JP RADAR KEDIRI-Waxing merupakan salah satu metode yang banyak dipilih untuk menghilangkan rambut pada berbagai bagian tubuh seperti kaki, tangan, hingga ketiak. Alasan utamanya sederhana yaitu hasilnya lebih mulus dan tahan lama dibanding cukur biasa. Meski terlihat mudah, waxing sebenarnya butuh perhatian khusus. Tujuannya agar kulit tetap mulus tanpa mengalami iritasi atau peradangan yang sering muncul jika tidak dilakukan dengan benar.
Penelitian berjudul Hair Removal Practices: A Literature Review (2021) yang diterbitkan oleh National Library of Medicine (PubMed) menjelaskan bahwa metode epilasi seperti waxing menghasilkan kulit yang lebih halus dan tahan lama dibanding mencukur, namun tetap memiliki risiko seperti folikulitis, kemerahan, serta trauma folikel jika dilakukan tanpa persiapan kulit yang tepat.
Karena itu, sebelum mencoba waxing untuk pertama kali, ada baiknya Anda memahami hal-hal dasarnya terlebih dahulu. Dengan begitu, prosesnya bisa berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan. Berikut tujuh hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum mulai waxing.
1. Pastikan Panjang Bulu Sudah Ideal
Banyak orang yang keliru soal panjang bulu saat akan waxing. Padahal, panjang ideal bulu yang siap di-waxing adalah sekitar 0,5–1 cm. Kalau bulunya terlalu pendek, lilin tidak bisa menempel dengan sempurna. Akibatnya, bulu sulit dicabut sampai ke akarnya. Sebaliknya, jika terlalu panjang, rasa sakitnya akan lebih terasa dan kulit bisa jadi iritasi. Jadi, biarkan dulu bulu Anda tumbuh selama beberapa minggu setelah terakhir kali mencukur atau waxing. Dengan begitu, panjangnya pas dan proses waxing bisa berjalan lebih lancar.
2. Lakukan Eksfoliasi Sebelum Waxing
Banyak yang melewatkan langkah ini, padahal eksfoliasi atau mengangkat sel kulit mati sangat penting. Fungsinya untuk mencegah bulu tumbuh ke dalam kulit yang bikin kulit jadi bruntusan. Lakukan eksfoliasi ringan satu atau dua hari sebelum waxing. Anda bisa pakai scrub alami atau produk perawatan tubuh khusus. Cara ini membantu membuka pori-pori, mengangkat sel kulit mati, dan membuat proses pencabutan bulu jadi lebih mudah. Yang perlu diingat, jangan eksfoliasi tepat sebelum waxing. Kulit yang baru di-scrub biasanya lebih sensitif dan mudah iritasi saat kena lilin panas. Jadi, beri jeda waktu agar kulit tidak terlalu sensitif saat proses waxing dimulai.
3. Perhatikan Kondisi Kulit Sebelum Proses Waxing
Kondisi kulit adalah hal utama yang harus Anda perhatikan sebelum waxing. Kalau kulit sedang iritasi, terluka, terbakar matahari, atau berjerawat, lebih baik tunda dulu. Waxing pada kulit yang sedang bermasalah justru bisa memperburuk peradangan dan membuat rasa sakitnya makin parah.
Kalau Anda punya kulit sensitif, ada baiknya lakukan tes kecil dulu di bagian yang tidak terlalu kelihatan, misalnya bagian dalam lengan. Tujuannya untuk memastikan kulit Anda tidak alergi terhadap bahan lilin yang akan dipakai. Langkah sederhana ini bisa menghindarkan Anda dari reaksi yang tidak diinginkan.
4. Hindari Menggunakan Produk Tertentu Sebelum Waxing
Pada hari Anda akan melakukan waxing, sebaiknya jangan menggunakan lotion, minyak, atau krim pelembap terlebih dahulu. Kandungan minyak dalam produk-produk tersebut dapat menghalangi lilin menempel dengan baik pada kulit, sehingga hasilnya kurang maksimal.
Selain itu, hindari juga produk yang mengandung retinol atau obat pengelupas kulit setidaknya 3–5 hari sebelum waxing. Bahan-bahan ini membuat lapisan kulit menjadi lebih tipis dan rentan mengalami iritasi ketika terkena panas lilin.Jadi, biarkan kulit Anda dalam kondisi bersih dan bebas dari produk berbasis minyak agar proses waxing dapat berjalan lancar dan hasilnya lebih optimal.
5. Pilih Jenis Wax yang Sesuai dengan Jenis Kulit dan Area Tubuh
Tidak semua jenis lilin cocok untuk semua bagian tubuh. Ada dua jenis utama yang umum digunakan, yaitu soft wax dan hard wax. Soft wax biasanya digunakan untuk area tubuh yang luas seperti kaki dan tangan. Sementara itu, hard wax lebih cocok untuk area sensitif seperti ketiak atau area bikini karena lebih lembut saat dilepaskan dan tidak menempel langsung pada kulit.
Anda juga bisa memilih lilin berbahan alami seperti madu, gula, atau lemon yang cenderung lebih ramah untuk kulit sensitif. Pastikan juga lilin yang digunakan dalam kondisi bersih dan steril agar terhindar dari risiko infeksi kulit.
6. Perhatikan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Waxing
Pemilihan waktu sangat berpengaruh pada kenyamanan saat waxing. Hindari melakukan waxing ketika kulit sedang sensitif, misalnya menjelang atau saat menstruasi, karena pada waktu tersebut ambang rasa sakit akan meningkat. Waktu terbaik untuk waxing adalah dua minggu setelah menstruasi berakhir. Pada periode ini, hormon estrogen membuat kulit lebih tenang dan tidak terlalu peka terhadap rasa sakit. Jika Anda baru saja berjemur atau melakukan sauna, sebaiknya tunda dulu waxing sampai kulit benar-benar kembali normal. Kulit yang baru terpapar panas berlebih cenderung lebih sensitif dan rentan mengalami iritasi.
7. Lakukan Perawatan Setelah Waxing
Setelah proses waxing selesai, kulit biasanya akan sedikit kemerahan atau terasa perih ringan. Hal ini wajar, namun tetap memerlukan perawatan khusus agar kulit cepat pulih. Gunakan kompres dingin untuk meredakan peradangan, lalu oleskan gel lidah buaya atau krim pelembab tanpa pewangi untuk menenangkan kulit.
Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan gesekan atau keringat berlebih, seperti olahraga berat atau memakai pakaian ketat, selama 24 jam setelah waxing. Selain itu, jangan langsung mandi air panas atau menggunakan scrub, karena kulit masih sensitif dan rentan mengalami iritasi.
Melakukan waxing memang memberikan hasil kulit yang halus dan bersih, tetapi langkah-langkah persiapan dan perawatan sebelum serta sesudahnya sangat menentukan hasil akhir. Dengan memperhatikan tujuh hal penting di atas mulai dari panjang bulu, kondisi kulit, hingga perawatan pasca-waxing Anda bisa mendapatkan pengalaman yang nyaman tanpa efek samping yang tidak diinginkan.
Waxing yang dilakukan dengan benar bukan hanya soal kecantikan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan kulit agar tetap lembut, bersih, dan terawat. Jadi, sebelum memesan jadwal waxing berikutnya, pastikan Anda sudah mempersiapkan kulit dengan baik.
Artikel ini ditulis oleh Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira