Namun, masih banyak orang yang bingung memilih antara tabir surya kimia dan tabir surya fisik .
Jika ditanya lebih baik mana? Keduanya sama-sama berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari, namun memiliki perbedaan dari sisi formulasi, cara kerja, hingga rasa saat digunakan.
Agar tidak salah pilih, penting untuk memahami karakter masing-masing jenis tabir surya sebelum menyesuaikannya dengan kebutuhan kulit. Simak penjelasan berikut agar tidak salah membeli.
Baca Juga: Gunakan Sunscreen di Ruangan, Cegah Kulit Kena Paparan Radiasi
-
Bahan dan Formulasi
Tabir surya fisik umumnya menggunakan bahan aktif seperti zinc oxide dan titanium dioxide . Kandungan ini bekerja dengan cara memantulkan sinar UV yang mengenai permukaan kulit, sehingga sinar matahari tidak langsung menembus ke lapisan kulit.
Sementara itu, tabir surya kimia mengandung bahan aktif seperti avobenzone dan oxybenzone . Cara kerjanya berbeda, yaitu dengan menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi panas sebelum dilepaskan kembali dari kulit.
Dari segi tekstur, tabir surya fisik cenderung lebih kental dan sering meninggalkan efek white cast . Sebaliknya, tabir surya kimia biasanya terasa lebih ringan, cepat meresap, dan hampir tidak meninggalkan warna pada kulit.
Baca Juga: 5 Kesalahan Umum Saat Pakai Sunscreen, Nomor 3 Sering Diabaikan!
-
Jenis Kulit
Bagi pemilik kulit normal hingga berminyak, chemical sunblock sering menjadi pilihan karena terasa lebih nyaman di kulit. Teksturnya ringan, cepat meresap, dan tidak meninggalkan rasa berat, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Selain itu, tabir surya kimia juga lebih mudah diaplikasikan ulang tanpa membuat wajah terlihat abu-abu. Hal ini menjadi nilai tambah, terutama bagi kulit berminyak yang membutuhkan tabir surya praktis dan tidak terasa tebal saat dipakai berlapis.
Meski demikian, tabir surya kimia tidak selalu cocok untuk semua orang. Pada kulit yang sangat sensitif, beberapa kandungan aktif bisa menimbulkan rasa panas atau perih, terutama di area mata. Jika kulit tergolong kuat dan tidak mudah reaktif, chemical sunblock bisa menjadi pilihan yang nyaman dan efektif.
Baca Juga: Cewek Wajib Tahu! Ini Dia Perbedaan SPF dan PA pada Sunscreen, Jangan Sampai Salah
-
Efek Samping
Jika membahas dari sisi efek samping, tabir surya fisik kerap dianggap lebih aman untuk penggunaan jangka panjang. Jenis tabir surya ini dinilai memiliki risiko iritasi yang lebih rendah karena cara kerjanya hanya memantulkan sinar UV, tidak menyerapnya ke dalam kulit.
Sebaliknya, pada beberapa jenis kulit tertentu, tabir surya kimia dapat memicu reaksi seperti iritasi atau iritasi. Sejumlah penelitian juga menyebutkan bahwa kandungan bahan kimia tertentu berpotensi menimbulkan gangguan hormonal. Meski begitu, tidak semua tabir surya kimia berbahaya, terutama jika diformulasikan dengan standar keamanan yang baik dan telah melalui uji dermatologis.
Karena minimnya reaksi pada kulit, tabir surya fisik sering direkomendasikan untuk anak-anak, ibu hamil, serta pemilik kulit sensitif. Pilihan ini dinilai lebih aman karena hampir tidak menimbulkan reaksi kimia saat digunakan.
Baca Juga: Pakai Ini Kalau Tidak Ingin Wajahmu Gosong, Berikut Rekomendasi Sunscreen Affordable dan Ngaruh Banget ke Kulit!
-
Contoh Produk
Tabir Surya Fisik:
- LABORÉ | Perawatan Kulit Sensitif BiomeProtect™ Tabir Surya Fisik SPF 50+ PA++++
- Wardah | Serum Tabir Surya Fisik Pelindung UV SPF 50+ PA++++
- AMATERASUN | Tabir Surya Fisik SPF 50+ PA++++
- SOME BY MI | Truecica Mineral Calming Tone-up Suncream
Tabir Surya Kimia:
- OMG | Bright Tone Up UV Barrier Sunscreen SPF 50 PA++++
- Wardah | Serum Tabir Surya Pelembap UV Shield Bright-C SPF 35 PA+++
- SKIN1004 |Madagascar Centella Hyalu-Cica Water-Fit Sun Serum SPF50+ PA++++
- Hanasui | Tabir Surya Air Kolagen SPF 50 PA++++
Editor : rekian