Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Aurora 2026 Akan Jadi yang Terindah, Tapi Kenapa Indonesia Selalu 'Absen'? Ini Faktanya

Internship Radar Kediri • Sabtu, 7 Februari 2026 | 04:00 WIB

Aurora
Aurora

Hak Cipta © 2026 CMS EDITOR . Semua hak dilindungi undang-undang

Berbagai laporan dan prediksi ilmiah menunjukkan bahwa aurora pada tahun 2026 berpotensi lebih cemerlang dan menakjubkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan mungkin menjadi salah satu yang paling spektakuler dalam sepuluh tahun terakhir. Fenomena ini sebenarnya terjadi hampir setiap hari di wilayah kutub, namun intensitas dan kecerahannya berbeda-beda. Hanya saat badai geomagnetik besar aurora terlihat spektakuler oleh mata manusia.

Baca Juga: Siapa Sangka Fenomena ini Bisa Dilihat dari Luar Angkasa, Begini Fakta Unik tentang Aurora

Tahun 2026 diprediksi jadi tahun aurora paling kuat dikarenakan aktivitas matahari masih tinggi di awal tahun 2026 karena siklus matahari 11 tahun baru saja mencapai puncaknya sekitar tahun 2024–2025. Meskipun mulai menurun, aktivitas yang tersisa (termasuk partikel suar dan badai) masih kuat dan mampu memicu aurora spektakuler.  

Ada juga fenomena seperti lubang koronal yang bisa menghasilkan angin surya dengan cepat dan berulang, menciptakan aurora yang sering dan indah meskipun Matahari secara keseluruhan mulai menurun aktivitasnya. Aurora biasanya muncul di langit daerah kutub, sehingga kita tidak pernah melihatnya di langit Indonesia. Mengapa demikian?

Ini disebabkan oleh medan magnet bumi. Bumi memiliki pelindung berupa medan magnet yang membelokkan partikel berbahaya dari matahari. Akan tetapi medan magnet ini tidak merata. Bentuknya seperti garis-garis yang mengarah ke dua titik utama, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan. Akibatnya, partikel matahari cenderung masuk melalui dua wilayah tersebut. Ketika partikel tersebut dipicu dengan gas-gas di atmosfer, seperti oksigen dan nitrogen maka terjadilah reaksi energi yang menghasilkan cahaya atau yang kita sebut sebagai aurora.

Baca Juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Kutub Utara dan Kutub Selatan yang Jarang Diketahui

Di Indonesia, kita tidak bisa melihat aurora. Hal ini disebabkan oleh letak geografis Indonesia. Berbeda dengan negara-negara kutub, Indonesia terletak di wilayah tropis, dan terletak di garis khatulistiwa. Indonesia berada di lintang 6° LU – 11° LS, sangat jauh dari kutub.
Partikel matahari yang membentuk aurora sudah “ditangkap” medan magnet di wilayah kutub sebelum sempat mencapai daerah tropis. Dengan kata lain, secara alami Indonesia memang bukan zona aurora.

Meskipun kita tidak bisa menikmati fenomena aurora di Indonesia, tetapi kita tetap bisa menikmatinya jauh melalui foto, video, atau siaran dari wilayah kutub. Tahun 2026 memang menjanjikan aurora yang lebih terang dan spektakuler di kutub. Namun bagi kita di tropis, keajaiban ini tetap menjadi salah satu fenomena alam yang indah untuk dipelajari dan dikagumi dari jauh.

Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Aurora #Fenomena Alam 2026 #astronomi #Aurora 2026 #fenomena alam #aktivitas matahari