancaman terhadap Habitat
Kerusakan hutan menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup burung srigunting. Pembukaan lahan dan aktivitas manusia menyebabkan habitat alami mereka semakin berkurang.
Selain kehilangan tempat tinggal, penggunaan pestisida juga membuat jumlah serangga menurun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan makanan bagi burung srigunting.
Pelestarian habitat menjadi langkah penting untuk menjaga populasi srigunting di alam liar. Penanaman pohon dan perlindungan kawasan hutan dapat membantu menjaga keberlangsungan hidup burung ini.
Masyarakat juga dapat berperan dengan tidak melakukan perburuan liar dan menjaga lingkungan tetap hijau. Kesadaran bersama sangat penting agar burung srigunting tetap lestari.
Burung srigunting merupakan burung unik yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan habitat yang beragam. Keberadaannya sangat penting bagi keseimbangan ekosistem karena membantu mengendalikan populasi serangga di alam.
Baca Juga: Pesona Poksay Hongkong, Burung Kicau Populer dengan Suara Merdu dan Harga Tinggi
Namun, kerusakan lingkungan menjadi ancaman serius bagi kehidupan burung ini. Karena itu, upaya konservasi dan perlindungan habitat perlu terus dilakukan agar srigunting tetap dapat hidup di alam Indonesia.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil