Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wajib Tahu! 15 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas

Internship Radar Kediri • Minggu, 5 Oktober 2025 | 14:47 WIB
Tidak Semua Makanan akan Awet jika Dimasukkan dalam Kulkas
Tidak Semua Makanan akan Awet jika Dimasukkan dalam Kulkas

JP RADAR KEDIRI-Kulkas adalah tempat utama bagi banyak orang untuk menyimpan bahan makanan, karena dianggap bisa menjaga kesegaran lebih lama. Namun, kenyataannya tidak semua makanan cocok masuk kulkas. Ada makanan yang justru kehilangan rasa, tekstur, bahkan nutrisinya jika terkena suhu dingin.

Menurut artikel Health.com berjudul 15 Foods You Don't Actually Have to Refrigerate (Stephanie Anderson Witmer, 2025), berikut adalah daftar makanan yang lebih baik disimpan di luar kulkas agar tetap enak dan tahan lama:

1. Alpukat

Alpukat yang belum matang tidak boleh masuk kulkas karena suhu dingin menghentikan proses pematangan. Hasilnya, alpukat tetap keras, hambar, dan sulit diolah. Simpan alpukat di suhu ruang sampai matang, baru pindahkan ke kulkas jika ingin memperpanjang masa segarnya selama beberapa hari. Cara ini membantu menjaga daging buah tetap lembut dan rasanya tetap kaya.

Baca Juga: Kulkas Bau Nggak Sedap? Coba 5 Trik Sederhana Ini, Dijamin Segar Lagi!

2. Tomat

Tomat akan cepat kehilangan rasa manis alaminya jika disimpan dalam suhu dingin. Kulkas merusak membran sel pada daging tomat, sehingga teksturnya berubah jadi lembek dan berair. Biarkan tomat matang di suhu ruang, jauhkan dari sinar matahari langsung, lalu masukkan ke kulkas hanya setelah dipotong untuk mencegah pembusukan.

3. Herba Segar

Daun segar seperti basil, parsley, atau ketumbar cepat layu jika masuk kulkas. Suhu dingin menyebabkan munculnya bintik hitam dan aroma berkurang drastis. Cara terbaik adalah memperlakukannya seperti bunga potong: masukkan batang ke segelas air, tutup longgar dengan plastik, lalu letakkan di meja dapur. Dengan cara ini, herba bisa tetap segar beberapa hari lebih lama.

4. Kentang

Kentang yang disimpan di kulkas akan mengalami perubahan kimia: pati di dalamnya berubah menjadi gula. Hal ini mengubah rasa kentang jadi manis aneh dan membuat teksturnya kasar setelah dimasak. Simpan kentang di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi, misalnya di kantong kertas atau keranjang terbuka. Hindari menyimpannya bersama buah yang menghasilkan gas etilen, seperti apel atau pisang.

Baca Juga: Tips Cerdas Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tetap Segar & Tahan Lama selama Ramadan!

5. Bawang Merah

Kelembapan kulkas justru mempercepat pembusukan bawang merah. Akibatnya, bawang merah lebih cepat lembek, berjamur, bahkan bertunas. Bawang merah lebih tahan lama jika diletakkan di ruangan kering dan sejuk dengan sirkulasi udara baik, misalnya digantung dalam jaring atau disimpan di keranjang terbuka. Setelah dikupas atau diiris, baru simpan dalam wadah kedap udara di kulkas.

6. Bawang Putih

Sama seperti bawang merah atau bombay, bawang putih tidak cocok disimpan dalam kulkas. Teksturnya bisa berubah menjadi karet dan rasanya berkurang. Taruh bawang putih di tempat kering yang memiliki sirkulasi udara, seperti rak dapur. Jika sudah dikupas atau dipotong, masukkan ke wadah tertutup sebelum disimpan di kulkas agar tetap segar.

Baca Juga: Selain Buahnya Yang Segar Dan Gurih, Buah Apel Juga Memiliki Banyak Manfaat!

7. Apel

Apel bisa bertahan cukup lama di suhu ruang. Namun, apel menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat pembusukan sayuran lain, seperti kentang atau sayuran hijau. Oleh karena itu, sebaiknya apel dipisahkan dari bahan makanan lain. Jika ingin rasa apel lebih segar dan renyah, baru bisa disimpan di kulkas.

8. Mentega

Mentega sebenarnya aman disimpan di suhu ruang. Mentega tawar bisa bertahan 1–2 hari, sementara mentega asin lebih awet karena garam berfungsi sebagai pengawet alami. Simpan mentega dalam wadah tertutup rapat atau butter crock agar tidak terkontaminasi debu maupun serangga. Pendinginan hanya diperlukan jika ruangan terlalu panas.

9. Keju Keras

Jenis keju keras seperti Parmigiano Reggiano, Cheddar tua, atau Pecorino Romano bisa disimpan di suhu ruang tanpa masalah asalkan dalam wadah tertutup rapat. Teksturnya tetap terjaga, dan rasa keju justru lebih terasa ketika tidak terlalu dingin. Jika jumlahnya banyak, barulah simpan di kulkas di bagian hangat (seperti laci sayuran) agar tidak mengkristal.

Baca Juga: Buah yang Cocok Dinikmati Saat Musim Kemarau, Ada Semangka dan Nanas!

10. Telur

Di banyak negara Eropa, telur dijual di rak biasa tanpa pendinginan karena cangkangnya masih memiliki lapisan pelindung alami. Di Amerika Serikat, telur harus dicuci dan disimpan di kulkas karena regulasi keamanan pangan. Untuk telur segar dari peternakan atau ayam rumahan, penyimpanan di suhu ruang aman dilakukan selama lapisan pelindungnya tidak hilang. Namun, setelah dicuci, telur wajib masuk kulkas.

11. Roti

Menyimpan roti di kulkas membuat proses basi berjalan lebih cepat. Roti jadi kering, keras, dan kehilangan teksturnya. Simpan roti di suhu ruang dalam wadah tertutup rapat atau bread box. Jika tidak habis dalam beberapa hari, lebih baik bekukan roti di freezer. Saat akan dimakan, panaskan kembali dengan toaster atau oven untuk mengembalikan teksturnya.

12. Saus Tertentu

Saus berbahan dasar garam atau cuka, seperti kecap asin atau saus sambal, sudah memiliki bahan pengawet alami. Karena itu, saus ini tetap aman disimpan di suhu ruang meskipun sudah dibuka. Menaruhnya di kulkas hanya membuat teksturnya lebih kental dan susah dituang. Cukup simpan di lemari dapur yang sejuk.

Baca Juga: Ternyata Buah-Buahan Ini Wajib Kamu Konsumsi untuk Hidup Sehat Menurut dr Tirta, Apa Saja?

13. Kopi

Kopi, baik biji maupun bubuk, tidak cocok disimpan di kulkas karena kelembapan dapat merusak kualitasnya. Kopi juga mudah menyerap aroma makanan lain, sehingga cita rasa kopi bisa berubah. Simpan kopi dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan gelap. Cara ini menjaga aroma dan rasa kopi tetap segar lebih lama.

14. Selai Kacang

Selai kacang biasa bisa tahan lama di suhu ruang. Penyimpanan di kulkas justru membuatnya terlalu keras untuk dioleskan. Namun, untuk selai kacang alami tanpa bahan tambahan, menyimpannya di kulkas bisa membantu mencegah minyak terpisah dan tengik.

15. Cokelat

Cokelat tidak boleh disimpan di kulkas karena suhu dingin dan lembap dapat menyebabkan fenomena sugar bloom—permukaan cokelat berubah menjadi putih kapur dan teksturnya menjadi kasar. Simpan cokelat di suhu ruang yang sejuk, kering, dan jauh dari cahaya matahari langsung agar rasanya tetap nikmat.

Tidak semua bahan makanan cocok masuk kulkas. Beberapa justru lebih baik disimpan di suhu ruang agar tekstur, rasa, dan nutrisinya tetap terjaga. Dengan memahami cara penyimpanan yang benar, kita bisa mengurangi pemborosan makanan, menjaga kualitas, dan tetap menikmati cita rasa terbaik dari setiap bahan.

Baca Juga: Mitos Atau Fakta Makan Cokelat Bisa Membuat Senang Bagi Warga Kediri?

 

Artikel ini Ditulis Oleh Redinta Rachma Ayshafa, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#herba #kecap asin #bawang putih #apel #cokelat #mentega #alpukat #saus sambal #telur #selai kacang #kulkas #roti #kopi #kentang #keju #makanan #bahan makanan #bawang merah #tomat