JP Radar Kediri-Lemari kayu memang memberikan kesan hangat dan klasik pada ruangan. Tetapi bahan alami ini juga memiliki kelemahan: mudah menyerap lembap. Kondisi inilah yang sering memicu munculnya jamur pada pakaian maupun dinding lemari.
Jamur tidak hanya menimbulkan bau apek, tetapi juga dapat merusak serat kain dan memicu alergi kulit. Oleh karena itu, menjaga kelembapan dan kebersihan lemari kayu menjadi langkah penting agar pakaian tetap kering, bersih, dan bebas jamur.
Menurut artikel How to Get Rid of Musty Smell From Your Closet di The Spruce, disarankan agar tingkat kelembapan di dalam lemari tidak lebih dari 50%.
Baca Juga: Manfaat Capsule Wardrobe, Lemari Pakaian Minimalis, Gaya Maksimalis
Lemari kayu, terutama yang menempel pada dinding luar rumah atau dekat kamar mandi, menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan spora jamur. Untuk mencegahnya, dibutuhkan kombinasi antara pengaturan udara, cara penyimpanan, serta perawatan rutin.
1. Pastikan Lemari dalam Kondisi Kering dan Bersih
Sebelum menyimpan pakaian, lap seluruh permukaan lemari dengan kain kering. Gunakan campuran air hangat dan cuka putih (perbandingan 1:1) untuk membersihkan noda jamur yang sudah muncul. Biarkan lemari benar-benar kering sebelum diisi kembali, karena sisa air sedikit pun bisa menjadi sumber lembap.
2. Gunakan Penyerap Kelembapan
Tempatkan silica gel, kapur penyerap lembap, atau kamper di beberapa sudut lemari. Produk ini membantu menyerap udara lembap yang terperangkap di dalam. Ganti secara berkala setiap 1–2 bulan agar efektivitasnya tetap optimal.
Baca Juga: Biar Tahan Bertahun-Tahun! Ini Rahasia Peralatan Kayu Tetap Awet & Bebas Jamur
3. Simpan Pakaian dalam Keadaan Benar-Benar Kering
Pastikan pakaian sudah benar-benar kering sebelum dilipat atau digantung di lemari. Pakaian yang sedikit lembap akan mempercepat tumbuhnya jamur dan menimbulkan bau apek. Hindari juga menyimpan pakaian yang baru disetrika saat masih hangat, karena uapnya bisa menambah kelembapan di dalam ruang tertutup.
4. Atur Sirkulasi Udara di Dalam Lemari
Buka pintu lemari secara berkala, minimal 2–3 kali seminggu, agar udara segar bisa masuk. Jika ruangan cenderung lembap, gunakan dehumidifier kecil atau letakkan wadah berisi arang aktif yang dapat menyerap kelembapan alami.
5. Hindari Menempelkan Lemari ke Dinding Luar atau Basah
Lemari kayu yang menempel langsung ke dinding luar rumah atau dekat kamar mandi lebih mudah lembap. Sisakan jarak sekitar 5–10 cm antara lemari dan dinding agar udara dapat bersirkulasi di bagian belakang.
Menjaga pakaian tetap bersih dan bebas jamur tidak hanya membuat lemari tampak rapi, tetapi juga memperpanjang usia kain. Dengan memperhatikan kelembapan, sirkulasi udara, dan kebersihan rutin, kamu bisa menjaga lemari kayu tetap awet dan pakaian tetap wangi setiap saat.
Artikel ini Ditulis Oleh Redinta Rachma Ayshafa, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian