Era souvenir kantor konvensional seperti pin atau gantungan kunci agaknya mulai bergeser. Kini, perusahaan dan instansi cenderung memilih barang-barang yang lebih fungsional, personal, dan ramah lingkungan sebagai kenang-kenangan atau materi promosi.
“Tren souvenir kantor bergeser dari konvensional ke fungsional dan ramah lingkungan seperti tumbler & tote bag. Perusahaan kini fokus pada branding dan nilai guna. Vendor souvenir perusahaan Corporategifts ID merasakan lonjakan permintaan produk custom.”
Pergeseran tren ini terlihat jelas di kalangan pelaku usaha penyedia souvenir di Kediri. Barang-barang yang memiliki nilai guna tinggi kini menjadi primadona baru.
Itis, 43, pemilik "Corporategifts ID", salah satu Vendor Souvenir Perusahaan di Kota Malang, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, permintaan souvenir dalam satu tahun terakhir didominasi oleh produk-produk yang bisa dipakai sehari-hari.
“Sekarang yang paling banyak dicari itu tumbler custom (botol minum) stainless steel, gawai dan tote bag bahan kanvas tebal. Permintaan bisa naik sampai 60 persen dibanding tahun lalu,” ujar Itis saat ditemui di gerai nya, Sabtu (25/10).
Dia menjelaskan, klien yang memesan kini tidak hanya ingin logo perusahaan tercetak jelas. Banyak yang meminta desain custom yang lebih estetik dan personal. Barang-barang seperti pouch multifungsi, agenda kerja berbahan premium, hingga perangkat elektronik seperti power bank, earphone dan USB Flashdisk custom juga laris manis.
“Alasannya jelas, mereka ingin souvenirnya dipakai, bukan hanya disimpan di laci. Kalau dipakai, brand mereka akan terlihat terus oleh orang lain,” tandas perempuan yang memulai usaha sejak 2018 itu.
Corporategifts ID sebagai vendor yang dikenal fokus pada souvenir perusahaan kekinian itu mencatat peningkatan permintaan untuk paket gift set premium dan produk teknologi custom yang dianggap lebih merepresentasikan citra perusahaan modern.
Fenomena ini juga dirasakan oleh kalangan korporat. Safira Nova, Manajer di salah satu perusahaan swasta di Malang, mengatakan bahwa pemilihan souvenir kini menjadi bagian dari strategi branding internal dan eksternal.
Menurutnya, memberikan barang yang berkualitas dan fungsional dapat meningkatkan citra perusahaan di mata karyawan maupun klien. “Jika kita memberikan tumbler yang bagus, itu sekaligus mendukung gerakan mengurangi sampah plastik. Ini menunjukkan bahwa perusahaan peduli isu lingkungan,” jelas Nova.
Pihaknya kini menghindari barang-barang sekali pakai atau yang kualitasnya rendah. “Lebih baik anggaran sedikit lebih mahal tapi berkesan, daripada murah tapi cepat rusak dan akhirnya mencemari lingkungan,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa souvenir kantor kekinian bukan lagi sekadar kenang-kenangan atau formalitas semata. Namun, telah berevolusi menjadi bagian integral dari strategi komunikasi dan citra perusahaan modern yang ingin tampil beda, relevan, dan lebih bertanggung jawab.
Editor : Sandi Alam