JP Radar Kediri- Pernahkah Anda merasa sepeda motor tiba-tiba 'goyang' atau melayang saat menerjang hujan kencang? Fenomena ini kerap menghantui pemotor, terutama saat melintasi jembatan atau area terbuka.
Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Puncak Monsun Asia tengah berada di titik terkuatnya, membawa embusan angin kencang yang jauh lebih berbahaya dari sekadar rintik hujan. Kini, musuh utama di jalan bukan lagi sekadar aspal yang licin, melainkan dorongan angin 'gaib' yang tak kasatmata namun sanggup berakibat fatal jika tidak diantisipasi dengan tepat.
Baca Juga: Angin Biasa atau Nitrogen? Ini Perbandingan Isi Angin pada Ban Mobil
ini membuat kita semua harus semakin mewaspadai keadaan dengan keselamatan. Berikut beberapa tips berkendara agar tetap aman di tengah terpaan hujan dan angin:
- Hindari jas hujan ponco. Model ini memiliki hambatan angin yang besar. Saat angin kencang, jas ini bisa menjerat angin dan menyebabkan hilangnya keseimbangan secara tiba-tiba. Selain itu, potensi tersangkut pada jari-jari roda atau rantai, serta menutupi lampu sein/belakang kendaraan juga menjadi alasan utama untuk menghindarinya.
- Waspadai efek angin samping (crosswind). Area terbuka seperti jembatan, jalan tol, pinggir sawah, atau area di antara gedung tinggi membuat dorongan angin mendadak dari samping bisa menggeser posisi motor hingga 1 meter dari jalur aslinya secara instan.
- Hindari berteduh pada struktur non-permanen. Tempat seperti di bawah pohon yang sudah tua atau baliho dengan baut yang korosi sangat rentan ambruk akibat tekanan angin yang konsisten. Utamakan berteduh pada bangunan permanen dengan fondasi beton.
- Pastikan kondisi larangan. Saat hujan deras, terbentuklah lapisan air tipis di atas aspal (aquaplaning). Jika ban motor botak atau kurang angin, ban akan kehilangan kontak dengan aspal. Dampaknya, motor menjadi sangat sulit dikendalikan saat harus bermanuver.
- Teknik pegangan stang. Pastikan pegangan stang kuat namun siku tetap rileks untuk menghadapi angin kencang. Kecepatan yang terlalu rendah justru membuat motor lebih mudah terombang-ambing, sehingga mempertahankan kecepatan stabil yang rendah lebih baik daripada berhenti mendadak di area terbuka.
Baca Juga: Nitrogen atau Angin Biasa? Pilih Mana untuk Tekanan Ban Mobil yang Optimal?
Pada akhirnya, kecepatan apa pun berkendara, keamanan tetap menjadi prioritas utama. Jangan ragu untuk berhenti sejenak jika cuaca tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Penulis adalah Arlintang Sekar Phambayun, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian