JP Radar Kediri – Hingga saat ini, banyak orang masih menganggap kucing bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan sisa manusia. Padahal, sistem pencernaan kucing sangat berbeda dengan kita.
Ada sejumlah makanan yang justru berbahaya dan bisa mengancam nyawa kucing jika diberikan secara sembarangan. Sebagai pemilik hewan peliharaan yang bertanggung jawab, penting untuk memahami batasan nutrisi agar kucing kesayangan terhindar dari gangguan pencernaan, keracunan akut, hingga penyakit kronis yang mematikan.
Beberapa makanan sehari-hari sering dianggap aman karena kucing tampak menyukainya, padahal di dalamnya tersimpan risiko tersembunyi. Berikut adalah daftar makanan yang wajib di waspadai:
Baca Juga: Kucing Tercebur Sumur, Dievakuasi Damkar Pos Pare Kediri
1. Telur Mentah
Memberikan telur mentah sangat tidak disarankan karena berpotensi mengandung bakteri patogen seperti Salmonella atau E. coli yang memicu keracunan makanan parah. Selain itu, putih telur mentah mengandung protein bernama avidin yang dapat menghambat penyerapan biotin (vitamin B7).
Jika dikonsumsi terus-menerus, kucing akan mengalami masalah kulit kusam dan kerontokan bulu yang hebat. Sebaiknya, berikan telur yang sudah direbus matang tanpa bumbu tambahan sebagai camilan sesekali.
Baca Juga: 6 Cara Ampuh Mengusir Kucing Liar agar Tak Kembali Datang, Bisa Pakai Bubuk Kopi
2. Ikan dan Daging Mentah
Meskipun kucing adalah karnivora, memberikan daging atau ikan mentah bukanlah ide yang bijak. Selain risiko parasit dan bakteri, ikan mentah mengandung enzim thiaminase yang menghancurkan vitamin B1 (thiamin) dalam tubuh kucing.
Kekurangan thiamin dapat menyebabkan gangguan saraf yang serius, seperti kejang, kehilangan keseimbangan, hingga koma. Pastikan semua asupan protein hewani telah dimasak dengan sempurna untuk membunuh kuman berbahaya.
3. Hati Ayam atau Sapi Berlebihan
Hati memang kaya akan nutrisi, namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan vitamin A. Penumpukan vitamin ini secara berlebih dapat merusak kepadatan tulang, menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak normal pada sendi, hingga osteoporosis.
Dampaknya cukup menyakitkan bagi kucing karena akan membatasi ruang gerak mereka. Pemberian hati harus dibatasi hanya sebagai variasi kecil, bukan menu utama setiap hari.
Baca Juga: Terjebak di Atap, Kucing Milik Warga Ngadiluwih Dievakuasi Petugas Damkar
4. Susu dan Produk Olahan Sapi
Banyak pemilik mengira memberikan semangkuk susu sapi adalah bentuk kasih sayang, padahal kenyataannya sebagian besar kucing dewasa mengalami intoleransi laktosa. Mereka kekurangan enzim laktase untuk memecah gula dalam susu.
Akibatnya, kucing bisa mengalami diare hebat, perut kembung, hingga muntah. Jika ingin memberikan susu, pilihlah produk khusus lactose-free yang diformulasikan untuk kucing agar sistem pencernaan mereka tetap stabil.
5. Ikan Tuna Konsumsi Manusia
Tuna kalengan untuk manusia seringkali mengandung minyak dan garam yang terlalu tinggi bagi ginjal kucing. Meskipun kucing sangat menyukai aromanya, mengkonsumsi tuna secara eksklusif dapat menyebabkan malnutrisi karena tuna tidak memiliki nutrisi lengkap yang dibutuhkan kucing, seperti taurin.
Selain itu, ada risiko akumulasi merkuri jika diberikan terlalu sering. Gunakan tuna hanya sebagai "topping" sesekali atau pilihlah tuna yang memang diolah khusus untuk makanan kucing.
Baca Juga: Terjepit di Plafon, Tim Damkar Evakuasi Kucing di Gurah
6. Makanan Anjing
Secara biologis, anjing dan kucing memiliki kebutuhan nutrisi yang sangat kontras. Makanan anjing biasanya lebih tinggi karbohidrat dan kekurangan taurin serta asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh jantung dan penglihatan kucing.
Jika kucing terus-menerus diberi makanan anjing, mereka akan mengalami malnutrisi jangka panjang yang dapat memicu gagal jantung atau kebutaan permanen.
Memahami kebutuhan nutrisi yang tepat adalah langkah paling mendasar dalam menjaga umur panjang kucing peliharaan. Sebagai tips tambahan, selalu sediakan air bersih yang mengalir dan hindari memberi makanan yang mengandung bawang-bawangan, cokelat, atau kafein karena bersifat toksik bagi mereka.
Pola makan yang seimbang dan selektif bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi tentang memastikan kualitas hidup kucing tetap optimal dan terhindar dari risiko penyakit yang tidak diinginkan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil