JP Radar Kediri - "Aku mau baca buku, tapi sibuk banget." Kalimat itu terdengar familiar, bukan? Dan kemungkinan besar, kamu sudah mengucapkannya lebih dari sekali.
Tapi ini fakta yang mungkin sedikit mengusik. Orang yang paling rajin membaca pun punya 24 jam yang sama seperti kamu.
Persoalannya bukan soal ada atau tidaknya waktu, tetapi soal bagaimana kita menggunakannya.
Kabar baiknya, kamu tidak butuh satu jam khusus yang panjang dan bebas gangguan untuk tetap bisa membaca secara rutin.
Bahkan 10 menit sehari, jika dilakukan secara konsisten, bisa membawa kamu lebih jauh dari yang kamu bayangkan.
Baca Juga: Hari Buku Sedunia Diperingati 23 April, Ini Makna dan Peran Program World Book Capital oleh UNESCO
1. Ubah Cara Pandangmu tentang Waktu Membaca
Kesalahan terbesar kebanyakan orang adalah menunggu waktu membaca yang sempurna, suasana tenang, tidak ada gangguan, duduk nyaman dengan secangkir kopi.
Kenyataannya, momen seperti itu jarang datang, dan jika terus ditunggu, buku di rak hanya akan semakin berdebu. Mulailah melihat celah-celah kecil dalam harimu sebagai peluang membaca.
Menunggu makanan matang, antre di kasir, duduk di transportasi umum, atau bahkan beberapa menit sebelum meeting dimulai, semuanya adalah waktu yang bisa dimanfaatkan.
Sepuluh menit yang tersebar sepanjang hari tetap sepuluh menit membaca.
2. Selalu Bawa Buku ke Mana Pun
Ini terdengar sederhana tapi efeknya luar biasa. Saat buku ada di dekat kamu, kemungkinan untuk membacanya jauh lebih besar dibanding harus mengambilnya dari rak dulu setiap kali ada jeda waktu.
Tidak harus buku fisik. Aplikasi e-book atau audiobook di ponsel sudah lebih dari cukup. Dengan begitu, bukumu selalu ada di kantong, siap dibuka kapanpun ada kesempatan meski hanya beberapa menit.
Baca Juga: 35 Ucapan Hari Buku Sedunia 2026 dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, Cocok untuk Caption!
3. Tentukan Satu Momen Harian yang Pasti
Kebiasaan paling mudah dibangun adalah yang menempel pada rutinitas yang sudah ada. Cari satu titik dalam harimu yang paling stabil, bisa saat baru bangun tidur sebelum memegang ponsel, atau saat malam sebelum tidur sebagai pengganti scroll media sosial.
Tidak perlu lama. Komitmen 10–15 menit di satu waktu yang sama setiap hari lebih efektif daripada berniat membaca satu jam tapi tidak pernah benar-benar terjadi.
Otak manusia menyukai konsistensi, sekali kebiasaan itu terbentuk, melakukannya terasa jauh lebih mudah.
4. Pilih Buku yang Benar-Benar Ingin Kamu Baca
Salah satu alasan orang sulit meluangkan waktu membaca adalah karena buku yang mereka coba baca terasa seperti kewajiban, bukan kesenangan.
Membaca buku yang membosankan memang berat, bahkan satu halaman pun rasanya melelahkan.
Izinkan dirimu untuk membaca apa yang benar-benar menarik bagimu sekarang, bukan buku yang kamu pikir seharusnya kamu baca.
Genre apapun, fiksi, thriller, self-help, sejarah, atau bahkan komik, semua sah. Yang penting, kamu mau membukanya.
Baca Juga: Read Aloud Kediri Raya, Komunitas Buku yang Bangun Kesadaran Literasi sejak Usia Dini
5. Manfaatkan Audiobook untuk Momen yang Tidak Bisa Membaca
Ada situasi di mana membaca teks memang tidak mungkin, seperti saat berkendara, berolahraga, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Di sinilah audiobook menjadi solusi yang cerdas.
Dengan audiobook, aktivitas fisik yang biasanya kosong bisa diisi dengan cerita atau pengetahuan baru.
Ini bukan cara membaca yang kalah nilainya. Banyak pembaca produktif yang menggabungkan keduanya untuk memaksimalkan waktu yang mereka punya.
6. Jangan Paksa Diri Menyelesaikan Buku yang Tidak Kamu Nikmati
Kamu tidak harus menyelesaikan setiap buku yang kamu mulai. Memaksakan diri membaca buku yang tidak menarik hanya akan membuat membaca terasa seperti hukuman.
Jika setelah beberapa puluh halaman sebuah buku tidak juga menarik minatmu, tidak apa-apa untuk berhenti dan beralih ke yang lain.
Waktu membacamu terlalu berharga untuk dihabiskan pada buku yang salah.
7. Rayakan Progres Kecil, Bukan Hanya Target Besar
Banyak orang menetapkan target membaca yang ambisius di awal tahun, misalnya 50 buku dalam setahun, lalu merasa gagal dan menyerah begitu tertinggal dari jadwal.
Target besar itu baik sebagai motivasi, tapi jangan biarkan ia menjadi beban yang justru memadamkan semangat membaca.
Rayakan setiap bab yang selesai. Apresiasi setiap 10 menit yang berhasil kamu luangkan. Progres kecil yang konsisten jauh lebih bermakna daripada target besar yang tidak pernah tercapai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil