JP Radar Kediri – Sore hari menjelang berbuka, deretan lapak takjil di sepanjang jalan selalu punya daya tarik magis.
Aroma gorengan hangat, segarnya es buah warna-warni, hingga jajanan pasar yang berjajar seolah memanggil-manggil untuk dibawa pulang.
Namun, ada fenomena unik yang hampir selalu terulang, yakni saat membeli, kita merasa sanggup menghabiskan semuanya.
Tapi begitu adzan berkumandang, segelas air putih dan dua biji gorengan saja sudah membuat perut menyerah. Sisanya? Hanya berakhir jadi pajangan di meja makan atau bahkan terbuang sia-sia.
Baca Juga: Fenomena War Takjil: Tradisi Seru yang Bikin Ramadan Makin Meriah
Mata yang “Lebih Lapar” dari Perut
Kondisi ini sering kita sebut sebagai lapar mata. Secara psikologis, saat perut kosong belasan jam, otak kita cenderung menjadi agresif dalam merespons stimulus visual makanan. Semua terlihat berkali-kali lipat lebih enak dari biasanya.
Di titik ini, kita tidak lagi belanja berdasarkan kebutuhan, tapi berdasarkan "angan-angan" rasa lapar.
Fenomena ini ternyata punya istilah ilmiah, yaitu overbuying atau pembelian berlebihan.
Menurut Dr. Megawati Simanjuntak, Pakar Ilmu Keluarga dan Konsumen dari IPB University, perilaku ini sering kali terjadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya karena dipicu kondisi lapar dan pengaruh tren di media sosial (FOMO).
Akibatnya, kita sering merasa "harus beli" hanya karena takut ketinggalan apa yang sedang viral, padahal daya tampung perut kita tetap ada batasnya.
Baca Juga: Ide Menu Takjil Diet Friendly Cocok Untuk Berbuka Puasa
Trik Rem Darurat Agar Tak Kalap
Agar kantong tidak "bocor alus" dan makanan tidak mubazir, ada baiknya kita memasang rem darurat sebelum berangkat berburu takjil:
Prinsip Satu-Satu
Coba batasi diri untuk hanya membeli satu jenis minuman dan satu jenis camilan, karena kapasitas lambung tidak bertambah meski kita sedang berpuasa.
Uang Pas, Kontrol Puas
Membawa uang tunai secukupnya sesuai rencana belanja sangat efektif untuk meredam keinginan impulsif saat melihat lapak takjil lain yang menggoda.
Fokus pada Esensi
Perlu diingat bahwa inti dari berbuka adalah membatalkan puasa dan mengembalikan energi, bukan memindahkan seluruh isi pasar ke meja makan.
Baca Juga: Resep Tahu Saus Padang Pedas Gurih, Menu Buka Puasa Praktis ala Chef Devina Hermawan
Menikmati keseruan pasar takjil memang bagian dari bumbu Ramadhan yang tak tergantikan.
Namun, belanja dengan penuh kesadaran tentu jauh lebih nikmat daripada perasaan menyesal saat melihat makanan tersisa di piring.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil