JP RADAR KEDIRI - Dalam dunia parfum, istilah “Eau de Cologne” atau EDC sudah sangat populer, tetapi tidak semua orang mengetahui bahwa sebutan ini merujuk pada sebuah wewangian yang berasal dari kota Köln (Cologne), Jerman. Pada abad ke-18, Giovanni Maria Farina menciptakan sebuah parfum segar bernama “Aqua Admirabilis” yang kemudian menjadi cikal bakal EDC. Pada masa ketika parfum umumnya beraroma kuat dan berat, kehadiran wewangian ringan dari Cologne ini membawa angin segar dan mengubah selera masyarakat Eropa. Seiring waktu, nama “Cologne” bukan lagi sekadar nama kota, melainkan istilah umum untuk jenis parfum dengan konsentrasi tertentu—bukti betapa besar pengaruhnya dalam sejarah parfum dunia.
Keunikan utama Eau de Cologne terletak pada formulanya. Dibandingkan dengan jenis parfum lainnya, EDC hanya mengandung sekitar 3–5% minyak esensial. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan Eau de Parfum (15–20%) atau Parfum (20–30%). Sisanya terdiri dari alkohol berkadar tinggi serta sedikit air. Komposisi inilah yang membuat EDC memiliki karakter yang ringan, segar, dan tidak menusuk, sehingga sangat cocok digunakan sehari-hari atau pada suasana santai.
Karena kandungan minyak esensialnya kecil, aroma EDC tidak bertahan lama—umumnya hanya 2 sampai 4 jam di kulit. Justru karena sifatnya yang lembut dan tidak mencolok, EDC menjadi pilihan bagi mereka yang tidak menyukai aroma tajam atau ingin menyegarkan tubuh di tengah aktivitas. Wangi khas Eau de Cologne biasanya bertumpu pada kombinasi aroma jeruk seperti lemon, bergamot, atau jeruk manis, dipadukan dengan sedikit sentuhan herbal seperti rosemary atau lavender. Hasilnya adalah aroma bersih dan cerah yang terasa menyenangkan.
Banyak rumah parfum besar menghadirkan varian EDC yang menjadi favorit banyak orang. Dior Eau Sauvage, misalnya, dikenal dengan kesegaran lemon yang dipadukan sentuhan kayu. Acqua di Gio dari Giorgio Armani menampilkan aroma aquatic yang ringan dan universal. Sementara itu, produk seperti Calvin Klein Eternity atau Gucci Pour Homme dalam versi EDC masih menjadi pilihan andalan untuk gaya kasual maupun acara formal. Banyaknya opsi membuat setiap orang bisa menemukan wangi yang paling cocok dengan kepribadian dan aktivitas sehari-hari.
Untuk memilih EDC yang paling pas, pertimbangkan jenis aroma yang Anda sukai—apakah lebih nyaman dengan sitrus, woody, atau kesegaran aquatic. Perhatikan pula kualitasnya; EDC dari brand ternama biasanya memiliki aroma yang lebih seimbang dan halus. Membaca ulasan pengguna juga bisa membantu mengetahui performa parfum sebelum memutuskan membeli.
Pada akhirnya, Eau de Cologne menunjukkan bahwa sebuah parfum tidak harus kuat atau tahan lama untuk memberikan kesan. Justru kesederhanaan dan ringannya aroma EDC memberikan ruang bagi penggunanya untuk tampil segar tanpa berlebihan. Di tengah maraknya parfum berintensitas tinggi, EDC tetap menjadi pilihan praktis dan elegan—sebuah warisan harum dari kota Cologne yang terus relevan hingga kini.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Dita Amelia Ningsih
Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis