Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Merawat Kulit Wajah dengan Ekstraksi Komedo, Aman atau Berisiko?

Internship Radar Kediri • Senin, 6 Oktober 2025 | 11:21 WIB

Ekstraksi Komedo di Klinik Kecantikan
Ekstraksi Komedo di Klinik Kecantikan
JP RADAR KEDIRI-Komedo kerap menjadi persoalan pada kulit. Biasanya dialami pada zona T wajah bagian hidung, dagu, dan kening. Karena dianggap mengganggu, banyak orang mengambil jalan pintas untuk membersihkannya. Yakni dengan memencet komedo memakai ujung jari atau kuku. 

Metode seperti itu justru berpotensi menimbulkan dampak buruk. Dianggap sembarangan, dampaknya bisa menyebabkan iritasi pada kulit, risiko bakteri masuk ke pori-pori, hingga terbentuknya noda gelap permanen pada permukaan wajah.

Lantas, seperti apa prosedur yang benar dan aman mengeluarkan komedo tanpa membahayakan kondisi kulit? Berikut ini penjelasannya: 

Mengenal komedo, kenapa bisa muncul? 

Komedo di wajah karena adanya penumpukan sebum atau produksi minyak alami kulit yang berlebihan. Bercampur dengan timbunan sel-sel kulit yang telah mati di dalam saluran pori. Saat pori-pori dalam kondisi terbuka dan kontak langsung dengan oksigen, endapan ini mengalami oksidasi sehingga berwarna kehitaman kondisi yang lazim disebut komedo hitam atau blackhead. Sebaliknya, bila pori tertutup sempurna, tampilannya cenderung berwarna putih kekuningan, atau dikenal sebagai whitehead.

Menurut keterangan Cleveland Clinic, komedo digolongkan sebagai jenis jerawat yang bersifat non-inflamasi. Dengan kata lain, keberadaan komedo tidak langsung memicu reaksi peradangan pada kulit. Namun, bila dibiarkan tanpa perawatan yang sesuai, komedo dapat berevolusi menjadi jerawat yang disertai inflamasi atau peradangan.

Mengapa tidak boleh asal pencet komedo?

Kegiatan memijit komedo menggunakan tangan telanjang tanpa peralatan yang higienis justru dapat memperburuk kesehatan kulit. Organisasi dokter kulit Amerika, AAD (American Academy of Dermatology), menjelaskan bahwa tindakan menekan komedo berpotensi menyebabkan kandungan dalam pori terdesak ke lapisan kulit yang lebih dalam. Dampaknya, kulit mengalami peradangan hingga terbentuk bekas luka permanen. Atas dasar itu, AAD menganjurkan prosedur pengangkatan komedo dilaksanakan oleh praktisi ahli kecantikan, khususnya untuk jenis komedo yang terletak dalam atau posisinya sulit terjangkau.

Risiko lain datang dari perangkat yang tidak melalui proses sterilisasi karena dapat menjadi tempat berkembangnya kuman. Kondisi ini membahayakan pori yang telah terbuka pascapencetan, sehingga mudah terkontaminasi dan mengalami infeksi. Karena alasan inilah, pemahaman mengenai prosedur yang tepat menjadi krusial sebelum seseorang memutuskan melakukan ekstraksi komedo secara mandiri di rumah.

Cara aman menghilangkan komedo di rumah

Menurut Alomedika, ekstraksi komedo dapat dilakukan sendiri dengan langkah-langkah yang tepat. Berikut panduannya:

1. Bersihkan wajah hingga bersih

Pastikan wajah bebas dari debu, minyak, dan riasan. Gunakan sabun pembersih yang lembut dan cocok dengan jenis kulit Anda.

2. Buka pori dengan uap hangat

Hadapkan wajah ke wadah berisi air panas selama 10-15 menit. Uap akan melunakkan komedo dan membuka pori-pori sehingga lebih mudah diangkat.

3. Pakai alat khusus yang steril

Gunakan alat ekstraktor komedo yang sudah disterilkan. Tekan perlahan area di sekitar komedo. Jangan dipaksa bila komedo tidak mau keluar.

4. Tenangkan kulit setelah ekstraksi

Oleskan masker clay atau masker yang menenangkan untuk mengurangi kemerahan dan iritasi.

5. Rawat dengan serum pemulih

Gunakan serum yang mengandung niacinamide atau bahan non-komedogenik untuk mempercepat penyembuhan. Meski terlihat mudah, prosedur ini tetap memerlukan ketelitian. Jika ragu atau memiliki masalah kulit, lebih baik berkonsultasi ke dokter kulit atau klinik kecantikan.

Perawatan sehari-hari untuk mencegah komedo

Selain melakukan ekstraksi, sejumlah kebiasaan harian dapat diterapkan untuk mencegah munculnya komedo baru. Pertama, pilihlah pembersih wajah yang mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide karena kedua bahan ini mampu membersihkan pori secara lebih optimal.

Kebiasaan tidur dengan riasan masih menempel di wajah juga perlu dihindari. Sisa kosmetik yang tertinggal dapat menyumbat saluran pori dan memicu pembentukan komedo lebih banyak. Karena itu, pastikan wajah selalu bersih sebelum beristirahat.

Pemilihan produk perawatan kulit juga tak kalah penting. Produk dengan label non-comedogenic sebaiknya menjadi prioritas karena formulanya dirancang agar tidak menutup pori. Selain itu, lakukan pengelupasan sel kulit mati secara rutin satu hingga dua kali dalam seminggu, disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Kebiasaan sederhana seperti mengurangi frekuensi menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci juga dapat membantu. Tangan yang kotor dapat memindahkan bakteri dan kotoran ke wajah. American Academy of Dermatology menambahkan bahwa pemakaian retinoid topikal dengan konsentrasi ringan, seperti adapalene, terbukti ampuh mencegah komedo. Bahan aktif ini bekerja dengan cara mempercepat proses pergantian sel kulit.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter Kulit?

Mengatasi komedo di rumah memang bisa dilakukan, namun tidak semua kasus cocok untuk penanganan mandiri. Terdapat beberapa situasi yang mengharuskan Anda mencari bantuan profesional.

Komedo yang letaknya dalam atau menyebar ke area wajah yang luas sebaiknya diserahkan kepada ahli. Begitu pula bila kulit justru mengalami kemerahan dan iritasi setelah mencoba ekstraksi sendiri. Kondisi ini menandakan kulit membutuhkan penanganan yang lebih tepat.

Bila di sekitar area komedo terdapat jerawat yang meradang atau tanda-tanda infeksi, jangan coba-coba melakukan ekstraksi sendiri. Penanganan yang salah bisa memperburuk kondisi dan meninggalkan bekas permanen. Selain itu, jika Anda tertarik menjalani perawatan tambahan seperti chemical peeling, atau terapi laser, tentu saja harus dilakukan di klinik kecantikan.

Di klinik profesional, proses pengangkatan komedo mengikuti prosedur standar yang ketat. Dimulai dari pembersihan menyeluruh, dilanjutkan dengan penguapan untuk membuka pori, kemudian ekstraksi menggunakan peralatan steril. Sesi ditutup dengan aplikasi masker atau serum khusus untuk menenangkan kulit. Bahkan, beberapa klinik menawarkan kombinasi dengan teknologi perawatan terkini demi hasil yang maksimal.

Ekstraksi komedo memang bisa dilakukan sendiri, tetapi risikonya cukup tinggi bila tekniknya salah. Prinsipnya sederhana yaitu bersih, lembut, dan hati-hati. Jika kondisi kulit sudah parah atau sulit ditangani, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional. Dengan perawatan yang tepat, kulit bisa lebih sehat, bersih, dan bebas komedo tanpa meninggalkan bekas. 

 

Artikel ini ditulis oleh Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

 

Editor : rekian
#perawatan #ekstraksi komedo #klinik kecantikan #kulit #komedo #perawatan kecantikan