JP Radar Kediri – Bahasa adalah alat utama dalam komunikasi manusia. Namun, tidak semua bahasa memiliki tingkat kemudahan yang sama.
Beberapa bahasa di dunia dikenal sangat sulit dipelajari karena memiliki sistem tulisan, tata bahasa, hingga aturan pengucapan yang kompleks.
Berikut lima bahasa yang sering disebut sebagai yang paling sulit di dunia.
1. Mandarin
Bahasa Mandarin merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbesar di dunia, yaitu sekitar 920 juta orang. Meski banyak digunakan, bahasa ini dikenal sangat menantang bagi pembelajar asing.
Kesulitan utama Mandarin terletak pada sistem tulisannya yang menggunakan karakter Hanzi, bukan alfabet.
Baca Juga: 30 Ucapan Valentine Singkat, Penuh Makna, Lengkap Bahasa Indonesia dan Inggris
Jumlah karakter yang digunakan bisa mencapai ribuan, meskipun sekitar 3.000–4.000 sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, Mandarin juga memiliki sistem nada. Perbedaan intonasi dalam pengucapan dapat mengubah arti kata secara signifikan, seperti “mā” yang berarti ibu dan “mǎ” yang berarti kuda.
2. Arab
Bahasa Arab digunakan oleh lebih dari 300 juta orang di berbagai negara. Namun, bahasa ini tergolong sulit dipelajari karena sistem penulisannya yang unik.
Huruf Arab dapat berubah bentuk tergantung posisinya dalam kata, dan ditulis dari kanan ke kiri.
Dalam banyak teks formal, tanda vokal sering tidak dituliskan, sehingga pembaca harus memahami konteks untuk menentukan cara baca yang tepat.
Selain itu, tata bahasa Arab juga cukup kompleks, terutama dalam variasi bentuk kata kerja yang sangat beragam.
Baca Juga: Jika Kamu Cuma Punya Waktu 10 Menit Sehari, Ini Cara Tetap Jadi Pembaca
3. Jepang
Bahasa Jepang digunakan oleh sekitar 125 juta orang di dunia. Kesulitan utama bahasa ini terletak pada penggunaan tiga sistem tulisan sekaligus, yaitu Hiragana, Katakana, dan Kanji.
Hiragana dan Katakana masing-masing terdiri dari 46 karakter, sedangkan Kanji memiliki ribuan simbol yang berasal dari karakter Tiongkok.
Selain itu, struktur kalimat bahasa Jepang juga berbeda dari bahasa Indonesia atau Inggris, karena kata kerja biasanya ditempatkan di akhir kalimat. Penggunaan bahasa juga sangat dipengaruhi tingkat kesopanan.
4. Korea
Bahasa Korea memiliki sekitar 77 juta penutur dan menggunakan sistem tulisan Hangeul yang relatif mudah dipelajari. Namun, kesulitannya muncul pada tata bahasa dan sistem kesopanan.
Baca Juga: Sering Lupa Mau Ngapain Setelah Lewat Pintu? Ini Penjelasan “Doorway Effect”
Bahasa Korea memiliki sistem honorifik yang kompleks, di mana cara berbicara harus disesuaikan dengan status sosial, usia, atau hubungan dengan lawan bicara. Kesalahan dalam penggunaan bisa dianggap tidak sopan.
Struktur kalimatnya juga menempatkan kata kerja di akhir, sehingga sering membingungkan bagi pemula yang baru belajar.
Contohnya, bentuk sopan seperti “가십니다” (gasimnida) digunakan untuk menunjukkan penghormatan dibanding bentuk biasa “간다” (ganda).
5. Rusia
Bahasa Rusia memiliki lebih dari 250 juta penutur di dunia. Bahasa ini menggunakan alfabet Kiril yang berbeda dari alfabet Latin, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pembelajar baru.
Beberapa huruf terlihat mirip dengan alfabet Latin, tetapi memiliki pelafalan yang berbeda.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hobi, Ini Alasan Membaca Buku Penting bagi Pikiran dan Kesehatan
Selain itu, tata bahasa Rusia juga sangat kompleks karena memiliki enam kasus gramatikal yang mengubah bentuk kata sesuai fungsi dalam kalimat.
Hal ini membuat struktur bahasa Rusia cukup sulit dipahami tanpa latihan yang konsisten.
Fakta Menarik
Menurut Foreign Service Institute (FSI) Amerika Serikat, bahasa-bahasa ini membutuhkan waktu belajar yang cukup lama bagi penutur bahasa Inggris.
Mandarin dan Arab diperkirakan membutuhkan sekitar 2.200 jam belajar. Jepang dan Korea bahkan bisa lebih lama, sedangkan Rusia membutuhkan sekitar 1.100 jam untuk mencapai tingkat kemahiran tertentu.
Meski sulit, bahasa-bahasa ini tetap menarik untuk dipelajari karena membuka wawasan budaya yang lebih luas serta meningkatkan kemampuan komunikasi global.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hobi, Ini Alasan Membaca Buku Penting bagi Pikiran dan Kesehatan
Kelima bahasa tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesulitan bahasa tidak hanya ditentukan oleh jumlah kosakata, tetapi juga oleh sistem tulisan, tata bahasa, dan cara pengucapan yang unik.
Mandarin, Arab, Jepang, Korea, dan Rusia masing-masing memiliki tantangan tersendiri yang membuatnya sulit dikuasai oleh pembelajar asing.
Namun, di balik kesulitannya, setiap bahasa menyimpan nilai budaya yang kaya. Dengan ketekunan dan latihan yang konsisten, bahasa yang dianggap sulit sekalipun tetap bisa dipelajari dan dikuasai.
Editor : Shinta Nurma Ababil