JP Radar Kediri- Banyak orang menganggap mencuci sprei sebagai kegiatan yang sangat sederhana. Yakni, tinggal memasukkan ke mesin cuci, menambahkan deterjen, lalu menekan tombol mulai. Padahal, beberapa kebiasaan mencuci yang keliru justru dapat memperpendek usia pakai sprei dan menurunkan tingkat kenyamanan saat tidur.
Kesalahan-kesalahan ini bukan hanya membuat tampilan sprei tampak kusam, tetapi juga meninggalkan sisa bahan kimia yang dapat memengaruhi kesehatan kulit sekaligus mengganggu kualitas istirahat. Berikut tiga kekeliruan yang paling sering terjadi.
Kesalahan pertama adalah penggunaan deterjen yang berlebihan. Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak deterjen, maka hasil cucian akan semakin bersih.
Faktanya, busa yang terlalu banyak sulit dibilas sempurna oleh mesin cuci, sehingga menyisakan residu yang membuat serat kain menjadi kaku dan kurang nyaman saat disentuh. Sisa deterjen tersebut bahkan bisa menjadi media pertumbuhan bakteri serta memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif. Oleh karena itu, gunakan deterjen sesuai takaran dan pilih formula yang lembut untuk bahan sprei.
Kesalahan kedua terjadi ketika sprei dicuci bersamaan dengan berbagai jenis pakaian. Meskipun tampak lebih efisien, praktik ini berpotensi merusak tekstur kain. Gesekan dengan ritsleting, kancing, atau pengait pakaian dapat menarik atau merusak serat sprei, menyebabkan pelapukan serat hingga terbentuknya pil (bintik-bintik serat). Selain itu, risiko perpindahan warna dari pakaian lain juga cukup tinggi. Demi menjaga kualitas sprei, cucilah secara terpisah dari pakaian harian.
Kesalahan ketiga adalah mencuci sprei bersama handuk. Karena teksturnya yang lebih kasar dan kemampuannya menampung lebih banyak kotoran, sel kulit mati, dan sisa produk perawatan tubuh, handuk dapat mengotori kembali sprei saat dicuci bersamaan. Akibatnya, sprei menjadi kurang higienis dan berpotensi berbau kurang segar. Handuk juga banyak menghasilkan serabut kain (lint) yang dapat menempel pada permukaan sprei, sehingga membuatnya tampak kusam.
Selain hal tersebut, proses pengeringan juga memengaruhi kualitas sprei. Suhu pengering yang terlalu tinggi dapat merusak elastisitas serat dan mempercepat proses pudar warna. Pengeringan bersuhu rendah atau penjemuran di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik menjadi pilihan yang lebih aman. Penggunaan pelembut secara berlebihan juga perlu dihindari karena dapat meninggalkan lapisan kimia yang menurunkan daya serap dan menghambat sirkulasi udara pada kain.
Untuk hasil optimal, cucilah sprei menggunakan air hangat (sekitar 60°C), dengan deterjen khusus untuk bahan lembut, serta pisahkan dari cucian lain. Saat menjemur, balikkan sisi kain secara berkala agar warna pudar secara merata. Dengan perawatan yang tepat, sprei dapat tetap lembut, nyaman digunakan, dan tahan lama. Perlu diingat bahwa kualitas tidur yang baik sangat bergantung pada perawatan tekstil tempat Anda beristirahat.
Penulis adalah Dita Amelia Ningsih, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian